Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Dino Patti Djalal Bantah Hoaks Kedubes

24 Oktober 2026 • zul • 34 kali dibaca
Ilustrasi gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Public domain), Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari jagat media sosial: sebuah unggahan menyebut mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dan peneliti Saiful Mujani berkunjung ke rumah Duta Besar Singapura. Dino membantah keras dan menyebut narasi itu fiktif serta bagian dari upaya mendiskreditkan dirinya. Ia mempertimbangkan melapor ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Unggahan itu beredar sejak akhir pekan dan dikutip sejumlah media nasional pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Isi Unggahan yang Viral

Unggahan itu memuat teks bernada kode dengan kalimat “Hari Minggu, Rumah Dubes Singapur kedatangan tamu bernama Saiful Muzani, Dino Pati Djalal. Apakah ada titipan?” Video yang disertakan hanya memperlihatkan pagar depan Kedubes Singapura. Tidak ada wajah, tidak ada dokumentasi pertemuan, dan tidak ada keterangan waktu yang bisa diverifikasi.

Caption yang menyertai video berbunyi “Londo ireng is coming”. Unggahan itu beredar di beberapa akun dan dikutip sejumlah warganet. Nama Saiful ditulis dengan ejaan berbeda dalam unggahan tersebut, yakni Saiful Muzani.

Detikcom melaporkan unggahan itu dilihat pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Sampai berita ini ditulis, tidak ada bukti visual yang menunjukkan Dino atau Saiful berada di lokasi. Kode “Info A001” dalam unggahan juga tidak merujuk pada sumber yang bisa diperiksa.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Berita Viral: Bantahan Dino Patti Djalal

Dino menyatakan dirinya berada di Perth, Australia, pada 18 sampai 20 Oktober 2026. Ia diundang berbicara dalam konferensi perubahan iklim di sana. Menurutnya, pada hari yang disebut unggahan itu, ia tidak berada di Jakarta.

Ia juga menegaskan sudah bertahun-tahun tidak datang ke rumah Duta Besar Singapura. “Saya sudah bertahun-tahun tidak datang ke rumah Dubes Singapura,” katanya seperti dikutip detikcom. Ia menyebut alasan dirinya berhenti datang sudah lama dan tidak berkaitan dengan isu politik terbaru.

Soal Saiful Mujani, Dino mengaku mengenalnya tetapi tidak pernah bertemu langsung. Ia menilai video itu janggal karena tidak memuat foto dirinya sama sekali. Karena itu, ia menyebut narasi tersebut sebagai postingan fiktif yang dibuat tim tertentu.

Rencana Lapor ke Komdigi

Dino mengatakan sedang mempertimbangkan melapor ke Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Tujuannya memberi efek jera kepada penyebar berita bohong di media sosial. Ia menyebut langkah itu masih dalam pertimbangan, belum diajukan secara formal.

Menurutnya, pola menyerang orang yang punya opini lewat konten palsu tidak boleh menjadi kebiasaan. Ia menyebut cara seperti itu kotor dan bisa dipakai untuk mendiskreditkan siapa pun. Ia juga menyoroti bahwa unggahan serupa muncul di beberapa akun dalam waktu berdekatan.

VIVA menulis hal serupa, bahwa Dino mempertimbangkan jalur resmi agar ada efek jera. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Komdigi soal laporan tersebut. Karena itu, rencana itu belum bisa disebut sebagai laporan yang sedang diproses.

Konteks Polemik Indonesia dan Singapura

Bantahan ini muncul di tengah polemik hubungan Indonesia dan Singapura. Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi soal kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Isu karhutla lintas batas juga kembali mencuat dan melibatkan perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

Dalam perdebatan itu, Dino dikenal sebagai pihak yang menilai tudingan konspirasi terhadap Singapura tidak masuk akal. Ia meminta publik tidak buru-buru menuduh tanpa bukti. Pandangan itu berbeda dari sejumlah tokoh lain yang mengkritik Singapura secara terbuka.

CNN Indonesia mencatat perbedaan pandangan itu sebagai bagian dari dinamika diskursus publik. Karena itu, unggahan bernada kode soal pertemuan dengan duta besar mudah menyebar dan mudah dipercaya sebagian warganet. Isu diplomatik yang sedang panas memang menjadi lahan subur bagi hoaks.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga