Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Anindita Raih Medali Perunggu OSN 2026

26 September 2026 • Admin • 20 kali dibaca
Anindita Mahya Ardian siswi SMA YPS Sorowako peraih medali perunggu OSN 2026 bidang Kebumian dari Luwu Timur
Gambar: Warta Lutim (warta.luwutimurkab.go.id)
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Prestasi membanggakan kembali datang dari pelajar Kabupaten Luwu Timur. Anindita Mahya Ardian, siswi kelas XII SMA YPS Sorowako, meraih medali perunggu pada babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Kebumian. Ajang itu berlangsung 14–20 September 2026 dan mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai provinsi.

Medali tersebut bukan hasil instan. Perjalanan Anin — sapaan akrabnya — dimulai sejak Februari 2026, melewati seleksi tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, semifinal, hingga babak final tingkat nasional. Dari sekitar 26.000 peserta yang mendaftar se-Indonesia, ia masuk jajaran 60 peserta terbaik nasional dan mengamankan posisi peraih medali.

Berita Luwu Timur: Anindita dan Medali Perunggu OSN 2026

Bidang Kebumian yang diambil Anin termasuk kategori yang jarang dilirik pelajar. Bidang ini menguji pemahaman lintas disiplin, mulai dari geologi, meteorologi, oseanografi, hingga astronomi dasar, sehingga peserta perlu menguasai konsep sekaligus kemampuan analisis data.

Bagi Luwu Timur, capaian itu relevan dengan karakter daerahnya. Kabupaten ini memiliki kawasan geologi unik, antara lain sistem tiga danau tektonik purba Matano, Mahalona, dan Towuti, serta bentang pegunungan Verbeek yang menjadi laboratorium alam bagi kajian kebumian.

Kepala SMA YPS Sorowako, Ramdhan Machmoed, menilai prestasi tersebut sebagai buah proses panjang. Menurutnya, pencapaian itu lahir dari ketekunan, kedisiplinan, serta dukungan guru pembimbing dan orang tua yang mendampingi setiap tahapan persiapan.

“Kebanggaan luar biasa kami rasakan atas pencapaian Anindita Mahya Ardian yang berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Kebumian. Prestasi ini merupakan buah dari persiapan yang panjang, ketekunan, disiplin, serta dukungan luar biasa dari guru pembimbing dan orang tua,” ujar Ramdhan.

Ia menambahkan, bagi SMA YPS Sorowako capaian Anin bukan semata soal medali. Yang dinilai penting adalah keberanian seorang siswa menguji kemampuan di panggung kompetisi sains tingkat nasional, lalu membuktikan bahwa pelajar daerah mampu bersaing.

Dari Seleksi Sekolah sampai 60 Besar Nasional

Tahapan OSN berjenjang dan menyisakan sedikit ruang untuk berhenti di tengah jalan. Seleksi dimulai dari sekolah, berlanjut ke tingkat kabupaten, provinsi, kemudian semifinal nasional. Setiap tahap menyaring peserta dengan materi yang semakin spesifik dan waktu pengerjaan yang ketat.

Anin melewati seluruh tahapan itu dalam rentang sekitar tujuh bulan. Ia tercatat sebagai satu di antara sekitar 26.000 pendaftar awal, lalu bertahan hingga babak final yang hanya diikuti 60 peserta terbaik nasional pada bidang yang dilombakan.

Dalam babak final, peserta menghadapi kombinasi soal teori dan praktik. Kemampuan menganalisis peta, membaca data curah hujan dan suhu, hingga memahami proses pembentukan batuan menjadi bagian yang diuji. Karena itu, persiapan peserta biasanya mencakup latihan soal bertahun-tahun sebelumnya dan pembahasan teknis bersama pembimbing.

Pintu Menuju IESO 2027

Lebih dari sekadar medali, hasil OSN 2026 membuka jalur lanjutan bagi Anin. Capaian itu menjadi tiket awal mengikuti tahapan pembinaan dan seleksi Pelatihan Nasional (Pelatnas) sebagai bagian proses menuju pemilihan wakil Indonesia pada International Earth Science Olympiad (IESO) 2027.

Jika lolos tahapan tersebut, ia berpeluang membawa nama Indonesia di ajang sains kebumian tingkat internasional dan berhadapan dengan talenta muda dari berbagai negara. Persiapan Pelatnas biasanya lebih berat karena materi menyesuaikan standar internasional, termasuk pengerjaan uji lapangan.

Bagi sekolah, jalur ini menjadi rujukan pembinaan. Pengalaman siswa yang lolos ke tingkat nasional dapat dipakai menyusun program latihan bagi adik kelas, sehingga capaian serupa tidak berhenti pada satu nama.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga