Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Pemerintah menetapkan 26 hari libur pada 2027, terdiri atas 18 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. Bagi pariwisata lutim, ketetapan itu bukan sekadar jadwal kantor: ia adalah peta kapan jalan menuju danau akan padat, kapan penginapan penuh, dan kapan pedagang di titik wisata bisa menghitung perkiraan dagangan.
Ketetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang ditandatangani Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini di Jakarta, Selasa (15/9/2026). SKB itu masing-masing bernomor 1205 Tahun 2026, Nomor 3 Tahun 2026, dan Nomor 2 Tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut komposisi libur tahun depan masih didominasi hari raya keagamaan. “Sudah disepakati jumlah libur nasional 18 hari di tahun 2027, mayoritas hari raya keagamaan. Kemudian jumlah cuti bersama tahun 2027 sebanyak 8 hari,” katanya, dikutip Luwuraya.com.
Pariwisata Lutim dan Peta Musim Ramai
Dalam setahun, kunjungan wisata tidak tersebar rata. Ada pekan yang sepi dan ada pekan ketika satu kawasan menerima kunjungan berkali-kali lipat dari hari biasa. Kalender libur membantu pengelola destinasi, pelaku homestay, dan pedagang menyiapkan kapasitas sebelum gelombang datang, bukan setelah.
Dari daftar yang dipublikasikan, beberapa periode tampak berpotensi menciptakan libur panjang:
| Periode 2027 | Dasar kalender | Potensi kunjungan |
|---|---|---|
| 5–7 Februari | Cuti bersama Jumat (5/2) dan Tahun Baru Imlek Sabtu (6/2) | Libur tiga hari berurutan |
| 6–8 Maret | Hari Suci Nyepi Senin (8/3) | Akhir pekan panjang |
| 6–15 Maret | Cuti bersama 9 dan 12 Maret, Idulfitri 10–11 Maret, cuti bersama 15 Maret | Rangkaian libur terpanjang awal tahun |
| 25–28 Maret | Cuti bersama 25 Maret, Wafat Yesus Kristus 26 Maret, Paskah 28 Maret | Empat hari berjarak rapat |
| 17–20 Mei | Iduladha 17 Mei, cuti bersama 18–19 Mei, Waisak 20 Mei | Empat hari berurutan |
| 25–26 Desember | Natal 25 Desember dan libur 26 Desember | Puncak akhir tahun |
Perlu dicatat, daftar cuti bersama yang dipublikasikan memuat delapan tanggal, dan tidak seluruhnya tercantum dalam kutipan berita yang menjadi rujukan artikel ini. Karena itu, tabel di atas hanya memuat periode yang dasarnya jelas terbaca dari daftar libur nasional dan cuti bersama yang tercantum.
Rangkaian 6–15 Maret adalah yang paling perlu diperhatikan. Dalam rentang itu terdapat cuti bersama, dua hari Idulfitri, dan satu hari cuti bersama lagi pada 15 Maret. Untuk daerah tujuan seperti Luwu Timur, periode semacam ini biasanya menandai puncak kunjungan keluarga dari kabupaten sekitar dan kota besar di Sulawesi Selatan.
Destinasi yang Paling Siap Menerima Lonjakan
Data kunjungan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Luwu Timur sepanjang 2025 memperlihatkan pola yang jarang dibahas: pusat kunjungan tidak selalu berada di destinasi alam yang paling sering dipromosikan. Kecamatan Malili mencatat 194.654 kunjungan, jauh di atas kecamatan lain. Burau 26.691 kunjungan, Wasuponda 18.295, Kalaena 18.183, Wotu 14.188, Towuti 8.423, Nuha 4.416, dan Mangkutana 4.170.
Angka itu menjelaskan mengapa kesiapan tidak boleh hanya dibicarakan untuk kawasan danau. Malili sebagai pusat pemerintahan dan pintu masuk wilayah menerima beban kunjungan terbesar, termasuk kunjungan dinas, keluarga, dan transit. Sementara Towuti dan Nuha, yang justru menjadi ikon wisata danau, menerima kunjungan lebih sedikit dari kapasitas alamnya.
Ada dua cara membaca data itu. Pertama, sebagai peluang: destinasi di Towuti dan Nuha masih punya ruang tumbuh. Kedua, sebagai peringatan: kawasan yang paling ramai belum tentu yang paling siap, terutama soal parkir, toilet, dan pengelolaan sampah pada hari libur.


