Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: EMAS Alokasikan US$11,4 Juta untuk Pani

29 Oktober 2026 • zul • 29 kali dibaca
Ilustrasi truk pengangkut bijih di area tambang Batu Hijau, bukan Tambang Pani
Foto: Randi Ang, CC BY 2.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Tambang nasional mendapat kabar baru dari emiten emas PT Merdeka Gold Resources Tbk. Perusahaan menyiapkan dana eksplorasi 11,4 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp205,2 miliar pada 2027. Dana itu akan dipakai mengembangkan potensi sumber daya mineral di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Alokasi dana dan sasaran pengeboran

EMAS akan membiayai pengeboran sepanjang 50.000 meter di Pani dan sejumlah target eksplorasi sekitarnya. Fokusnya pengembangan sumber daya mineral dan pengujian potensi perluasan mineralisasi. Angka itu disampaikan manajemen dalam keterangan resmi pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Keputusan tersebut menyusul hasil pengeboran yang menunjukkan keberadaan mineralisasi emas di beberapa area. Hasil itu menambah data geologi di sekitar deposit Pani. Manajemen menilai temuan tersebut membuka peluang penambahan sumber daya pada masa mendatang.

Dana eksplorasi tahun depan lebih besar dari belanja eksplorasi kuartal ketiga 2026 yang tercatat Rp34,9 miliar atau sekitar 1,95 juta dolar. Laporan eksplorasi Q3 2026 menyebut total pengeboran 8.531,4 meter pada kuartal itu. Kenaikan anggaran menunjukkan intensitas kegiatan akan bertambah.

Tata Atur
Iklan

Perusahaan menyebut belanja modal itu masuk dalam rencana pengembangan jangka panjang. Pani diposisikan sebagai aset inti EMAS di samping portofolio induk, PT Merdeka Copper Gold Tbk. Status emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode EMAS dan di Bursa Hong Kong dengan kode 6228.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tiga area yang disorot

Area pertama adalah Pani Deep. Pengeboran di zona ini menemukan mineralisasi emas di dalam maupun di bawah area sumber daya mineral yang telah ditetapkan. Salah satu lubang bor menunjukkan interval mineralisasi sepanjang 193 meter dengan kadar rata-rata 0,94 gram emas per ton.

Di dalam interval tersebut terdapat segmen 124,9 meter dengan kadar rata-rata 1,31 gram per ton. Lubang bor lain menemukan mineralisasi sekitar 65 meter di bawah batas sumber daya saat ini. Temuan itu memberi petunjuk bahwa sistem mineralisasi masih terbuka ke arah kedalaman.

Area kedua adalah Pani Gap yang terletak di sebelah selatan deposit utama. Pengeboran menemukan zona mineralisasi luas dan relatif dekat permukaan. Sistem mineralisasi di area itu masih terbuka ke arah barat daya sehingga berpotensi menjadi sasaran lanjutan.

Area ketiga adalah Kolokoa. Pengeboran tahap kedua kembali menemukan mineralisasi emas di dalam maupun di luar sumber daya awal yang diumumkan pada Juni 2026. Pengeboran berikutnya akan difokuskan menentukan sebaran dan kesinambungan mineralisasi.

Peringatan manajemen soal tafsir hasil

Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, menyatakan hasil pengeboran memperkuat keyakinan perusahaan terhadap potensi mineralisasi Pani. Menurut dia, mineralisasi masih ditemukan di luar sebagian batas model sumber daya saat ini. Perusahaan akan menguji potensi itu secara sistematis melalui pengeboran lanjutan.

Namun Boyke menegaskan hasil terbaru masih berstatus temuan eksplorasi. Angka tersebut belum bisa dikategorikan sebagai estimasi sumber daya mineral baru. Belum juga sebagai cadangan bijih baru yang bisa dihitung dalam rencana produksi.

Pernyataan itu penting agar publik tidak membaca hasil pengeboran sebagai tambahan cadangan resmi. Estimasi sumber daya memerlukan pemodelan geologi dan verifikasi sesuai standar pelaporan. Prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Perusahaan menyebut pengeboran tambahan dan evaluasi teknis masih diperlukan. Hasilnya akan menentukan apakah potensi di luar model sumber daya bisa dimasukkan ke estimasi berikutnya. Sampai saat itu, angka 193 meter dan 0,94 gram per ton tetap merupakan data lubang bor.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga