Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: Sektor Tambang Masih Dominan di PDRB

24 September 2026 • Admin • 23 kali dibaca
Data BPS menunjukkan sektor tambang luwu timur masih dominan dalam PDRB Luwu Timur
Gambar: Lutimterkini.com
ASM Group
Iklan

Sektor tambang Luwu Timur sampai sekarang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian konsisten menyumbang lebih dari 40 persen total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama lima tahun terakhir.

Angka itu bukan hal mengejutkan bagi siapa pun yang mengenal struktur ekonomi Luwu Timur. Blok Sorowako di Kecamatan Nuha sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat pengolahan nikel di Indonesia, dan aktivitas itu menarik rantai usaha lain di sekitarnya, dari jasa transportasi sampai perdagangan.

Meski begitu, membaca angka PDRB secara utuh penting supaya tidak berhenti pada satu kesimpulan. Ada tren yang naik-turun, ada pergeseran kontribusi, dan ada pertanyaan soal bagaimana daerah memakai penerimaan dari sektor ini untuk membangun sektor lain.

Tambang Luwu Timur dan Struktur Ekonomi Daerah

PDRB adalah nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang tercipta di suatu wilayah dalam periode tertentu. Distribusi PDRB menurut lapangan usaha menggambarkan peran masing-masing sektor, dan sektor dengan kontribusi terbesar menunjukkan basis ekonomi yang menjadi tulang punggung wilayah tersebut.

Tata Atur
Iklan

Di Luwu Timur, dari sekitar 20 kategori lapangan usaha, pertambangan dan penggalian menempati posisi puncak. Posisi itu memberi dua konsekuensi sekaligus: penerimaan daerah relatif besar ketika sektor ini berjalan baik, tetapi daerah juga lebih rentan ketika harga komoditas atau produksi berubah.

Karena itu, isu sektor tambang di Lutim jarang berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan pembahasan lain seperti tenaga kerja lokal, program pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan infrastruktur.

Angka PDRB Luwu Timur Lima Tahun Terakhir

Menurut data BPS Luwu Timur tahun 2026, nilai PDRB daerah ini bergerak naik meski sempat berfluktuasi. Pada 2021 tercatat Rp23,61 triliun, naik menjadi Rp28,41 triliun pada 2022, dan kembali meningkat ke Rp30,69 triliun pada 2023.

Pada 2024 nilainya turun menjadi Rp30,39 triliun, lalu naik lagi ke Rp31,65 triliun pada 2025. Pola itu memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bergerak lurus, terutama karena bobot sektor ekstraktif sangat besar dalam perhitungannya.

Kontribusi Sektor Pertambangan

  • 2021: Rp10,387 triliun atau 43,99 persen dari total PDRB.
  • 2022: Rp14,212 triliun atau 50,03 persen.
  • 2023: Rp15,441 triliun atau 50,30 persen.
  • 2024: Rp13,373 triliun atau 43,99 persen.
  • 2025: Rp13,290 triliun atau 41,99 persen.

Dua tahun terakhir menunjukkan penurunan porsi, meski nilainya tetap besar. Porsi yang mengecil bisa dibaca dari dua sisi: sebagai tanda ketergantungan yang mulai berkurang, atau sebagai efek pelemahan nilai tambah sektor tambang sementara sektor lain belum tumbuh cukup cepat untuk menggantikan.

Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Selain porsi terhadap total, sektor pertambangan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025. Dari total pertumbuhan ekonomi Luwu Timur sebesar 3,7 persen, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang sekitar 1,57 persen, atau lebih dari separuh pertumbuhan tersebut.

Angka itu menjelaskan mengapa hampir setiap pembahasan pembangunan daerah di Lutim akan menyentuh sektor ini. Ketika satu sektor menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan, kebijakan yang menyangkut sektor tersebut otomatis berpengaruh besar pada kinerja ekonomi daerah secara keseluruhan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga