SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Luwu Timur dari dunia ketenagakerjaan: Kabupaten Luwu Timur meraih Juara II kategori Kabupaten/Kota pada Penganugerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Selatan. Penghargaan diserahkan dalam acara di Hotel Claro Makassar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Penilaian tahun ini memakai indikator Universal Coverage Jamsostek (UCJ), yaitu ukuran seberapa luas pekerja di suatu daerah sudah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan. Berdasarkan data penilaian, Luwu Timur menempati peringkat kedua di Sulawesi Selatan dengan jumlah kepesertaan mencapai 83.202 pekerja.
Angka itu bukan sekadar prestasi seremonial. Di baliknya ada 83.202 orang yang, bila mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, memiliki jalur klaim yang bisa ditempuh. Bagi daerah dengan sektor tambang, perkebunan, perdagangan, dan konstruksi yang besar, kepesertaan menjadi semacam jaring pengaman yang menentukan nasib keluarga pekerja.
Berita Luwu Timur: Apa yang Diukur dalam Jamsostek Award
Jamsostek Award adalah penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang dinilai berhasil memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Indikator utamanya adalah UCJ, yang melihat perbandingan antara jumlah pekerja yang seharusnya terlindungi dan jumlah yang benar-benar terdaftar sebagai peserta.
Karena berbasis cakupan, penilaian ini mendorong pemerintah daerah bekerja pada dua sisi sekaligus. Sisi pertama adalah pendataan, yaitu memastikan pekerja di wilayahnya teridentifikasi, termasuk yang bekerja di sektor informal. Sisi kedua adalah kepatuhan pemberi kerja, yaitu memastikan perusahaan mendaftarkan pekerjanya dan membayar iuran secara rutin.
Dua sisi itu tidak selalu berjalan seiring. Di banyak daerah, perusahaan besar relatif tertib, sementara usaha kecil dan pekerja lepas menjadi bagian yang paling sulit dijangkau. Di titik inilah peran Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja bersama BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting, karena keduanya harus turun ke lapangan, bukan hanya menunggu laporan.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
83.202 Pekerja dan Posisi Kedua di Sulawesi Selatan
Jumlah kepesertaan 83.202 pekerja menempatkan Luwu Timur di posisi kedua tingkat provinsi. Posisi ini menarik untuk dibaca bersama struktur ekonomi daerah. Luwu Timur bukan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Selatan, tetapi memiliki konsentrasi industri yang tinggi, terutama di kawasan Nuha dan sekitarnya.
Konsentrasi industri membuat sebagian pekerja berada dalam hubungan kerja formal yang relatif mudah didata. Namun, di sisi lain, daerah ini juga memiliki banyak pekerja di sektor perdagangan, pertanian, perikanan, dan jasa yang bekerja tanpa kontrak tetap. Kelompok terakhir inilah yang biasanya menjadi pekerjaan rumah dalam perluasan kepesertaan.
Karena itu, capaian 83.202 pekerja sebaiknya dibaca sebagai titik tolak. Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak pekerja yang belum tercakup, di sektor apa mereka bekerja, dan apa hambatan utama mereka mendaftar.
Penghargaan dan Pesan Sekretaris Provinsi
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah penerima penghargaan atas komitmen mereka memperluas jangkauan perlindungan tenaga kerja. Ia berharap penghargaan itu tidak berhenti sebagai pengakuan, melainkan menjadi pendorong kerja berikutnya.
“Saya berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Winarno, seperti dikutip Luwuraya.com.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Ia datang bersama Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur, Joni Patabi, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan Luwu Timur. Kehadiran tiga pihak sekaligus menunjukkan bahwa capaian ini lahir dari kerja lintas lembaga, bukan dari satu kantor saja.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Luwu Timur,” ujar Irwan dalam laporan yang sama.


