SUARALUTIM.COM – Berita lutim soal dunia pendidikan kembali memberi kabar baik. Kabupaten Luwu Timur termasuk dalam tujuh daerah di Sulawesi Selatan yang mendapat jatah pembangunan Sekolah Rakyat baru. Proses pembangunannya dijadwalkan mulai akhir Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada Juni 2027.
Kementerian Pekerjaan Umum menambah 60 titik pembangunan Sekolah Rakyat se-Indonesia pada tahap ini. Sulawesi Selatan mendapat alokasi tujuh titik, di antaranya Kabupaten Luwu Timur bersama Gowa, Pangkep, Pinrang, Luwu, Toraja Utara, dan Enrekang.
Berita Lutim: Luwu Timur Masuk Tujuh Daerah Prioritas
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, menyebutkan bahwa ketujuh daerah tersebut telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pemerintah daerah juga dilaporkan telah menyiapkan lahan yang akan digunakan.
“Akhir bulan ini mulai proses lelang, akhir Oktober mulai pembangunan sampai Juni 2027,” kata Abdul Malik, sebagaimana dilaporkan media, saat ditemui di kawasan GOR Sudiang, Makassar, pada 23 September 2026.
Ia menambahkan, tujuh sekolah itu ditargetkan dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2027/2028. “Karena Juni sudah ditempati siswa di sana,” ujarnya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Luwu Timur akan memiliki tambahan fasilitas pendidikan yang menyasar anak dari keluarga prasejahtera, sejalan dengan program Sekolah Rakyat yang digulirkan pemerintah pusat.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa Itu Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat merupakan program sekolah berasrama yang menyasar anak dari keluarga prasejahtera. Program ini dijalankan dengan pembagian tugas antarinstansi. Pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan, Kementerian Pekerjaan Umum menangani pembangunan fisik, sedangkan proses pembelajaran dan penjangkauan siswa menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.
Pola kerja lintas kementerian itu membuat persiapan di daerah tidak hanya soal bangunan. Pemerintah kabupaten perlu menyiapkan data calon peserta didik, memastikan akses menuju lokasi, serta menyiapkan dukungan layanan dasar di sekitar sekolah.
Antara lain, kebutuhan tenaga pengajar, tenaga pendamping, layanan kesehatan, hingga kesiapan sarana air bersih dan sanitasi. Semua itu menentukan apakah sekolah dapat beroperasi dengan layak setelah bangunan berdiri.
Tahapan dan Jadwal Pembangunan
Berdasarkan keterangan Dinas Sosial Sulawesi Selatan, proses lelang ditargetkan berjalan pada akhir September 2026. Setelah itu, pembangunan fisik dimulai sekitar akhir Oktober 2026 hingga Juni 2027.
- Tahap 1: verifikasi lahan dan kelengkapan persyaratan daerah.
- Tahap 2: proses lelang pekerjaan konstruksi.
- Tahap 3: pembangunan fisik, ditargetkan mulai akhir Oktober 2026.
- Tahap 4: penyelesaian dan persiapan operasional hingga Juni 2027.
- Tahap 5: penerimaan siswa pada tahun ajaran 2027/2028.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan jumlah titik pembangunan masih berpeluang bertambah. Dari 60 lokasi pada tahap ini, pemerintah mengupayakan penambahan dana agar jumlahnya bisa mencapai 100 lokasi. Usulan itu disebut sudah diajukan kepada Presiden.
Untuk Sulawesi Selatan sendiri, tambahan tujuh lokasi ini melengkapi sejumlah Sekolah Rakyat permanen yang lebih dulu dibangun di provinsi tersebut. Dengan begitu, jumlah lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan bertambah dan jangkauan layanannya makin luas.
Harapan bagi Warga Luwu Timur
Bagi Luwu Timur, kehadiran Sekolah Rakyat punya arti penting. Jarak antarwilayah di kabupaten ini cukup jauh, mulai dari Malili, Nuha, Towuti, Wasuponda, hingga wilayah barat seperti Mangkutana, Tomoni, dan Kalaena. Tidak semua keluarga mampu membiayai pendidikan lanjutan anaknya di luar daerah.
Kehadiran sekolah berasrama dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah diharapkan membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya tempat tinggal dan kebutuhan harian.
Selain itu, sekolah semacam ini biasanya membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar, mulai dari tenaga pendidik, tenaga administrasi, hingga penyedia layanan pendukung.
Yang perlu dijaga adalah kualitas. Pembangunan gedung hanyalah langkah awal. Yang menentukan hasilnya adalah mutu pengajaran, pendampingan siswa, dan lingkungan belajar yang aman dan sehat.


