SUARALUTIM.COM, MALILI — Turnamen Dandim Cup II Basketball Antarpelajar se-Luwu Raya Tahun 2026 resmi bergulir di GOR Malili. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI itu dibuka Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Dandim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, dan Kapolres Luwu Timur, AKBP Irwan Kurniadi, Kamis (15/10/2026).
Pembukaan berlangsung meriah karena diisi pertandingan persahabatan antara tim Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melawan tim TNI-Polri. Laga itu berakhir dengan skor tipis 20–19 untuk kemenangan tim Pemkab Luwu Timur.
Bagi Luwu Timur, ajang ini bukan sekadar kompetisi. Turnamen menjadi titik temu antara pembinaan olahraga pelajar, peringatan hari besar TNI, dan upaya menghidupkan gelanggang olahraga di Malili sebagai pusat kegiatan bersama.
Luwu Timur dan Turnamen yang Diperluas ke Luwu Raya
Dandim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menyebut Dandim Cup II adalah penyelenggaraan kedua. Jika sebelumnya kompetisi digelar dalam lingkup Kabupaten Luwu Timur, tahun ini cakupannya diperluas hingga wilayah Luwu Raya.
Perluasan itu membawa konsekuensi tersendiri: jumlah peserta bertambah, jadwal pertandingan lebih panjang, dan kebutuhan fasilitas bertanding makin beragam. GOR Malili yang menjadi lokasi utama harus menampung rombongan sekolah dari beberapa kabupaten dan kota.
Bupati Irwan Bachri Syam mengapresiasi panitia dan jajaran TNI, khususnya Kodim 1403/Palopo, yang menginisiasi turnamen sebagai wadah pengembangan bakat pelajar. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi jalan pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Pertandingan Persahabatan Pemkab vs TNI-Polri
Pertandingan persahabatan pada malam pembukaan mengambil peran sebagai pembuka sekaligus penanda kedekatan antarinstansi. Tim Pemkab memakai kesempatan itu sebagai cara merawat komunikasi lintas lembaga, sementara tim TNI-Polri memanfaatkannya sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 TNI.
Skor akhir 20–19 menunjukkan pertandingan berjalan ketat, meski penekanannya lebih pada suasana kebersamaan. Format laga seperti ini lazim dipakai dalam agenda daerah karena mampu menghadirkan suasana cair tanpa menghilangkan makna seremoni.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Pembinaan Atlet Pelajar dan Kalender Olahraga Daerah
Turnamen antarpelajar menjadi bagian dari rantai pembinaan. Sekolah mengirimkan pemain terbaiknya, pelatih menguji pola permainan, dan kompetisi memberi pengalaman bertanding yang tidak selalu didapat di level sekolah.
Ada beberapa hal yang membuat kompetisi antarwilayah penting bagi pelajar.
- Jam terbang bertambah. Pemain muda berlatih menghadapi gaya permainan dari daerah lain yang berbeda.
- Sportivitas diuji. Aturan pertandingan, keputusan wasit, dan sikap saat kalah-menang menjadi bagian dari pendidikan karakter.
- Peluang terpantau. Pengurus cabang olahraga dan sekolah dapat melihat potensi pemain untuk pembinaan jenjang berikutnya.
Kolaborasi TNI dan Polri dalam agenda olahraga pelajar juga pernah dirancang dalam pertemuan koordinasi antarinstansi. Ide turnamen semacam ini tumbuh dari kesepakatan sederhana: menghadirkan ruang positif bagi pelajar melalui olahraga.
Apa yang Dipertandingkan
Kompetisi berjalan dengan format antarpelajar, dengan pertandingan yang dijadwalkan di GOR Malili dan lapangan pendukung. Panitia mengatur jadwal pertandingan agar tidak bertabrakan dengan jam belajar, sementara sekolah mengurus administrasi peserta dan pendampingan siswa.
Bagi warga sekitar, pertandingan menjadi tontonan alternatif pada sore dan malam hari. Ini pula yang membuat gelanggang olahraga kembali hidup setelah beberapa waktu lebih banyak dipakai untuk kegiatan seremonial.
Dampak Ikutan di Sekitar Lokasi Pertandingan
Kegiatan yang berlangsung beberapa hari menghadirkan pergerakan orang dalam jumlah besar. Dampak yang paling mudah dibaca adalah tumbuhnya aktivitas usaha kecil di sekitar lokasi: pedagang makanan, minuman, hingga penjual kebutuhan pendukung pertandingan.
Pemerintah daerah kerap menempatkan dua hal dalam pengelolaan kegiatan seperti ini. Pertama, memastikan pertandingan berjalan aman dan tertib. Kedua, menjaga agar kegiatan memberi kemanfaatan bagi warga, termasuk bagi pelaku usaha mikro di sekitar gelanggang.
Karena itu, agenda pembinaan atlet biasanya dibaca berdampingan dengan agenda ekonomi daerah. Event olahraga yang dikelola rapi bisa menarik pengunjung, memutar uang di lingkungan sekitar, sekaligus mengasah kemampuan pelajar.


