Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: 9 Santri Hafal 30 Juz di Ponpes Tomoni

5 Oktober 2026 • Admin • 18 kali dibaca
Wakil Bupati Luwu Timur menyerahkan sertifikat kepada santri penghafal 30 juz di Tomoni
Gambar: Dinas Kominfo-SP Luwu Timur via Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, TOMONI — Sembilan santri Pondok Pesantren As-Syeikh Yusuf Al Hasani di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Pencapaian itu ditandai penyerahan sertifikat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan Milad ke-VIII pondok pesantren tersebut, Jumat (2/10/2026).

Sertifikat diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler. Dari sembilan penghafal itu, dua di antaranya wisudawan laki-laki dan tujuh wisudawati perempuan.

Berita Luwu Timur: Delapan Tahun Ponpes As-Syeikh Yusuf Al Hasani

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh. Hadir Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, H. Andi Abdul Hamzah, Camat Tomoni Darwin, pengasuh pondok beserta keluarga besar pesantren, para santri, dan orang tua mereka.

Peringatan Maulid Nabi dijadikan momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sementara Milad ke-VIII menandai delapan tahun perjalanan pondok dalam menyelenggarakan pendidikan keagamaan bagi generasi muda Luwu Timur.

Tata Atur
Iklan

Delapan tahun bukan waktu yang panjang untuk sebuah lembaga pendidikan. Namun bagi pesantren yang tumbuh dari bawah, rentang itu menjadi bukti ketekunan pengasuh dan dukungan masyarakat sekitar yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.

Sembilan Penghafal 30 Juz

Penghafalan 30 juz merupakan proses panjang. Santri tidak hanya dituntut menghafal, tetapi juga menjaga hafalan agar tetap melekat. Proses itu biasanya memakan waktu bertahun-tahun, dengan ritme setoran harian yang ketat.

Sertifikat yang diserahkan menjadi penanda selesainya salah satu tahap penting. Bagi keluarga, momen itu menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi pesantren, capaian tersebut menegaskan peran lembaga dalam membina generasi yang kuat secara keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Puspawati menyampaikan selamat kepada keluarga besar pondok pesantren. Menurutnya, delapan tahun perjalanan bukan waktu yang singkat, melainkan perjalanan pengabdian.

“Ini adalah perjalanan pengabdian dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kokoh iman, mulia akhlaknya, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan harapan agar para penghafal tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Puspawati juga berharap pondok pesantren terus menjadi pilar penting dalam membentuk generasi Luwu Timur yang religius, berkarakter, dan peduli pada masyarakat.

Pendidikan Keagamaan dan Pembangunan Daerah

Kehadiran pondok pesantren menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan di Luwu Timur. Selain sekolah formal, pesantren menyediakan ruang pembinaan karakter yang menekankan kedisiplinan, kemandirian, dan kedekatan dengan nilai keagamaan.

Bagi banyak keluarga di daerah, pesantren juga menjadi pilihan terjangkau untuk melanjutkan pendidikan anak. Karena itu, perhatian pemerintah daerah terhadap lembaga semacam ini dinilai penting, mulai dari dukungan pembinaan hingga penguatan fasilitas.

Di Luwu Timur, sejumlah pondok pesantren aktif menyelenggarakan program tahfiz, wisuda hafalan, hingga kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas. Kegiatan semacam itu tidak hanya berdampak pada santri, tetapi juga menghidupkan kegiatan ekonomi kecil di sekitar lokasi acara.

Momentum Maulid dan Milad juga menjadi ajang silaturahmi. Warga dari berbagai desa berkumpul, saling bertemu, dan memperkuat hubungan sosial. Dalam masyarakat yang majemuk, ruang pertemuan seperti ini punya nilai tersendiri.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga