Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: Cakupan Imunisasi Lutim Diperkuat

21 Agustus 2026 • Admin
Rapat kolaborasi lintas sektor penguatan cakupan imunisasi Pemkab Luwu Timur, berita luwu timur
Gambar: Pedomanrakyat.com

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Upaya itu sekaligus untuk melindungi masyarakat dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Penguatan tersebut dibahas dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Malili.

Kegiatan itu digelar di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Forum tersebut mempertemukan berbagai pihak yang berperan dalam pelaksanaan program imunisasi di daerah. Tujuannya menyamakan langkah agar sasaran imunisasi terjangkau lebih merata.

Berita Luwu Timur: Imunisasi Diperkuat lewat Kolaborasi

Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, mewakili Bupati Luwu Timur. Turut hadir narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Siti Faridah, selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Selain itu hadir Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lutim, Alimuddin Bachtiar.

Peserta yang hadir meliputi OPD terkait, perwakilan RSUD I Lagaligo, RS Primaya Soroako, para camat se-Kabupaten Luwu Timur, serta para kepala puskesmas. Kehadiran berbagai pihak menegaskan bahwa program imunisasi tidak berjalan sendiri. Keterlibatan lintas sektor dinilai menentukan keberhasilan cakupan imunisasi.

Imunisasi sebagai Upaya Kesehatan Masyarakat

Dalam sambutannya, Aswan Aziz menyampaikan bahwa program imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat. Tujuannya memberikan perlindungan kepada bayi, balita, anak usia sekolah, serta kelompok sasaran lainnya. Perlindungan itu diberikan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

“Keberhasilan program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, dukungan aktif dan komitmen dari seluruh sektor,” ungkapnya.

Menurut Aswan, keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting agar program imunisasi berjalan optimal. Dukungan itu juga diperlukan untuk menjangkau seluruh kelompok sasaran. Tanpa kerja bersama, sasaran yang belum terjangkau sulit dikejar.

Dukungan pemerintah kecamatan, desa, satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta sektor terkait dinilai penting. Peran tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas cakupan imunisasi. Keterlibatan sekolah, misalnya, membantu menjangkau anak usia sekolah yang menjadi sasaran.

Menjangkau Sasaran yang Belum Terlayani

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lutim, Alimuddin Bachtiar, mengatakan peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan kerja bersama. Terutama dalam menjangkau sasaran yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Kelompok inilah yang sering luput dalam pendataan rutin.

Alimuddin menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, fasilitas kesehatan, serta sektor lainnya. Koordinasi itu diperlukan dalam melakukan pendataan, sosialisasi, dan pemantauan sasaran imunisasi. Ketiga hal tersebut menjadi kunci memperluas jangkauan layanan.

“Cakupan imunisasi tidak bisa kita tingkatkan hanya oleh Dinas Kesehatan. Kita membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, sekolah, fasilitas kesehatan hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Luwu Timur dapat semakin optimal. Seluruh sasaran diharapkan memperoleh imunisasi secara lengkap sesuai jadwal. Dengan begitu, perlindungan terhadap PD3I dapat terbangun lebih kuat.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga