Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Solar Subsidi di Bandung Ditimbun Pakai Galon

31 Oktober 2026 • zul • 27 kali dibaca
Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina di Sumedang, bukan lokasi penggerebekan di Bandung
Nur Cholis, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari Bandung: Satuan Reserse Mobile Badan Reserse Kriminal Polri membongkar sindikat penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar yang beroperasi dengan modus sederhana tetapi berulang. Solar dibeli di stasiun pengisian bahan bakar umum memakai galon air mineral berkapasitas 15 liter, lalu dikumpulkan di sebuah gudang. Pengungkapan dilakukan pada Minggu, 18 Oktober 2026, tetapi rinciannya baru disampaikan polisi pada Sabtu, 31 Oktober 2026 melalui keterangan tertulis.

Kronologi Pengungkapan di Stasiun Pengisian

Kasat Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi menyatakan timnya lebih dulu memantau aktivitas pengisian bahan bakar yang dinilai tidak wajar. Pantauan itu mengarah pada satu unit truk yang mengisi solar pada dini hari. Menurut keterangan resmi yang dikutip CNN Indonesia, penyergapan terjadi sekitar pukul 02.35 WIB.

Pada saat diperiksa, di dalam truk ditemukan puluhan galon air mineral. Sebagian galon sudah berisi solar, sebagian lagi masih kosong dan siap dipakai untuk pembelian berikutnya. Polisi menilai pola itu sebagai cara mengelabui petugas stasiun pengisian yang membatasi pembelian bahan bakar bersubsidi.

Republika melaporkan rincian yang lebih spesifik. Truk dengan pelat nomor D 8614 YD itu sedang mengisi bahan bakar di mesin nomor dua ketika petugas menyergap. Di dalam kendaraan ditemukan lima galon berisi solar, tujuh belas galon kosong, 49 foto barcode bio solar, serta sepuluh pelat nomor kendaraan berbeda yang diduga dipakai bergantian.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Modus Galon 15 Liter dan Barcode Berulang

Inti modusnya bukan teknologi canggih, melainkan pemanfaatan celah prosedur. Solar bersubsidi dibeli dalam jumlah kecil berulang kali, lalu ditampung ke dalam galon agar tidak terlihat sebagai pembelian besar. Cara ini membuat transaksi tunggal tetap berada di bawah batas yang biasa diawasi.

Kumpulan barcode bio solar yang disita menunjukkan bahwa pelaku memindai banyak identitas kendaraan. Menurut laporan Republika, puluhan foto barcode dan sepuluh pelat nomor berbeda itu diduga digunakan untuk mengelabui petugas stasiun pengisian. Dengan begitu, kuota pembelian harian bisa diakali tanpa memakai satu kendaraan yang sama.

Pola serupa pernah muncul dalam pengungkapan lain. Pada Maret 2025, Bareskrim memaparkan kasus penyelewengan solar bersubsidi di Tuban dan Karawang yang juga memakai banyak barcode My Pertamina berbeda untuk membeli bahan bakar secara berulang, seperti dirangkum detikcom. Kesamaan pola itu menunjukkan modus semacam ini bukan kasus tunggal.

Apa yang Ditemukan di Gudang Penampungan

Dari keterangan pengemudi, polisi bergerak ke sebuah gudang di kawasan Cisaranten Kidul, Gedebage, Kota Bandung. Di lokasi itu petugas menemukan satu unit truk Mitsubishi Ragasa yang dimodifikasi untuk mengangkut penampung bahan bakar. Kendaraan itu membawa empat tangki penampung atau kempu.

Dua kempu terisi penuh masing-masing 1.000 liter solar, sedangkan dua kempu lainnya kosong. Selain itu, petugas menemukan 57 galon air mineral berisi total 855 liter solar bersubsidi. Bila angka-angka itu dijumlahkan, solar yang ditemukan di gudang setara sekitar 2.855 liter, di luar bahan bakar yang masih berada di tangki truk.

Seorang penjaga gudang turut diamankan di lokasi. Polisi menyatakan ribuan liter solar beserta truk modifikasi langsung dibawa ke Bareskrim Polri bersama para pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berita Viral: Beda Lokasi Stasiun Pengisian Antar Keterangan

Satu hal yang perlu dicatat pembaca adalah perbedaan lokasi stasiun pengisian antar laporan. CNN Indonesia menulis lokasi penggerebekan berada di salah satu stasiun pengisian di Cinambo, Bandung. Republika menyebut truk diamankan di stasiun pengisian Jalan Moch. Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Perbedaan itu belum dijelaskan secara resmi oleh kepolisian. Kedua laporan sepakat pada hal-hal pokok: waktu penyergapan dini hari, modus galon 15 liter, keberadaan gudang penampungan di Gedebage, serta barang bukti berupa truk modifikasi dan ribuan liter solar. Perbedaan hanya pada penyebutan nama kawasan stasiun pengisian.

Dalam pemberitaan perkara yang masih berjalan, perbedaan kecil seperti ini sebaiknya tidak dibaca sebagai pertentangan fakta. Pembaca cukup memegang titik-titik yang disebut sama oleh lebih dari satu media, sementara detail yang berbeda ditunggu penjelasan resminya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga