Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Peduli Nuha Bantu Korban Kebakaran Sorowako

12 Oktober 2026 • Admin • 40 kali dibaca
Relawan Wahdah Peduli Nuha membantu warga Sorowako pascakebakaran
Dok. Wahdah Islamiyah Luwu Timur
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SOROWAKO, SUARALUTIM.COM — Wahdah Peduli Nuha kembali menjadi contoh bagaimana jaringan relawan lokal bisa bergerak cepat saat warga menghadapi musibah. Dalam catatan resmi Wahdah Islamiyah, relawan Wahdah Peduli Luwu Timur turun membantu korban kebakaran di Sorowako, Kecamatan Nuha, bersama jalur kepedulian WIZ Luwu Timur dan Departemen Sosial DPD. Aksi tersebut penting dibaca ulang karena memperlihatkan bahwa zakat, infak, sedekah, dan kerja relawan dapat bertemu dalam satu tujuan: meringankan beban warga Luwu Timur yang sedang terdampak bencana.

Kebakaran di kawasan pemukiman Sorowako pada 27 Agustus 2025 disebut meninggalkan duka bagi warga. Rilis resmi Wahdah mencatat 49 unit rumah terdampak dan dihuni sekitar 200 kepala keluarga. Angka itu tidak kecil untuk ukuran lingkungan permukiman; artinya, bantuan awal tidak cukup hanya berupa simpati, tetapi perlu pendataan, dukungan evakuasi, sembako, kebutuhan harian, dan kerja bersih-bersih di lapangan.

Wahdah Peduli Nuha Bergerak di Titik Musibah

Dalam laporan resmi Wahdah Islamiyah, Tim Wahdah Peduli Wahdah Islamiyah Luwu Timur disebut segera turun tangan setelah musibah terjadi. Relawan hadir di lokasi sejak hari pertama pascakebakaran, melakukan pendataan, memberikan dukungan moral, dan membantu evakuasi barang warga yang masih dapat diselamatkan. Pola seperti ini menunjukkan peran penting relawan di jam-jam awal bencana: mereka bukan pengganti pemerintah, tetapi menjadi penguat lapangan yang dekat dengan warga.

Koordinator Wahdah Peduli Luwu Timur, Arifuddin, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Pernyataan itu sederhana, tetapi sejalan dengan kerja kemanusiaan di daerah: yang paling dibutuhkan korban pada hari-hari pertama bukan pidato panjang, melainkan tangan yang membantu mengangkat barang, makanan yang bisa langsung dipakai, dan kehadiran yang membuat mereka tidak merasa sendirian.

Rilis lain dari Wahdah juga mencatat peran Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha dalam menyalurkan bantuan. Bantuan yang disebutkan berupa sembako, perlengkapan kebutuhan harian, serta bantuan lain yang mendesak. Penyaluran tahap pertama diserahkan di posko induk pemerintah dan diterima petugas lapangan di lokasi kebakaran. Dengan begitu, bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi masuk ke jalur posko agar lebih mudah terdata.

WIZ Luwu Timur dan Jalur Zakat untuk Bantuan Darurat

WIZ Luwu Timur berada dalam jejaring Wahdah Inspirasi Zakat, lembaga amil zakat nasional. Situs resmi Wahdah Inspirasi Zakat menjelaskan bahwa WIZ mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana kemanusiaan melalui program dakwah, tahfizh, pendidikan, kemandirian, dan kesehatan. Dalam konteks bencana lokal, pengelolaan dana kemanusiaan menjadi pintu penting agar kepedulian warga dapat diubah menjadi bantuan yang nyata.

Pada kasus kebakaran Sorowako, sumber resmi menyebut WIZ Luwu Timur dan Wahdah Peduli Nuha hadir pada fase bantuan awal. Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustaz Sugiyat, menyampaikan harapan agar bantuan itu dapat meringankan beban korban dan memberi kekuatan bagi mereka menghadapi ujian. Kalimat itu dikutip dari rilis resmi Wahdah, sehingga tidak dibaca sebagai keterangan baru di luar sumber.

Kehadiran WIZ juga mengingatkan bahwa zakat dan sedekah tidak selalu hadir dalam format yang sama. Dalam situasi biasa, dana sosial bisa menopang pendidikan, pembinaan, atau pemberdayaan ekonomi. Dalam situasi darurat, dana yang dihimpun dari muzakki dan donatur dapat diarahkan untuk kebutuhan paling mendesak: pangan, pakaian, peralatan harian, dan dukungan pemulihan. Bagi warga Luwu Timur, jalur seperti ini membantu mempercepat respons sosial tanpa menunggu semuanya terselesaikan dari satu pintu saja.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga