Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Lutim: 2027, Luwu Timur Usul RS Baru dan 9 Puskesmas

5 Oktober 2026 • Admin • 14 kali dibaca
Bupati Luwu Timur memimpin rapat persiapan audiensi dengan Kementerian Kesehatan soal usulan fasilitas kesehatan
Gambar: Dok. Humas Pemkab Luwu Timur via Jejakfakta.com
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiapkan sejumlah usulan strategis di bidang kesehatan untuk dibawa ke Kementerian Kesehatan. Usulan itu dipaparkan dalam rapat persiapan yang digelar secara daring, Kamis (1/10/2026), dan dihadiri langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati. Pembahasan utamanya mencakup penguatan fasilitas rumah sakit, rehabilitasi puskesmas, pengadaan alat kesehatan, hingga pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan dasar.

Pemerintah daerah berharap berbagai usulan tersebut dapat direalisasikan melalui penganggaran tahun 2027. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan RS Atue sebagai bagian dari penguatan layanan RSUD I Lagaligo.

Berita Lutim: Kondisi Layanan Kesehatan Saat Ini

Dalam rapat tersebut, pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di daerah. Luwu Timur saat ini memiliki satu rumah sakit rujukan milik pemerintah, yaitu RSUD I Lagaligo.

Tata Atur
Iklan

Rumah sakit itu melayani masyarakat di 11 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 336.475 jiwa. Kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri karena jarak dari sejumlah wilayah menuju rumah sakit terbilang jauh.

Sebagai gambaran, dari Puskesmas Mahalona, jarak menuju rumah sakit mencapai sekitar 127,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari dua jam. Jarak itu menjadi persoalan serius ketika pasien membutuhkan penanganan cepat.

Dari sisi kapasitas, RSUD I Lagaligo memiliki 189 tempat tidur. Berdasarkan analisis kebutuhan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan tempat tidur di Luwu Timur diperkirakan mencapai 336 unit.

Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 147 tempat tidur. Keterbatasan kapasitas tersebut turut berdampak pada tingginya rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah: pada 2025 tercatat sekitar 1.586 rujukan keluar Kabupaten Luwu Timur.

Usulan yang Dibawa ke Kementerian Kesehatan

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Malili. Selain itu, diusulkan pula pembangunan Rumah Sakit Pratama Tipe D di Kecamatan Towuti.

Langkah itu dinilai dapat memperpendek jarak tempuh warga di wilayah pesisir dan timur Luwu Timur yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan rujukan.

Selain pengembangan rumah sakit, pemkab mengusulkan rehabilitasi berat sembilan puskesmas. Kesembilan puskesmas itu adalah Timampu, Mahalona, Angkona, Nuha, Lampia, Burau, Mangkutana, Tomoni Timur, dan Malili.

Pemkab juga mengusulkan relokasi Puskesmas Wotu serta pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana, dan Desa Kalaena, Kecamatan Kalaena.

Menurut data yang dipaparkan, kedua desa tersebut hingga kini belum memiliki sarana Pustu atau Poskesdes. Jumlah penduduk masing-masing sekitar 2.789 jiwa untuk Desa Maleku dan 2.458 jiwa untuk Desa Kalaena.

RS Atue dan Kawasan Proyek Strategis Nasional

Pengembangan RS Atue diposisikan sebagai bagian dari penguatan layanan RSUD I Lagaligo. Fasilitas itu diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Malili dan sekitarnya.

Selain melayani warga umum, keberadaan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan pelayanan di sekitar kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus berjalan.

Bupati Irwan menyebut, aktivitas PSN membawa konsekuensi pada kebutuhan layanan kesehatan, mulai dari kecelakaan kerja hingga kebutuhan rujukan cepat. Karena itu, ia berharap Kementerian Kesehatan memberi dukungan, baik berupa infrastruktur fisik maupun alat kesehatan.

“PSN sudah berjalan, sementara fasilitas rumah sakit yang dekat dengan kawasan tersebut masih perlu diperkuat. Karena itu, kami berharap Kementerian Kesehatan dapat memberikan dukungan, baik infrastruktur fisik maupun alat kesehatan,” jelas Irwan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga