Pemkab Luwu Timur Imbau Warga Pakai Masker
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat koordinasi penanganan dampak asap melalui Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program Krisis Kesehatan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (15/10/2026). Agenda yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur itu dibuka oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Fajar Qodri.
Pertemuan melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah, RSUD I Lagaligo, seluruh puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, PMI, hingga Ketua tim Public Safety Center (PSC) 119. Dalam forum itu, pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan dampak asap tidak bisa dilakukan satu sektor.
“Penanggulangan bencana dan krisis kesehatan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang kuat antarinstansi agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi dan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal,” kata Aswan, dikutip Luwuraya.com.
Aswan juga meminta perangkat daerah aktif menyebarluaskan imbauan pemakaian masker, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta. Imbauan itu merupakan tindakan mitigasi awal sebelum dampak paparan asap menjadi lebih luas.
Langkah yang Dianjurkan
- Gunakan masker, idealnya N95, bila harus beraktivitas di luar ruangan.
- Tutup rapat jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar asap tidak masuk.
- Tunda olahraga dan kegiatan berat di luar ruangan.
- Perbanyak minum air putih dan siapkan obat pribadi bagi yang punya riwayat penyakit.
- Segera ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami sesak napas atau nyeri dada.
Bagi warga yang memiliki anak usia sekolah, jam berangkat dan pulang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara. Bila jarak memungkinkan, menggunakan masker sejak di rumah akan lebih efektif ketimbang memakainya di tengah perjalanan.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Dampak ke Aktivitas Harian dan Layanan Publik
Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan. Jarak pandang yang menurun memengaruhi keselamatan pengendara, terutama pada pagi hari ketika banyak warga berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah. Pengguna jalan disarankan menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman.
Untuk sektor pendidikan, sekolah perlu menimbang aktivitas luar ruangan seperti upacara, olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan yang memaksa siswa berjam-jam di lapangan sebaiknya ditunda sampai kualitas udara membaik.
Sementara itu, hingga 17 Oktober 2026, SuaraLutim belum menerima keterangan resmi mengenai penetapan status siaga darurat asap di Luwu Timur. Pemerintah daerah tercatat masih berada pada tahap koordinasi krisis kesehatan dan imbauan mitigasi. Bila ada penetapan status resmi, informasi akan diperbarui.
Memilih dan Memakai Masker
Tidak semua masker memberi perlindungan yang sama. Masker kain memang membantu menahan debu kasar, tetapi kurang efektif menahan partikel halus yang terbawa asap. Masker bedah lebih baik, sedangkan masker dengan penyaring seperti N95 memberi perlindungan lebih tinggi bila dipakai dengan pas di wajah.
Yang sering terlewat adalah cara memakainya. Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu tanpa celah di sisi wajah. Untuk anak-anak, sebaiknya pilih ukuran yang sesuai dan tetap dalam pengawasan orang dewasa, karena masker yang terlalu longgar justru membuat udara kotor masuk lewat celah.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis
Keluhan ringan seperti iritasi mata atau tenggorokan kering biasanya membaik bila paparan dihentikan. Namun, warga perlu segera memeriksakan diri bila mengalami sesak napas yang tidak mereda, nyeri dada, batuk berdarah, atau penurunan kesadaran.
Pemilik riwayat asma, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan kronis sebaiknya menyiapkan obat rutin dan menghindari aktivitas luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Puskesmas dan RSUD I Lagaligo tercatat sudah dilibatkan dalam koordinasi krisis kesehatan, sehingga warga punya rujukan yang jelas.
FAQ Kabut Asap Luwu Timur
Berapa angka AQI Malili pada 14 Oktober 2026?
Data pemantauan cuaca yang dikutip Penalutim.com mencatat AQI Malili 215 dengan kategori sangat tidak sehat dan suhu sekitar 29 derajat Celsius. Angka ini adalah data pemantauan pihak ketiga, bukan hasil pengukuran resmi stasiun pemerintah daerah.
Apa penyebab kabut asap di Luwu Timur?
Selain kebakaran hutan dan lahan di wilayah Towuti serta sekitar Padang Polisi di Desa Bantilang, asap juga terpantau datang dari kebakaran lahan di Kalimantan dan Papua berdasarkan citra satelit Himawari-9.
Apakah sekolah diliburkan?
Hingga laporan ini disusun belum ada keterangan resmi soal peliburan sekolah. Yang ditekankan pemerintah adalah imbauan penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar ruangan bagi kelompok rentan.
Sumber: Penalutim.com, 17 Oktober 2026; Luwuraya.com, 15 Oktober 2026; pemantauan SuaraLutim atas laporan karhutla di Malili dan Towuti, September-Oktober 2026.


