Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: BGN Tutup Permanen 2.000 Dapur MBG

29 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Ilustrasi sajian program Makan Bergizi Gratis
Fitrah 9131, CC0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia hari ini datang dari Badan Gizi Nasional. Lembaga itu menutup permanen lebih dari 2.000 dapur program Makan Bergizi Gratis yang dinilai tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi. Penutupan disampaikan Kepala BGN dalam paparan evaluasi 100 hari di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Dapur yang ditutup antara lain yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Selain itu, BGN menghentikan sementara operasional sekitar 6.100 dapur yang belum menyampaikan laporan penggunaan dana harian. Penutupan dan penyetopan itu adalah dua hal berbeda dengan dasar penilaian yang berbeda pula.

Program MBG kini melayani jutaan siswa melalui ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi. Karena itu, setiap keputusan menutup dapur langsung berdampak pada jadwal makan penerima manfaat. Publik pun menuntut kejelasan mana dapur yang bermasalah dan apa langkah pemulihannya.

Berita Indonesia: 2.000 dapur ditutup permanen

Kepala BGN Sudaryono menyebut penutupan dilakukan terhadap dapur yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan. Syarat utama yang disorot adalah higiene dan sanitasi, termasuk kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi. Dapur tanpa sertifikat itu ditutup.

Tata Atur
Iklan

Menurut dia, pengawasan sebelumnya dinilai belum memadai. Ribuan dapur beroperasi dengan standar bangunan, sumber daya manusia, pengadaan bahan pangan, dan pelayanan yang tidak seragam. Ketidakseragaman itu membuat mutu makanan sulit dijamin hanya dari daftar penerima manfaat.

BGN menyatakan penutupan permanen ditujukan bagi dapur yang melakukan kelalaian serius. Beberapa dapur di Karo, Semarang, dan Blora disebut masuk kategori itu. Untuk pelanggaran yang mengandung unsur pidana, BGN menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Alasan penutupan: higiene dan sanitasi

Higiene dan sanitasi menjadi dasar utama penindakan. BGN menilai kebersihan dapur, penyimpanan bahan, dan proses pengolahan menentukan keamanan makanan yang disajikan kepada anak sekolah. Standar itu tidak bisa dipenuhi hanya dengan menambah jumlah porsi.

Dalam paparannya, BGN menyoroti sejumlah praktik berisiko. Di Cirebon, ada dapur yang membeli telur puyuh matang dalam kondisi sudah dikupas. Di Bogor, ditemukan penggunaan bumbu kacang sate yang sudah jadi, meski prosedur operasional standar sudah ditetapkan.

Contoh lain muncul di Karo. Ikan yang tidak tertampung di freezer dibiarkan di suhu ruang lebih dari 12 jam sebelum dimasak. Menurut BGN, pola penanganan seperti itu memicu masalah kesehatan pada penerima manfaat dan tidak bisa dibiarkan berulang.

6.100 dapur disetop sementara

Selain penutupan permanen, BGN menyetop sementara operasional sekitar 6.100 dapur. Penyebabnya bukan higiene, melainkan belum disampaikannya laporan penggunaan dana harian. Dari 26.385 dapur yang beroperasi, jumlah itu setara sekitar seperempat.

BGN menahan penambahan dana bagi dapur tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh inspektorat sebelum operasional boleh berjalan lagi. Penyetopan ini bersifat sementara dan berbeda dari penutupan permanen yang diumumkan untuk lebih dari 2.000 dapur.

Aturan laporan dana harian menjadi syarat baru sebelum dapur memperoleh tambahan dana operasional. Tujuannya agar aliran uang dapat ditelusuri dan tidak ada pembayaran yang mengalir tanpa pertanggungjawaban. BGN menyebut syarat ini bagian dari pembenahan tata kelola.

Angka 1.288 dan 2.000 yang perlu dibedakan

Sejumlah media menulis angka yang berbeda pada hari yang sama. Liputan6.com mencatat 1.288 dapur ditutup permanen dan 1.999 dapur disuspensi untuk periode Juli sampai September 2026. Angka itu berasal dari paparan yang sama.

Sementara itu, pernyataan lisan Kepala BGN menyebut lebih dari 2.000 dapur ditutup permanen. Angka 2.000 lebih itu tampaknya mencakup periode yang lebih panjang, bukan hanya Juli sampai September. Dua angka itu karena itu tidak saling bertentangan, tetapi mengukur rentang waktu berbeda.

Pembaca sebaiknya tidak menjumlahkan angka tersebut menjadi satu total tunggal. Penutupan permanen, suspensi, dan penyetopan sementara adalah tiga kategori berbeda. BGN belum merilis rekapitulasi resmi yang memisahkan ketiganya dalam satu tabel.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga