Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Lutim: Diskominfo Belajar Persandian ke Luwu Utara

22 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
Personel Diskominfo-SP Luwu Timur dalam kunjungan persandian di Luwu Utara, berita lutim soal keamanan siber
Dok. Lintera News (kunjungan Diskominfo-SP Luwu Timur ke Luwu Utara, 22 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Luwu Timur melakukan kunjungan kerja ke Diskominfo-SP Kabupaten Luwu Utara pada Kamis (22/10/2026). Kunjungan diterima di ruang Bidang Persandian dan berlangsung dalam kerangka studi tiru untuk meningkatkan layanan penyelenggaraan persandian, keamanan informasi, dan keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Bagi pembaca berita lutim yang mengikuti isu tata kelola pemerintahan, agenda semacam ini adalah bagian dari pekerjaan yang jarang terlihat tetapi menentukan: menjaga data warga dan sistem layanan publik tetap aman.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Luwu Utara, Kepala Bidang Persandian Alisman menyampaikan bahwa kehadiran rombongan Diskominfo-SP Luwu Timur bertujuan memperoleh informasi, bertukar pengalaman, serta mempelajari praktik pelaksanaan tugas dan fungsi persandian dan keamanan siber.

Berita Lutim: Belajar dari Praktik Daerah Tetangga

Dalam pertemuan itu, tuan rumah memaparkan sejumlah layanan yang dijalankan Bidang Persandian Luwu Utara. Layanan tersebut meliputi helpdesk lapor konten, literasi dan edukasi keamanan siber serta keamanan media, Jaring Komunikasi Sandi (JKS), penerbitan dan pembaruan serta pencabutan sertifikat elektronik, kebijakan persandian dan keamanan siber, IKASANDI, Indeks KAMI versi 5.0, dan penajaman jaringan.

Daftar itu memperlihatkan bahwa tugas persandian tidak berhenti pada pengamanan dokumen rahasia. Cakupannya mencakup pengelolaan sertifikat elektronik yang dipakai dalam tanda tangan digital, edukasi pegawai agar tidak menjadi pintu masuk serangan, hingga penilaian kesiapan keamanan informasi melalui instrumen yang sudah baku.

Alisman juga menyampaikan keterbatasan yang dihadapi daerahnya. “Kami ini masih ada kekurangan, dan keterbatasan anggaran namun kami tetap semangat, tetap berjuang untuk terus memberikan layanan yang terbaik untuk perangkat daerah, dan masyarakat Luwu Utara,” ujarnya di hadapan para fungsional sandiman Bidang Persandian Luwu Timur.

Pengakuan semacam itu penting dalam forum studi tiru. Yang dipelajari bukan hanya praktik yang sudah mapan, tetapi juga cara sebuah daerah mengelola keterbatasan. Bagi Luwu Timur, informasi tentang prioritas yang dipilih Luwu Utara saat anggaran terbatas sama bergunanya dengan daftar layanan yang sudah berjalan.

Apa yang Dibawa Pulang

Fungsional Sandiman Ahli Muda Diskominfo-SP Kabupaten Luwu Timur, Ratna, menyampaikan apresiasi atas kinerja Bidang Persandian Luwu Utara, terutama pada layanan persandian, keamanan informasi, dan keamanan siber. Menurutnya, studi tiru menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan persandian di Luwu Timur.

Ia juga menyebut materi yang disampaikan tuan rumah dapat dipahami dengan baik, dan menyampaikan terima kasih atas ilmu yang dibagikan. Pernyataan itu tampak formal, tetapi menunjukkan satu hal: kunjungan ini diikuti oleh personel teknis yang akan menjalankan pekerjaan sehari-hari, bukan hanya oleh pejabat yang menandatangani berita acara.

Dalam praktiknya, hasil studi tiru biasanya diterjemahkan menjadi beberapa langkah. Pertama, penyesuaian prosedur layanan, misalnya alur penerbitan sertifikat elektronik agar lebih cepat dan terdokumentasi. Kedua, penguatan literasi internal, supaya risiko terbesar—kelalaian manusia—bisa ditekan. Ketiga, penyusunan rencana kerja yang realistis, termasuk kebutuhan anggaran dan personel.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga