Lutim, SuaraLutim – Wisata Luwu Timur tidak hanya soal danau purba dan pantai. Di tengah ibu kota Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Kelurahan Puncak Indah, Kecamatan Malili, berdiri sebuah kawasan wisata terpadu bernama Landmark yang masuk direktori desa wisata Kementerian Pariwisata dengan nama Desa Wisata Landmark. Kawasan ini dijual sebagai paket wisata lengkap karena memadukan kolam renang, wahana outbound, area kuliner, dan titik pandang yang menyuguhkan panorama Kota Malili dari ketinggian.
Wisata Luwu Timur: Landmark di Puncak Indah Malili
Malili adalah pusat pemerintahan Kabupaten Luwu Timur sekaligus kota pelabuhan di Teluk Usu. Posisi itu membuat kawasan wisata di dalam kota punya nilai tersendiri bagi warga maupun tamu dari luar daerah. Wisatawan yang baru turun dari perjalanan panjang tidak perlu menempuh rute berjam-jam untuk menemukan tempat bersantai bersama keluarga.
Landmark dibangun di atas dan sekitar bukit, dengan ikon Luwu Timur sebagai penanda utama. Dari titik tertinggi kawasan, pengunjung bisa melihat hamparan kota Malili. Deskripsi resmi kawasan ini menyebut landmark sebagai paket wisata lengkap karena di satu lokasi tersedia kolam renang, flying fox, fun camp, gazebo keluarga, pujasera, sampai sarana olahraga seperti panjat dinding.
Bagi warga Luwu Timur, nama Puncak Indah bukan nama asing. Kelurahan ini berada dalam wilayah Kecamatan Malili, kecamatan yang sama dengan pusat kantor bupati dan sejumlah kantor dinas. Artinya, kawasan wisata ini menjadi salah satu destinasi paling mudah dijangkau di antara sekian banyak pilihan wisata Luwu Timur.
Bukit Landmark dan Panorama Kota Malili
Daya tarik pertama adalah bukitnya. Ikon Luwu Timur berdiri di atas bukit Landmark, dan dari sana pemandangan kota terlihat jelas. Pengunjung yang datang menjelang pagi atau sore biasanya menjadikan titik ini sebagai tempat menunggu matahari terbit dan tenggelam.
Kawasan bukit juga dibuka untuk berkemah. Bermalam di atas ketinggian disebut sebagai salah satu pengalaman yang paling sering direkomendasikan, apalagi karena ada pujasera, warung kopi di atas bukit, dan pertunjukan musik langsung pada waktu-waktu tertentu. Kombinasi panorama, kuliner, dan suasana malam itulah yang membuat bukit Landmark selalu punya alasan untuk dikunjungi lagi.
Kolam Renang dan Water Park dengan Air Mata Air
Di bawah bukit tersedia kolam renang dan kolam water park. Airnya disebut berasal dari mata air yang mengalir dari sungai di sekitaran kolam, sehingga sensasi dinginnya berbeda dari kolam berisi air olahan. Bagi keluarga yang membawa anak, bagian ini biasanya menjadi pusat aktivitas utama.
Deretan wahana yang tersedia membuat karakter kunjungan di Landmark lebih beragam dibanding sekadar duduk memandang pemandangan. Ada wahana memacu adrenalin seperti flying fox dan panjat dinding, ada pula ruang santai seperti gazebo keluarga dan balai pertemuan yang bisa dipakai untuk acara bersama.
Fasilitas dan Aktivitas di Kawasan Landmark
Berdasarkan keterangan pada halaman resmi desa wisata tersebut, fasilitas yang tersedia di kawasan Landmark antara lain:
- Areal parkir dan kamar mandi umum;
- Balai pertemuan, gazebo keluarga, dan tempat makan;
- Cafetaria, kios suvenir, serta pujasera dengan beragam kuliner;
- Jungle tracking untuk pengunjung yang ingin berjalan menelusuri kawasan;
- Area outbound, selfie area, dan spot foto;
- Wifi area untuk pengunjung yang membutuhkan koneksi;
- Atraksi wisata berupa kolam renang, water park, flying fox, fun camp, dan panjat dinding.
Halaman desa wisata itu juga menyediakan kanal informasi mengenai kamar homestay dan paket wisata. Keberadaan kanal tersebut menandakan kawasan ini tidak hanya melayani kunjungan harian, tetapi juga dirancang untuk menerima rombongan atau kegiatan dengan durasi lebih panjang.
Pujasera dan Kios Suvenir sebagai Ruang UMKM
Salah satu hal yang membuat destinasi wisata bertahan adalah dampaknya pada usaha warga. Di Landmark, pujasera dan kios suvenir menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menjajakan makanan dan produk oleh-oleh. Pengunjung yang datang tidak hanya membeli tiket masuk kawasan, tetapi juga membelanjakan uangnya di sekitar lokasi.
Pola ini sejalan dengan karakter wisata Luwu Timur yang makin mengandalkan kunjungan keluarga pada akhir pekan. Ketika destinasi seperti ini ramai, warung, pedagang keliling, dan penyedia jasa di sekitarnya ikut merasakan manfaatnya.


