SUARALUTIM.COM, MALILI — WIZ Luwu Timur (Wahdah Inspirasi Zakat) menyalurkan paket sembako kepada warga dhuafa di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, dan aneka bahan makanan lain, lalu diserahkan langsung kepada keluarga penerima, termasuk warga yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
Penyaluran itu bukan bantuan sekali jalan. Catatan resmi WIZ memperlihatkan WIZ Luwu Timur bergerak di beberapa titik sekaligus: dari dapur warga dhuafa, rumah korban kebakaran, sampai dapur pondok pesantren di pelosok Angkona.
WIZ Luwu Timur Bagikan Paket Sembako ke Warga Dhuafa
Dalam laporan di kanal resmi wiz.or.id, WIZ Luwu Timur membagikan paket sembako kepada warga dhuafa dengan profesi yang beragam, hingga mereka yang tidak bekerja. Pembagian berlangsung di Malili dan menjadi salah satu kegiatan paling awal yang terdokumentasi dari gerai WIZ di daerah itu.
Ketua WIZ Luwu Timur, Muhammad Resli, menyebut pembagian sembako itu sebagai wujud kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, sekaligus cara berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa di bulan suci Ramadan.
“Ini adalah berkah Ramadhan. Banyak orang baik yang menitipkan hartanya untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Resli di Malili.
Sejumlah paket sembako yang dibagikan masing-masing berisi beras, minyak goreng, gula pasir, dan aneka ragam bahan makanan. Salah satu penerima manfaat, Mariada, mengaku sangat terbantu oleh bantuan tersebut.
“Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya sembako ini. Saya dari kemarin khawatir kalau hari ini saya tidak bisa memberi makan anak-anak,” ungkapnya.
Isi dan Sasaran Bantuan
- Beras sebagai bahan pokok utama keluarga.
- Minyak goreng dan gula pasir untuk kebutuhan dapur harian.
- Aneka bahan makanan lain yang melengkapi paket.
- Sasaran penerima: warga dhuafa dari berbagai profesi, termasuk yang tidak lagi bekerja.
Pola bantuan seperti ini menyasar kebutuhan paling mendasar. Ketika pengeluaran dapur bisa ditutup untuk beberapa hari, keluarga penerima punya ruang mengatur kebutuhan lain, dari biaya sekolah anak sampai pengobatan. Itulah alasan bantuan pangan selalu menjadi pintu masuk penyaluran zakat di daerah.
Dari Bantuan Pangan ke Layanan Sosial yang Lebih Luas
Jejak penyaluran WIZ Luwu Timur memperlihatkan satu benang merah: bantuan datang lewat kebutuhan yang paling mendesak di depan mata.
Santunan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Malili
Pada 25 Februari 2021, tim Laznas WIZ menyambangi kediaman seorang warga di Dusun Salociu, Desa Ussu, Kecamatan Malili. Rumah warga itu habis terbakar ketika ia bersama istri dan ketiga anaknya sedang berada di luar rumah.
Ketua WIZ Luwu Timur Muhammad Resli menyerahkan santunan tunai, sejumlah perlengkapan tidur, dan beberapa paket sembako. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar puluhan juta rupiah. Bantuan itu dilaporkan di kanal resmi wiz.or.id sebagai bagian dari layanan kemanusiaan lembaga amil.
Menjaga Pasokan Pangan Pesantren
Pada 9 Oktober 2020, WIZ menyambangi Pondok Pesantren Darul Hijrah Unit 5 di Angkona. Bantuan pangan dan Al-Qur’an diserahkan untuk membantu ketahanan pangan pesantren.
Resli menjelaskan bahwa dalam kondisi pandemi, lini produksi, distribusi, maupun konsumsi terguncang, termasuk ketersediaan pangan di beberapa pondok pesantren. Dari sejumlah pesantren yang didata, Darul Hijrah dinilai sebagai salah satu yang paling layak dibantu.
Respons Cepat untuk Korban Kebakaran di Sorowako
Kebakaran melanda kawasan pemukiman di Sorowako pada Rabu, 27 Agustus 2025, dan meninggalkan duka mendalam bagi warga. Tercatat 49 unit rumah terdampak musibah itu.
Sehari setelahnya, Jumat 28 Agustus 2025, WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan tahap pertama berupa sembako dan kebutuhan harian di posko induk pemerintah. Relawan Wahdah Peduli Nuha juga turut membersihkan puing rumah warga bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain, seperti dilaporkan wahdah.or.id.


