Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: 329 Siswa Ikuti Festival Bahasa Ibu 2026

14 Oktober 2026 • Admin • 20 kali dibaca
Siswa mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu dalam berita lutim pendidikan
Dinas Kominfo-SP Luwu Timur via Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita lutim dari dunia pendidikan dan kebudayaan datang dari Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 tingkat Kabupaten Luwu Timur. Sebanyak 329 siswa jenjang SD dan SMP mengikuti kompetisi yang resmi dibuka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur pada Selasa 13 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup di sekolah. Laporan Luwuraya.com menyebut festival tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berita Lutim: 329 Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Ibu

Ketua Panitia FTBI Luwu Timur 2026, Lisnah, melaporkan bahwa peserta tahun ini terdiri atas 170 siswa SD negeri serta 159 siswa SMP negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Luwu Timur. Mereka mengikuti empat cabang lomba, yakni mendongeng, menulis cerpen, komedi tunggal, dan pidato menggunakan bahasa Toraja dan Bugis.

Untuk tingkat SD, kegiatan dipusatkan di SD Negeri 238 Mallaulu. Sementara untuk tingkat SMP, pelaksanaan lomba berada di UPT SMP Negeri 1 Malili dan UPT SMP Negeri 2 Malili. Pembagian lokasi itu menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi agenda panggung seremonial, tetapi benar-benar menempatkan sekolah sebagai ruang utama pelestarian bahasa daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, dan orang tua. Ia menyebut anak-anak yang hadir merupakan talenta terbaik untuk menampilkan keterampilan di bidang lomba masing-masing. Dukungan guru dan keluarga disebut menjadi faktor penting agar peserta bisa sampai ke tingkat kabupaten.

Bahasa Daerah Masuk Ruang Kreatif Siswa

Festival Tunas Bahasa Ibu menarik karena bahasa daerah tidak hanya diajarkan sebagai hafalan. Peserta diminta menggunakannya untuk bercerita, menulis, berbicara di depan umum, dan mengolah humor yang tetap berakar pada budaya. Dengan cara itu, bahasa Toraja dan Bugis tidak berhenti sebagai identitas keluarga, tetapi menjadi alat berekspresi yang dekat dengan dunia anak dan remaja.

Cabang mendongeng memberi kesempatan kepada siswa untuk membawa cerita rakyat, pengalaman lokal, atau pesan moral dalam bahasa yang mereka kenal dari rumah. Cabang menulis cerpen melatih kemampuan menyusun gagasan secara runtut. Cabang pidato membangun keberanian berbicara di depan publik. Sementara komedi tunggal membuat bahasa daerah terasa segar karena dipakai untuk menyampaikan kelucuan tanpa kehilangan makna budaya.

Darmawan menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan kreatif dan edukatif. Ia juga menyebut kegiatan seperti ini dapat membangun kepercayaan diri serta menanamkan kebanggaan terhadap identitas budaya sejak usia dini. Pernyataan itu penting karena bahasa daerah sering melemah bukan karena tidak dihargai, melainkan karena jarang diberi ruang pakai yang menarik.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga