Program Pandu Juara Luwu Timur menyiapkan alokasi Rp2 miliar per desa untuk 33 desa yang masuk sebagai pilot project. Kebijakan itu menjadi tulang punggung upaya pemerintah daerah menggerakkan ekonomi dari tingkat paling bawah, dengan bertumpu pada potensi masing-masing wilayah.
Pandu Juara adalah singkatan dari Pembangunan Desa Unggul Juara. Melalui program ini, setiap desa peserta didorong mengembangkan sektor unggulan yang dimilikinya agar menjadi sumber pendapatan warga, bukan sekadar proyek seremonial.
Atas langkah tersebut, Kabupaten Luwu Timur menerima penghargaan Daerah Peduli Inovasi Kreatif dari Kompas TV dalam puncak peringatan HUT ke-15 Kompas TV di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pandu Juara Luwu Timur dan alokasi Rp2 miliar per desa
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan alokasi anggaran itu dalam keterangannya kepada media. “Kami telah menyiapkan alokasi anggaran Rp2 miliar per desa untuk 33 desa pilot project,” ujarnya, seperti diberitakan Patikala.com.
Angka tersebut menunjukkan skala program yang cukup besar untuk ukuran keuangan desa. Tujuannya agar tercipta aktivitas ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, tidak lagi bergantung pada satu sektor saja.
Setiap desa diberi ruang menentukan arah pengembangannya sendiri. Potensi yang disasar beragam, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan lokal, sesuai kondisi alam dan keterampilan warga di masing-masing wilayah.
Desa jadi ujung tombak pembangunan
Pendekatan Pandu Juara menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan. Pemerintah kabupaten menyiapkan dukungan, sementara desa menentukan jenis usaha atau kegiatan yang paling masuk akal untuk dikembangkan.
Bagi warga desa, konsekuensi praktisnya ada dua. Pertama, ada anggaran yang bisa dipakai membangun kapasitas usaha warga. Kedua, ada tuntutan agar perencanaan dan pelaporan kegiatan benar-benar rapi, karena setiap rupiah yang digelontorkan berasal dari anggaran publik.
Karena itu, kualitas perangkat desa menjadi penentu. Perencanaan yang asal-asalan akan berujung pada kegiatan yang tidak berdampak, sedangkan perencanaan yang baik bisa menghasilkan usaha desa yang bertahan setelah program berakhir.
Penghargaan Daerah Peduli Inovasi Kreatif
Pengakuan dari Kompas TV diberikan setelah penilaian terhadap upaya pemerintah daerah mendorong potensi ekonomi di tingkat desa. Luwu Timur terpilih sebagai satu dari tujuh kabupaten/kota di Indonesia yang menerima apresiasi tersebut.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa. Bupati Irwan menerimanya didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan.
Menurut pemberitaan Kompas TV, apresiasi itu diberikan atas langkah Pemkab Luwu Timur mendorong potensi desa lewat Pandu Juara, dengan 33 desa sebagai sampel dan dukungan anggaran Rp2 miliar per desa.
Pemerintah daerah berharap program ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Bagi Kabupaten Luwu Timur, pengakuan di tingkat nasional juga menjadi alat promosi tersendiri ketika bersaing menarik investasi dan dukungan program dari pusat.
Belajar dari daerah lain
Pandu Juara tidak hanya dijalankan di dalam kabupaten. Rombongan Pemkab Luwu Timur tercatat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sentra usaha dan industri di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Gresik, untuk mempelajari pengelolaan sentra perikanan, terutama bandeng.
Kunjungan semacam itu lazim dalam pelaksanaan program berbasis potensi daerah. Tujuannya melihat langsung bagaimana rantai produksi, pengolahan, dan pemasaran dijalankan, lalu menyesuaikannya dengan kondisi Luwu Timur yang memiliki kawasan pesisir dan perairan danau yang luas.
Pendekatan itu juga menandakan bahwa Pandu Juara tidak hanya berbicara soal anggaran, tetapi juga soal tata kelola, kemitraan, dan akses pasar bagi produk desa.


