Berita Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menyemarakkan program Sabtu Sehat Juara (SSJ) dengan menyafarikannya secara bergilir ke setiap kecamatan. Pelaksanaan perdana berlangsung di Lapangan Kecamatan Tomoni pada Sabtu (29/08/2026) dan diikuti langsung oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler. Kegiatan itu turut dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat Tomoni Darwin, para kepala desa, pelajar sekolah dasar di Kecamatan Tomoni, serta masyarakat setempat.
Pelaksanaan Perdana SSJ Berlangsung di Lapangan Kecamatan Tomoni
Sabtu Sehat Juara merupakan agenda olahraga bersama yang selama ini digerakkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Pada edisi kali ini pemerintah daerah mengubah pola pelaksanaannya dengan mendatangi kecamatan secara bergiliran. Tomoni menjadi kecamatan pertama yang mendapat giliran tersebut. Sejak pagi, lapangan kecamatan dipenuhi warga yang ingin ikut serta.
Kehadiran orang nomor satu dan nomor dua di Luwu Timur menandai keseriusan pemerintah daerah terhadap program ini. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan bersama warga dan peserta yang hadir. Suasana lapangan berubah menjadi ruang pertemuan warga dari berbagai kalangan.
Dalam kegiatan itu, pemerintah daerah menyebut pelaksanaan SSJ di tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat. Program ini sekaligus dimaksudkan mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Dua tujuan itu berjalan beriringan dalam satu kegiatan olahraga bersama.
Berita Luwu Timur: SSJ Disafari Bergilir ke Setiap Kecamatan
Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa SSJ kini mulai disafari. Menurutnya, pemerintah daerah akan bergiliran mendatangi setiap kecamatan setiap minggunya. Penegasan itu ia sampaikan langsung di hadapan warga Tomoni.
“SSJ ini mulai kita safarikan. Kita akan bergiliran mendatangi setiap kecamatan setiap minggunya,” ungkap Bupati Irwan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program ini bukan kegiatan seremonial semata. Ada rencana kunjungan rutin yang menyebar ke seluruh wilayah kabupaten. Setiap kecamatan akan menjadi tuan rumah pada gilirannya.
Antusiasme Pelajar dan Warga Kecamatan Tomoni
Pelaksanaan SSJ di Kecamatan Tomoni berlangsung meriah dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran pelajar dan warga semakin menambah semarak kegiatan olahraga bersama tersebut. Pemerintah daerah menilai keterlibatan banyak pihak sebagai tanda dukungan yang tumbuh.
Pelajar sekolah dasar yang hadir menjadi bagian penting dari kegiatan itu. Keikutsertaan mereka diharapkan menanamkan kebiasaan bergerak sejak usia dini. Kebiasaan tersebut dinilai lebih mudah dibentuk ketika anak melihat langsung contoh dari lingkungan sekitarnya.
Selain pelajar, para kepala desa di Kecamatan Tomoni juga tampak hadir. Kehadiran aparatur desa memperlihatkan bahwa gerakan hidup sehat menyentuh hingga tingkat paling bawah pemerintahan. Masyarakat umum yang datang atas kesadaran sendiri melengkapi keramaian pagi itu.
Cara Pemkab Lutim Membangun Budaya Hidup Sehat
Bupati Irwan menilai kegiatan olahraga bersama seperti SSJ tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik. Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan. Dua manfaat tersebut dinilai saling menguatkan.
Pendekatan yang dipilih pemerintah daerah adalah mendekatkan layanan dan kegiatan ke warga. Alih-alih menuntut warga datang ke satu titik pusat, pemerintah yang mendatangi kecamatan. Cara ini dinilai lebih efektif untuk wilayah kabupaten yang cukup luas.
Olahraga Sebagai Ruang Interaksi Sosial
Dalam banyak kegiatan olahraga bersama, interaksi antarwarga tumbuh secara alami. Warga yang jarang bertemu dapat berbincang dalam suasana santai. Pemerintah daerah melihat pola itu sebagai modal sosial yang perlu dirawat.
SSJ juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung suasana di lapangan. Kegiatan bersama membuka ruang komunikasi yang lebih cair dibanding forum resmi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Sejumlah program kesehatan daerah lain juga memakai pendekatan serupa, yakni mendekatkan layanan ke titik tempat warga berkumpul. Contohnya dapat dilihat pada kegiatan pelayanan KB serentak yang menyambut World Contraception Day 2026 di Luwu Timur. Pola jemput bola seperti itu dinilai mempermudah warga mengakses layanan.