Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Destinasi Luwu Timur: Bura-Bura hingga Goa Air Matano

25 September 2026 • Admin • 22 kali dibaca
Destinasi Luwu Timur di kawasan Danau Matano yang dikunjungi rombongan wisatawan
Gambar: Res Publica/Disparmudora Luwu Timur
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Destinasi Luwu Timur di sisi barat kawasan Danau Matano menyimpan sejumlah titik yang belum banyak masuk paket perjalanan wisata. Selain panorama danau terdalam di Asia Tenggara itu, wisatawan bisa menjumpai mata air yang menyembul dari dasar danau, sungai jernih yang bisa disusuri dengan kayak, sampai gua berair yang menuntut nyali. Lokasinya berada di Desa Wisata Matano dan kawasan Sorowako, Kecamatan Nuha.

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menyebut rangkaian objek tersebut sebagai bagian dari penguatan ekowisata. Pada Juli 2026, Disparmudora mendampingi kunjungan rombongan wisatawan bersama agen perjalanan El's Queen Wisata yang menjelajahi sejumlah titik di kawasan Danau Matano, mulai dari taman keanekaragaman hayati di Sorowako hingga gua berair di tepi danau.

Destinasi Luwu Timur di Tepi Danau Matano

Kawasan Danau Matano berada di Kecamatan Nuha, sekitar 600 kilometer dari Kota Makassar melalui jalur darat Trans Sulawesi. Danau ini dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara dan menjadi ikon wisata Kabupaten Luwu Timur. Di sekelilingnya tumbuh sejumlah objek wisata yang dikelola bersama oleh pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.

Disparmudora Luwu Timur menempatkan kawasan Matano sebagai salah satu fokus promosi ekowisata. Kepala Disparmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat, menyatakan pihaknya ingin memastikan setiap wisatawan memperoleh pengalaman yang utuh, mulai dari wisata air, river park, hingga gua. Menurutnya, keberagaman atraksi itu menunjukkan Luwu Timur punya paket lengkap untuk liburan keluarga maupun perjalanan edukatif.

Tata Atur
Iklan

Pendampingan terhadap agen perjalanan dilakukan agar destinasi Luwu Timur semakin sering masuk dalam itinerary wisata, bukan hanya menjadi tempat singgah singkat. Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan fasilitas dan aspek keamanan di setiap objek tetap terjaga.

Mengapa kawasan ini cocok untuk wisata alam

  • Jarak antartitik relatif dekat, sehingga satu hari perjalanan bisa mencakup tiga sampai empat lokasi.
  • Karakter wisatanya beragam: mata air, sungai, gua, dan taman hayati.
  • Banyak titik cocok untuk kunjungan keluarga sekaligus kunjungan sekolah berbasis edukasi lingkungan.

Mata Air Bura-Bura dan Gelembung Alami dari Dasar Danau

Objek pertama yang biasa dikunjungi adalah Mata Air Bura-Bura. Di lokasi ini, air muncul dari dasar danau dan membentuk gelembung-gelembung yang naik ke permukaan. Fenomena itu menjadi daya tarik utama karena jarang ditemukan di danau lain. Suasana sekitar yang asri dan sejuk membuat lokasi ini sering dipakai sebagai titik pembuka perjalanan sebelum wisatawan melanjutkan ke objek berikutnya.

Bagi wisatawan yang baru pertama datang, Bura-Bura menjadi pengantar yang baik untuk memahami karakter kawasan Danau Matano. Airnya jernih dan tenang, sehingga aktivitas di sekitar mata air tetap nyaman untuk anak-anak maupun orang tua.

Waktu kunjungan yang disarankan

Kunjungan pada pagi hingga siang hari umumnya memberi pencahayaan paling baik untuk menikmati kejernihan air. Cuaca di kawasan ini cenderung kering pada Agustus hingga Oktober, sehingga periode tersebut lebih ramah untuk aktivitas luar ruang, dengan catatan wisatawan tetap membawa pelindung kepala dan air minum.

Laa Waa River Park dan Wisata Air Sungai Jernih

Setelah Bura-Bura, perjalanan berlanjut ke Laa Waa River Park, destinasi yang mengandalkan kejernihan air sungai dengan latar vegetasi hijau. Di lokasi ini wisatawan dapat mencoba kayak, meluncur dengan ban di aliran sungai, hingga berenang. Kombinasi aktivitas air dan suasana alam membuat tempat ini populer bagi rombongan keluarga dan komunitas.

Pengelolaan objek ini melibatkan masyarakat sekitar, terutama untuk penyewaan peralatan dan pendampingan aktivitas air. Keterlibatan warga menjadi penting agar manfaat ekonomi wisata tetap berputar di desa penyangga kawasan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga