Isu bahan bakar minyak bersubsidi kembali mencuat di Luwu Timur. Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait antrean solar subsidi di SPBU Pancakarsa, Kecamatan Mangkutana, pada Minggu (27/9/2026). Di hari yang sama, seorang petani terlihat membawa jerigen untuk membeli solar subsidi dengan membawa rekomendasi resmi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.
Dua peristiwa itu menunjukkan satu hal: distribusi solar subsidi di daerah ini menyangkut kepentingan banyak pihak, mulai pengguna kendaraan harian hingga petani yang mengandalkan alat mesin pertanian. Karena itu, tata kelola penyalurannya menjadi perhatian warga, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Antrean dan Pola Pelayanan di SPBU Pancakarsa
Keluhan warga yang disampaikan pada Minggu (27/9/2026) berkaitan dengan ketertiban antrean serta pola pelayanan kendaraan di sekitar jalur pengisian. Masyarakat yang telah menunggu menyampaikan harapan agar pelayanan di SPBU dijalankan sesuai urutan dan ketentuan yang berlaku.
Antrean panjang BBM bersubsidi bukan hal baru di sejumlah daerah, termasuk di Luwu Timur. Persoalan ini biasanya muncul ketika permintaan meningkat, sementara kuota penyaluran harian mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan sehingga pengaturan di lapangan menjadi kunci.
Dalam kondisi seperti itu, transparansi urutan pengisian dan komunikasi petugas kepada pembeli sangat memengaruhi suasana di lokasi. Warga yang merasa dilayani secara adil cenderung lebih sabar menunggu, sementara antrean yang tidak tertata berpotensi memicu gesekan.
Rekomendasi Resmi untuk Kebutuhan Pertanian
Di sisi lain, seorang petani yang membawa jerigen ke SPBU Pancakarsa menunjukkan bahwa pembelian solar bersubsidi untuk kebutuhan usaha tani memiliki jalur resmi. Pembelian tersebut tidak serta-merta dapat dinilai sebagai pelanggaran karena dilengkapi surat rekomendasi.
Berdasarkan dokumen yang diperlihatkan, rekomendasi tersebut diterbitkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan ditujukan untuk mendukung kegiatan pertanian. Dokumen itu mencantumkan sejumlah keterangan teknis yang membuat penyalurannya dapat ditelusuri.
- Penerima rekomendasi: petani dari kelompok tani Satya Abadi, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Kalaena.
- Peruntukan: operasional mesin panen padi (combine harvester) berkapasitas 70 HP.
- Alokasi: 1.300 liter per bulan.
- Lokasi pengambilan: SPBU 7492904, Jalan Trans Sulawesi, Dusun Lopi.
- Masa berlaku rekomendasi: hingga 6 November 2026.
Skema rekomendasi seperti ini lazim digunakan agar solar bersubsidi tepat sasaran untuk sektor produktif. Alat mesin pertanian, terutama combine harvester, membutuhkan pasokan bahan bakar yang stabil pada musim panen. Tanpa kepastian pasokan, jadwal panen bisa tergeser dan biaya produksi meningkat.
Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi di Luwu Timur
Sehari bersamaan dengan peristiwa di Mangkutana, pengawasan penyaluran BBM subsidi juga berlangsung di lokasi lain. Satuan Polisi Pamong Praja terus memantau penyaluran BBM subsidi di SPBU Ussu yang dilaporkan berjalan lancar dan tertib pada Minggu (27/9/2026).
Pemantauan semacam itu menjadi bagian dari upaya menjaga agar penyaluran bersubsidi tidak bocor ke pengguna yang tidak berhak. Pemerintah daerah sebelumnya juga pernah melakukan sidak ke sejumlah SPBU, termasuk di wilayah Sorowako, untuk memeriksa pencatatan dan pelayanan.
Di sisi lain, regulasi tentang pembelian BBM subsidi oleh kendaraan tertentu terus menjadi sorotan. Sejumlah aturan pembatasan membuat kendaraan yang tidak terdaftar berisiko ditindak bila mengisi jenis bahan bakar bersubsidi. Karena itu, pemahaman warga terhadap ketentuan menjadi penting.
Selain kepastian pasokan, keterbukaan informasi soal kuota harian juga membantu pembeli mengatur waktu. Ketika warga mengetahui jam-jam tertentu cenderung lebih lengang, penumpukan kendaraan dapat dihindari tanpa harus menambah waktu tunggu.


