Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

HIPMI Luwu Timur Tegaskan Pengusaha Lokal Bukan Penonton

22 September 2026 • Admin • 88 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Dari Penonton Menjadi Pelaku

Menurut HIPMI BPC Luwu Timur, perubahan status dari penonton menjadi pelaku tidak terjadi sendiri. Ada tiga hal yang harus dikerjakan bersamaan: kapasitas, akses, dan keberanian.

Pertama, kapasitas. Pengusaha lokal perlu dibekali kemampuan manajerial, pemahaman kontrak kerja, dan standar keselamatan kerja. Hal ini penting karena kesalahan kecil pada administrasi bisa membuat sebuah usaha gugur sebelum bertanding.

Kedua, akses. Pelaku usaha daerah membutuhkan informasi yang sama dengan pengusaha luar daerah soal pengadaan, kebutuhan mitra, dan jadwal kegiatan industri. Keterbukaan informasi menjadi kunci agar persaingan berjalan jujur.

Ketiga, keberanian. Menurut Bung WM, pengusaha muda Luwu Timur harus berani menawarkan diri, berani menegosiasikan kerja sama, dan berani belajar dari kesalahan.

Tata Atur
Iklan

“Jangan takut bersaing. Yang penting kita punya mutu dan integritas. Kalau dua itu dipegang, pengusaha Luwu Timur bisa berdiri setara,” ujar Bung Wahyu.

Kendala yang Harus Dijawab Bersama

Realitasnya tidak selalu mudah. Banyak pengusaha muda Luwu Timur masih bergulat dengan keterbatasan modal, akses informasi, dan kapasitas produksi. Tidak sedikit pula yang belum memiliki dokumen usaha yang lengkap sehingga sulit masuk ke pengadaan resmi.

Bagi HIPMI BPC Luwu Timur, kendala seperti itu bukan alasan untuk berhenti, melainkan daftar kerja yang harus diselesaikan bersama. Organisasi ini mendorong anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, bekerja sama dalam lingkup usaha kecil dan menengah, serta memanfaatkan program pembinaan yang tersedia.

Bung WM menilai, pengusaha lokal juga perlu berani tampil dengan standar yang rapi. Menurut dia, mitra industri tidak menilai semangat saja, melainkan bukti kerja: laporan yang tertata, hasil kerja yang bisa diperiksa, dan ketepatan waktu.

Peran Pemerintah Daerah dan Industri

Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah dan perusahaan besar tetap menjadi faktor penentu. Kebijakan yang membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, disertai pembinaan yang berkelanjutan, akan jauh lebih efektif daripada sekadar imbauan.

Pengalaman di beberapa daerah menunjukkan, pengusaha lokal yang dibina secara terarah mampu naik kelas dan menjadi mitra tetap sebuah industri. Hal itu hanya bisa terjadi bila ada kemauan dari kedua sisi: dunia usaha menyiapkan diri, dan industri memberi ruang yang wajar.

“Kami di HIPMI akan terus mendorong itu. Tapi kami juga minta ruang itu dibuka dengan sungguh-sungguh, supaya pengusaha Luwu Timur bukan cuma jadi pelengkap,” kata Bung Wahyu.

HIPMI BPC Luwu Timur Siap Membuka Jalan

Sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muda, HIPMI BPC Luwu Timur menyatakan siap menjadi jembatan. Peran itu dijalankan melalui penguatan jaringan antaranggota, fasilitasi komunikasi dengan pemangku kepentingan, dan dorongan agar pelaku usaha lokal masuk dalam kemitraan yang resmi.

Halaman ini juga menjadi ruang bagi pengusaha muda daerah untuk saling menguatkan. Prinsipnya sederhana: satu pengusaha lokal yang naik kelas harus ikut menarik yang lain, bukan justru menutup pintu bagi sesama.

Bagi Bung WM, kesuksesan seorang pengusaha daerah bukan hanya soal keuntungan pribadi. Ada tanggung jawab sosial yang melekat, terutama dalam menyediakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Pengusaha lokal yang tumbuh berarti lapangan kerja bertambah di Luwu Timur. Itu dampak yang paling kita kejar,” tegasnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa Ketua Umum HIPMI BPC Luwu Timur?

Ketua Umum HIPMI BPC Luwu Timur adalah Wahyu Maizal, SH., MH., yang akrab disapa Bung WM atau Bung Wahyu oleh kalangan pengusaha muda di daerah ini.

Apa yang dimaksud pengusaha lokal tidak menjadi penonton?

Maksudnya, setiap investasi dan kegiatan industri yang berjalan di Luwu Timur harus membuka ruang nyata bagi pelaku usaha daerah, baik sebagai pemasok, mitra kerja, maupun penyedia jasa pendukung.

Bagaimana cara pengusaha muda Luwu Timur ikut mengambil peran?

Caranya dimulai dari memperkuat kapasitas usaha sendiri, seperti legalitas, pencatatan keuangan, dan standar mutu, lalu aktif menjalin komunikasi melalui HIPMI BPC Luwu Timur untuk mengetahui peluang kemitraan yang tersedia.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga