Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Ponton Batu Bara Hantam Rumah Warga

25 Oktober 2026 • zul • 34 kali dibaca
Ilustrasi kapal tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam Kalimantan Timur
Herusutimbul, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Tambang nasional kembali menjadi sorotan setelah sebuah ponton bermuatan batu bara menghantam permukiman warga di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Insiden terjadi pada Kamis, 22 Oktober 2026 sore waktu setempat. Sejumlah rumah dan keramba ikan rusak parah, tetapi tidak ada korban jiwa.

Ponton itu melintas dari arah hulu menuju hilir Sungai Mahakam. Warga menduga tali pengikat ponton terlepas sehingga kapal kehilangan kendali. Pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mendata kerusakan.

Tambang Nasional: Insiden di Loa Duri Ulu

Insiden terjadi di depan SD 006 Desa Loa Duri Ulu. Bangunan yang terdampak berada persis di bibir sungai, hanya beberapa meter dari jalur pelayaran ponton batu bara. Warga sempat merekam momen saat ponton mendekat dan merusak keramba sebelum menabrak rumah.

Ketua RT 03 Desa Loa Duri Ulu, Andre Mansah, mengatakan informasi pertama diterimanya dari relawan. Saat kejadian, ia sedang mengikuti rapat di kantor desa. Warga sekitar langsung berdatangan setelah mendengar suara benturan keras dari arah sungai.

Tata Atur
Iklan

Menurut keterangan awal, ponton membawa muatan batu bara dari hulu menuju hilir. Kapal diduga kehilangan kendali atau tali pengikatnya terlepas. Penyebab pasti kejadian masih dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kronologi Tali Ponton Diduga Lepas

Warga menyebut ponton bergerak perlahan mendekati permukiman sebelum menghantam keramba. Setelah keramba rusak, ponton terus bergerak dan mengenai rumah warga di tepi sungai. Beberapa bangunan dilaporkan hancur pada bagian dinding dan atap, menurut laporan Pusaran Media.

Arus Sungai Mahakam pada sore itu cukup deras. Kondisi tersebut diduga mempersulit pengendalian ponton yang sudah lepas dari kapal penarik. Warga menilai jalur pelayaran di depan permukiman memang rawan karena berada di tikungan.

Petugas kepolisian belum mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap awak kapal penarik. Identitas pemilik ponton juga belum disampaikan secara resmi kepada publik. Penyebab kecelakaan akan ditentukan setelah olah tempat kejadian perkara selesai.

Lima Rumah dan Keramba Rusak

Pendataan awal pemerintah desa mencatat sekitar empat sampai lima rumah mengalami kerusakan parah. Bangunan yang terdampak mencakup rumah tinggal dan fasilitas pendidikan. Salah satunya adalah perumahan guru SD Negeri 06 Penajam yang berada di kawasan itu. Laporan Akupedia menyebut dua kelompok keramba dengan total sekitar 20 petak ikut terdampak.

Jumlah keramba yang terdampak juga dilaporkan berbeda. Pemerintah desa menyebut 40 kotak keramba warga terdampak, sementara laporan lapangan lain menyebut sekitar 20 petak. Perbedaan itu muncul karena pendataan masih berjalan saat berita pertama ditulis.

Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menumpang di rumah tetangga. Pemerintah desa belum mendirikan posko pengungsian karena warga masih bisa bertahan di lingkungan sekitar. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tempat tinggal sementara dan kepastian ganti rugi.

Perusahaan Janji Ganti Rugi

Perusahaan pemilik ponton menyatakan komitmen untuk bertanggung jawab. Menurut laporan Koran Kaltim, pemerintah desa memfasilitasi pertemuan antara warga terdampak dan perwakilan perusahaan. Pertemuan itu membahas penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut. Warga diminta mendata seluruh kerugian disertai bukti foto. Data itu kemudian diserahkan kepada perusahaan melalui pemerintah desa.

Warga diberi waktu dua hari untuk menginventarisasi kerusakan bangunan dan kerugian lain. Untuk sementara, perusahaan membantu mencarikan rumah kontrakan bagi warga yang rumahnya hancur. Biaya sewa ditanggung perusahaan sampai persoalan kerusakan diselesaikan.

Skema ganti rugi seperti ini bukan hal baru di kawasan sungai yang dilalui angkutan batu bara. Penyelesaian biasanya berjalan melalui mediasi yang difasilitasi pemerintah desa. Namun besaran nilai kerugian tetap harus disepakati kedua pihak.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga