MALILI – Berita luwu timur dari dunia pendidikan: penentuan nomor urut calon ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 4 Luwu Timur berlangsung tidak seperti biasanya. Undian nomor urut dilakukan di sela-sela upacara bendera di sekolah tersebut, Rabu (23/9/2026), dengan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah menyaksikan prosesnya.
Momen lain yang menarik perhatian adalah kehadiran Komisioner KPU Luwu Timur, Indrawanto Paningaran, yang bertindak sebagai pemimpin upacara. Kehadirannya membuat agenda sekolah itu terasa seperti simulasi pesta demokrasi dalam skala kecil.
Kegiatan berjalan tertib dan khidmat. Setelah proses pencabutan nomor urut selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi kedua pasangan calon.
Berita Luwu Timur: Undian Nomor Urut Digelar Saat Upacara Bendera
Penentuan nomor urut biasanya dilakukan di dalam ruang kelas atau aula dengan peserta terbatas. Di SMAN 4 Luwu Timur, keputusan menggelarnya bersamaan dengan upacara bendera membuat seluruh warga sekolah bisa menyaksikan langsung tahapan awal pemilihan ketua OSIS.
Hasil undian menempatkan pasangan Junaidil Ikram dari Kelas 11.4 bersama pasangannya Muhammad Abid dari Kelas 11.3 pada nomor urut 1. Sementara itu, pasangan Anggun Mulia dari Kelas 11.6 dan Insain Andini Putri dari Kelas 11.5 memperoleh nomor urut 2.
Setelah nomor urut ditetapkan, kedua pasangan diminta maju ke depan secara bergantian untuk membacakan visi, misi, serta program kerja yang telah mereka susun. Mereka memaparkan harapan, tujuan, dan langkah yang akan dijalankan jika nantinya terpilih memimpin OSIS.
Dua pasangan calon dan nomor urutnya
- Nomor urut 1: Junaidil Ikram (Kelas 11.4) dan Muhammad Abid (Kelas 11.3).
- Nomor urut 2: Anggun Mulia (Kelas 11.6) dan Insain Andini Putri (Kelas 11.5).
Dengan penetapan nomor urut dan penyampaian visi-misi, tahapan pemilihan ketua OSIS SMAN 4 Luwu Timur resmi memasuki masa kampanye.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Visi dan Misi Dibacakan, Masa Kampanye Dimulai
Penyampaian visi dan misi menjadi kesempatan bagi para calon memperkenalkan gagasan mereka kepada pemilih, yaitu seluruh siswa sekolah. Program kerja yang dipaparkan mencakup rencana kegiatan organisasi selama satu periode kepengurusan.
Masa kampanye memberi ruang bagi pemilih untuk menilai gagasan, bukan sekadar mengenal nama calon. Karena itu, penyampaian visi dan misi dianggap sebagai bagian penting dari proses pembelajaran demokrasi di sekolah.
Panitia berharap seluruh siswa dapat mengenal calon pemimpin mereka dengan lebih baik, sehingga bisa menentukan pilihan secara bijak dan bertanggung jawab pada pemungutan suara nanti.
Pemilihan sebagai ruang belajar berorganisasi
OSIS menjadi wadah pertama bagi banyak siswa untuk merasakan bagaimana sebuah organisasi dijalankan, mulai dari menyusun program, mengelola kegiatan, hingga bekerja dalam tim. Ketua OSIS terpilih akan memimpin pengurus dalam menjalankan agenda sekolah sepanjang tahun.
Karena itu, proses pemilihan tidak berhenti pada seremonial. Kualitas kepemimpinan yang lahir dari proses itu akan terasa pada kegiatan siswa sehari-hari, misalnya pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, olahraga, seni, hingga program kebersihan lingkungan sekolah.
KPU Luwu Timur dan Pendidikan Demokrasi di Sekolah
Kehadiran komisioner KPU Luwu Timur dalam upacara di SMAN 4 Luwu Timur menjadi perhatian siswa. Kehadiran penyelenggara pemilu pada agenda sekolah menambah bobot edukasi tentang tahapan pemilihan, mulai dari pencalonan, kampanye, hingga pemungutan suara.
Pendidikan pemilih sejak usia sekolah dipandang penting karena berkaitan dengan kesadaran berdemokrasi jangka panjang. Siswa yang terbiasa mengikuti proses pemilihan yang tertib cenderung lebih memahami arti partisipasi dan tanggung jawab dalam menggunakan hak pilih.
Tahapan yang biasanya dilalui
Pemilihan ketua OSIS umumnya melewati beberapa tahap: pendaftaran calon, verifikasi persyaratan, penetapan nomor urut, penyampaian visi dan misi, kampanye, kemudian pemungutan suara dan penghitungan. Setiap tahap dirancang agar siswa mengenal prosedur pemilihan secara utuh.
Di sejumlah sekolah, pemungutan suara dilakukan dengan bilik dan kotak suara sederhana agar pengalaman memilih terasa nyata. Hasilnya kemudian diumumkan secara terbuka kepada seluruh siswa.


