Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Selatan akan menggelar kegiatan bertajuk HIPMI BizTrip: Vale Experience 2026 pada Oktober 2026. Kegiatan itu mengangkat tema kolaborasi industri dan pengusaha muda untuk mendorong inovasi, hilirisasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Rencana pelaksanaan tersebut terlihat pada flyer resmi kegiatan yang mencantumkan logo BPD HIPMI Sulawesi Selatan bersama lambang dukungan terhadap program prioritas pemerintah tahun 2026. Pada bagian bawah flyer tertulis tiga kata kunci yang menjadi ruh acara: Connect, Learn, Collaborate.
Melalui tema yang diusung, HIPMI Sulsel memposisikan pengusaha muda bukan sebagai penonton di sektor industri, melainkan sebagai bagian dari rantai nilai yang tumbuh bersama perusahaan besar.
HIPMI BizTrip Vale Experience 2026 dan Makna Kegiatannya
Istilah BizTrip merujuk pada kegiatan perjalanan bisnis yang menggabungkan kunjungan ke lokasi industri dengan pembelajaran langsung dari pelaku usaha. Pola semacam ini lazim dipakai organisasi pengusaha untuk memperlihatkan bagaimana sebuah industri bekerja, mulai dari hulu sampai hilir.
Pada kegiatan ini, nama yang diangkat adalah Vale, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sulawesi Selatan dan sekaligus anggota holding industri pertambangan MIND ID. Kegiatan bertajuk Vale Experience itu mengindikasikan peserta akan diajak mengenal langsung pengalaman industri nikel, mulai dari proses penambangan, pengolahan, sampai persoalan keberlanjutan yang melekat pada sektor tersebut.
Meski begitu, flyer resmi yang beredar baru menyebut bulan pelaksanaan, yaitu Oktober 2026. Tanggal pasti, lokasi, susunan agenda, jumlah peserta, serta kanal pendaftaran belum dicantumkan pada flyer tersebut dan masih menunggu pengumuman resmi penyelenggara.
Mengapa Hilirisasi Menjadi Fokus Utama
Pilihan tema hilirisasi tidak muncul dari ruang kosong. Hilirisasi mineral telah menjadi salah satu agenda utama kebijakan industri nasional, dengan nikel sebagai komoditas paling menonjol karena keterkaitannya dengan industri baterai kendaraan listrik.
PT Vale Indonesia Tbk sendiri tengah memperluas basis operasinya. Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa mereka bergerak dari satu basis operasi di Sorowako menuju tiga wilayah operasi melalui sejumlah proyek pertumbuhan terintegrasi atau Integrated Growth Project (IGP).
Proyek di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah menelan investasi sekitar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat dan mencakup pengembangan tambang serta fasilitas pengolahan dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Proyek di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menjadi yang terbesar dengan nilai sekitar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat, sementara proyek di Sorowako, Sulawesi Selatan, memiliki nilai investasi sekitar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat dan ditargetkan beroperasi pada 2028.
Di Sorowako sendiri, PT Vale selama ini menjalankan operasi terintegrasi, mulai dari penambangan bijih hingga produksi nickel matte. Ekspansi yang sedang disiapkan mengarah pada pengolahan bijih limonit melalui fasilitas HPAL bersama mitra.
HIPMI Sulsel dan Perannya sebagai Mitra Strategis
Sepanjang 2026, BPD HIPMI Sulawesi Selatan aktif menjalankan agenda penguatan pengusaha muda. Pada Mei 2026, organisasi ini menggelar Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) dengan tema Tumbuh Bersama Menuju Sulsel Maju dan Berkarakter di Makassar.
Dalam forum itu, HIPMI ditegaskan berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan inovasi di kalangan pengusaha muda. Arahan pemerintah dijalankan, sementara masukan dari dunia usaha tetap disampaikan melalui jalur yang semestinya.
Posisi itu sejalan dengan lambang dukungan terhadap program prioritas pemerintah yang tercantum pada flyer HIPMI BizTrip: Vale Experience 2026. Bagi HIPMI, kedekatan dengan industri besar diyakini membuka akses pengetahuan, standar mutu, dan peluang kerja sama bagi usaha kecil dan menengah di daerah.


