Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Lutim

Viral Luwu Timur: Resep Sukses Wali Kota ke Mahasiswa

17 September 2026 • Admin
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat kuliah umum, viral luwu timur soal resep sukses mahasiswa
Gambar: Pedoman Rakyat

Nostalgia Penyiar Radio hingga Memimpin Perusahaan

Dalam kesempatan itu, Appi membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani pendidikan. Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio.

Ia harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun. Pengalaman itu mengajarkannya bahwa masa depan tidak hanya ditentukan pendidikan formal.

Menurutnya, kemauan terus belajar, beradaptasi, membangun relasi, dan mengambil peluang juga menjadi penentu. Kombinasi itulah yang membuat seseorang mampu bertahan ketika keadaan berubah.

Dari Latar Hukum ke Kursi Pimpinan

Appi juga menceritakan perjalanan kariernya dari dunia usaha hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan. Ia menyebut latar belakang pendidikannya tidak otomatis menjawab seluruh tuntutan pekerjaan.

“Dengan latar belakang pendidikan hukum, saya harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak saya kuasai ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan,” kenang pria kelahiran 20 September itu.

Kisah tersebut menggambarkan bahwa proses belajar tidak berhenti di bangku kuliah. Setiap peran baru menuntut kesediaan mempelajari hal yang belum dikuasai sebelumnya.

Kontribusi Mahasiswa bagi Kota

Dalam kesempatan tersebut, Appi mengajak mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah untuk tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik. Mereka diminta turut memberi kontribusi terhadap kehidupan Kota Makassar.

Ia menilai keberadaan mahasiswa memberi dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi kota. Karena itu, mahasiswa yang tinggal di Makassar diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kota tetap tertib, bersih, dan nyaman.

“Saya berharap mahasiswa yang masuk ke Kota Makassar meneruskan berkarya di Makassar. Maka dari itu sangat penting kita jaga secara bersama-sama karena dampak yang dibikin itu sangat baik,” harapnya.

Isu kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi perhatian khususnya. Ia meminta mahasiswa baru membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari tempat tinggal, baik di rumah orang tua maupun kos, kemudian membawanya ke lingkungan kampus.

“Persoalan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kota ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat,” tegasnya.

Impactful Governance dan Harapan ke Depan

Di akhir paparannya, Appi memperkenalkan gagasan pemerintah yang tidak berhenti pada tata kelola yang baik. Menurutnya, pemerintahan harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyebut pendekatan itu sebagai impactful governance atau tata kelola yang memberikan dampak nyata. Gagasan tersebut menempatkan manfaat langsung bagi warga sebagai ukuran keberhasilan kebijakan.

“Kami hadir sebagai pemerintah itu ada guna dan tujuannya, dan yang lebih penting lagi bahwa pemerintahan yang kami jalankan harus berdampak langsung dan berdampak nyata kepada masyarakat,” tutup Appi.

Pesan-pesan tersebut menyambung dengan isu pendidikan yang menjadi perhatian publik, termasuk yang pernah dibahas di kanal Pendidikan SuaraLutim. Salah satunya liputan tentang program Human Library yang mengajak warga belajar dari pengalaman orang lain.

Topik akses pendidikan juga muncul dalam pemberitaan lain, seperti kebijakan syarat domisili untuk beasiswa daerah. Dua contoh itu memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan selalu terkait erat dengan kebijakan dan kesempatan.

Bagi mahasiswa baru, rangkaian pesan Wali Kota Makassar dapat dibaca sebagai pengingat sederhana. Kuliah memberi ilmu, sementara organisasi dan jaringan memberi ruang berlatih menerapkan ilmu itu pada situasi nyata.

FAQ Kuliah Umum Wali Kota Makassar

Apa pesan utama Wali Kota Makassar kepada mahasiswa baru UCM?

Munafri Arifuddin meminta mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kapasitas diri, karakter kepemimpinan, dan jejaring yang bermanfaat bagi masa depan.

Mengapa mahasiswa diminta aktif berorganisasi?

Menurut Appi, kepemimpinan tidak hanya diperoleh dari bangku kuliah. Organisasi kampus menjadi salah satu ruang yang membentuk karakter kepemimpinan dan melatih kerja sama.

Pengalaman kerja apa yang dibagikan Wali Kota Makassar?

Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio, hingga menyelesaikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun.

Penutup

Resep sukses yang dibagikan di kampus UCM bertumpu pada tiga hal yang bisa dimulai kapan saja: belajar sungguh-sungguh, berlatih memimpin lewat organisasi, dan merawat jaringan. Bagi mahasiswa baru, tiga hal itu adalah modal yang paling murah untuk disiapkan, dan paling mahal jika dilewatkan.

Referensi: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Hasanuddin, dan Pedoman Rakyat.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga