Harapan agar Berdampak bagi Warga
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menekankan agar gelaran yang berlangsung 6–10 Oktober itu tidak berhenti sebagai ruang pameran seremonial. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi stimulus penggerak ekonomi warga lokal sekaligus ajang promosi produk unggulan UMKM ke pasar yang lebih luas.
Harapan serupa disampaikan pelaku usaha kecil di kawasan Sorowako. Selama sepekan gelaran berlangsung, kebutuhan makan, minuman, transportasi, dan penginapan meningkat. Bagi warung dan penyedia jasa lokal, momen seperti ini menjadi tambahan penghasilan yang signifikan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga menyiapkan sejumlah agenda agar tamu tidak hanya datang ke lokasi expo. Tamu diarahkan mengenal destinasi wisata sekitar, termasuk kawasan Danau Matano dan produk oleh-oleh khas. SuaraLutim sebelumnya melaporkan bagaimana persiapan Expo K-UMKM memasuki tahap akhir, termasuk perkiraan kehadiran tamu dari berbagai daerah.
Catatan yang perlu dijaga bersama adalah soal harga dan kualitas layanan. Momentum sepekan ini menentukan kesan tamu terhadap Luwu Timur. Jika pengalaman mereka baik, peluang kunjungan ulang dan transaksi lanjutan jadi lebih besar.
Menjaga Mutu agar Tidak Berhenti di Lapak
Bagi pelaku usaha, expo adalah pintu, bukan garis akhir. Setelah pembeli mencoba produk di lokasi, kelanjutannya bergantung pada mutu dan kesiapan administrasi usaha. Kemasan, label, dan takaran yang konsisten menjadi pekerjaan rumah yang menentukan apakah pesanan berikutnya benar-benar datang.
Pencatatan transaksi juga penting. Pelaku usaha yang mengetahui produk mana paling diminati akan lebih mudah menyusun rencana produksi setelah gelaran selesai. Tanpa catatan, pengalaman sepekan expo hanya menjadi kenangan tanpa perbaikan usaha.
Selain itu, jejaring antarpelaku usaha dari berbagai kabupaten dan kota kerap menjadi hasil paling tahan lama dari sebuah pameran. Dari perkenalan itu lahir kerja sama pasokan bahan, titip jual, hingga pengiriman antar daerah.
Dampak Sepekan bagi Ekonomi Warga
Selama lima hari gelaran, kawasan Sorowako menerima tambahan kunjungan yang cukup besar. Kebutuhan makan, minuman, transportasi, hingga penginapan meningkat. Bagi warung, penyedia jasa antar-jemput, dan pemilik kamar sewa, momen seperti ini menambah penghasilan di luar hari biasa.
Karena itu pemanfaatan gelaran perlu dipikirkan sejak awal. Sebagian warga memilih membuka lapak tambahan di sekitar area kegiatan, sementara yang lain memasok bahan baku ke pedagang di lokasi expo. Keduanya sama-sama berpeluang selama penataan lokasi tidak menghambat usaha kecil.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan alur pengunjung berjalan lancar. Kemacetan dan keterbatasan parkir bisa membuat pengunjung cepat pulang, sehingga daya beli warga sekitar lokasi tidak tergarap maksimal.
FAQ Harkopnas dan Expo K-UMKM Luwu Timur
Kapan dan di mana Expo K-UMKM Harkopnas ke-79 digelar?
Kegiatan digelar di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, pada 6 sampai 10 Oktober 2026. Pembukaan dilaksanakan Selasa malam (6/10/2026).
Apa yang dipamerkan dalam expo ini?
Beragam produk koperasi dan UMKM, mulai dari olahan pangan, kerajinan, hingga produk khas daerah dari Luwu Timur dan kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan. Expo juga menjadi ajang jejaring bagi pelaku usaha desa.
Mengapa Luwu Timur menjadi tuan rumah?
Penunjukan Luwu Timur sebagai pusat peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Sulawesi Selatan dinilai sebagai bentuk kepercayaan atas kesiapan daerah, termasuk dukungan infrastruktur dan keterlibatan pelaku koperasi serta UMKM setempat.
Sumber
KutipNusantara.com, “Pembukaan Harkopnas Ke-79 di Sorowako, Disdagkop Lutim Minta KDKMP Tampil Unjuk Identitas” — tautan. KutipNusantara.com, “Expo K-UMKM Harkopnas ke-79 di Sorowako, Wabup Puspawati Dorong Penguatan Ekonomi Warga” — tautan. Expose Timur (exposetimur.com), 4 Oktober 2026 — tautan. Karebata.id, 4 Oktober 2026 — tautan. Input Rakyat (inputrakyat.co.id).


