Pariwisata lutim akan ikut terangkat pekan ini. Expo UMKM dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dipusatkan di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, pada 6 sampai 10 Oktober 2026. Kegiatan berskala provinsi itu diperkirakan menarik ribuan tamu dari berbagai kabupaten dan kota, sehingga bukan hanya panitia yang bersiap, tetapi juga sektor penginapan, transportasi, dan destinasi wisata di sekitarnya.
Bagi tamu yang datang dari luar daerah, Sorowako bukan sekadar lokasi acara. Desa ini berdiri di tepi Danau Matano, danau tektonik purba yang menjadi salah satu ikon Sulawesi Selatan. Artinya, selama jeda agenda resmi, peserta expo bisa menjangkau destinasi kelas utama hanya dengan perjalanan darat singkat dari lokasi acara.
Pariwisata lutim di sekitar Lapangan Iniaku
Lapangan Iniaku berada di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha. Dari titik ini, kawasan wisata utama Luwu Timur berada dalam radius yang relatif dekat. Berikut gambaran singkatnya:
- Danau Matano. Danau terdalam di Indonesia dan salah satu yang terdalam di Asia Tenggara, dengan kedalaman maksimum yang biasa dirujuk sekitar 590 meter dan luas perairan sekitar 164 kilometer persegi.
- Taman Wisata Alam Danau Matano. Kawasan konservasi yang mencakup perairan dan hutan di sekelilingnya, ditetapkan pada 1979 melalui Keputusan Menteri Nomor 274/Kpts/Um/4/1979 dengan luas sekitar 232 kilometer persegi.
- Sistem Danau Malili. Selain Matano, sistem ini mencakup Danau Towuti, Mahalona, serta danau-danau kecil seperti Masapi dan Lontoa. Kawasan inilah yang tengah dipersiapkan menuju pengusulan geopark tingkat nasional.
- Desa dan kampung di tepian danau. Sejumlah desa di Kecamatan Nuha dan Towuti memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari kerajinan warga hingga dermaga kecil tempat perahu menyeberang.
Perlu dicatat, Danau Matano bukan danau kawah. Danau ini terbentuk melalui proses tektonik dan digolongkan sebagai danau tipe graben yang muncul dari aktivitas Sesar Matano. Perairannya juga menyimpan sejumlah spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain, sehingga wisatawan diharapkan tidak membuang sampah ke danau dan tidak mengambil biota dari perairan.
Agenda yang mengiringi expo
Rangkaian Harkopnas ke-79 tidak hanya berisi upacara dan pameran. Berdasarkan pemberitaan Luwuraya.com, acara ini juga dimeriahkan jalan santai, pameran Expo KUMKM Sulawesi Selatan, lomba paduan suara, malam gala dinner, lomba sambung lirik, pameran pompessi, hingga lomba tradisional antarkontingen. Kombinasi agenda resmi dan hiburan membuat kawasan Sorowako akan relatif padat sepanjang pekan.
Seberapa besar gelombang tamunya
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, yang menjadi koordinator seksi expo dan pameran, menyiapkan sekitar 41 titik stan agar seluruh peserta memperoleh ruang representatif. Peserta yang direncanakan terlibat meliputi pelaku UMKM, perusahaan, perbankan, perwakilan 11 kecamatan di Luwu Timur, Dinas Perpustakaan, instansi vertikal, BUMN, kelompok Pompessi, hingga perwakilan kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
Dari sisi kapasitas, DPMD memperkirakan setiap kabupaten atau kota dapat membawa sekitar 100 orang yang terdiri atas rombongan, pendamping, dan unsur UMKM. Dengan komposisi itu, jumlah peserta berpotensi mencapai sekitar 2.400 orang, belum termasuk peserta dari kecamatan di Luwu Timur serta tamu undangan dan pengunjung umum yang diproyeksikan mencapai sekitar 4.000 orang.


