Viral hari ini, serangan drone Rusia menghantam peron Stasiun Kereta Dnipro di Ukraina tengah pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026, dan menewaskan sedikitnya 13 orang. Peron yang dihantam sedang melayani kereta penumpang tujuan Zaporizhzhia, sekitar dua jam perjalanan ke arah selatan. Otoritas Ukraina menyebut serangan itu sebagai salah satu pukulan paling mematikan terhadap jaringan kereta negara sejak invasi 2022.
Apa yang Terjadi di Stasiun Dnipro
Operator kereta negara Ukrzaliznytsia menyatakan serangan dilakukan drone bermesin jet. Drone itu menghantam salah satu peron tempat kereta nomor 866 rute Dnipro menuju Zaporizhzhia sedang berhenti. Perusahaan kereta menegaskan peringatan ancaman sudah dinaikkan sebelum serangan, tetapi penumpang tetap berada di peron.
Menurut keterangan operator, kereta itu adalah kereta listrik penumpang biasa, bukan kereta khusus militer. Jadwal keberangkatan pagi membuat peron dipenuhi penumpang harian yang hendak berangkat kerja dan mengantar keluarga. Serangan terjadi pada jam sibuk, sehingga dampaknya langsung terasa di jalur angkutan utama wilayah timur.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan tiga drone berhasil dicegat dalam serangan siang itu. Drone keempat lolos dari pertahanan udara dan menghantam stasiun. Pernyataan itu menjelaskan mengapa ledakan tetap terjadi meski peringatan dini sudah berbunyi di kota tersebut.
Rekaman yang beredar memperlihatkan lubang besar pada peron, kereta dengan kaca pecah, serta petugas darurat yang bekerja di lokasi. Pemerintah daerah mengimbau warga menjauhi area stasiun agar tim penyelamat bisa bergerak cepat. Jalur kereta di sekitar Dnipro sempat dihentikan sementara.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Korban dan Angka yang Masih Berbeda
Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Hanzha menyebut 13 orang tewas dan sedikitnya lima orang terluka. Kepolisian nasional Ukraina mencatat sedikitnya 10 orang terluka dalam insiden yang sama. Wali Kota Dnipro Borys Filatov menyebut peristiwa itu sebagai tragedi dan meminta warga mengikuti arahan petugas.
Perbedaan angka luka lazim terjadi pada jam jam pertama setelah serangan besar. Tim medis masih mendata pasien yang masuk ke beberapa rumah sakit sekaligus. Sebagian korban luka dilaporkan dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap di luar pusat kota.
Hingga Kamis malam waktu setempat, belum ada data resmi mengenai jumlah penumpang yang berada di peron saat serangan. Operator kereta hanya menyebut kereta sedang menunggu jadwal keberangkatan. Data penumpang akan dibutuhkan untuk memastikan tidak ada korban yang belum teridentifikasi.
Pemerintah daerah menyatakan proses identifikasi berjalan dan keluarga korban difasilitasi untuk memberi keterangan. Tidak ada rincian mengenai kondisi korban luka yang dirilis ke publik. Portal berita internasional memilih menyamarkan gambar korban di lokasi kejadian.
Kecaman Zelensky dan Seruan Sanksi Baru
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu mengerikan. Ia menegaskan drone menghantam peron tempat kereta komuter reguler dan kereta penumpang reguler sedang berhenti. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyebut 10 orang terluka.
Zelensky mempertanyakan dampak pelonggaran sanksi terhadap oligark dan sektor energi Rusia. Menurutnya, pelonggaran itu tidak membuat Rusia menurunkan eskalasi. Ia meminta Uni Eropa, Amerika Serikat, dan G7 mengambil langkah sanksi baru yang lebih kuat.
Seruan itu muncul ketika tekanan politik di Eropa soal bantuan militer dan sanksi kembali menguat. Serangan terhadap fasilitas sipil selalu menjadi bagian argumen Kyiv dalam setiap forum internasional. Pemerintah Ukraina secara rutin mempublikasikan foto dan keterangan resmi setelah serangan besar.
Sejauh Kamis malam, belum ada pernyataan resmi dari Kremlin mengenai serangan di Dnipro. Media internasional mencatat pola serangan terhadap jaringan kereta yang berulang sejak invasi dimulai. Pihak Rusia sebelumnya membantah menargetkan warga sipil secara sengaja.
Mengapa Stasiun Kereta Menjadi Sasaran Berulang
Jaringan kereta Ukraina memegang peran besar dalam angkutan penumpang, logistik, dan evakuasi. Sejak hari hari pertama invasi 2022, Rusia berulang kali menembakkan drone ke kereta dan lokomotif. Menurut laporan kantor berita AFP, ratusan lokomotif hancur dan sejumlah pekerja kereta tewas dalam serangan serupa.
Pada September 2026 saja, penumpang dievakuasi dari lebih dari 5.800 layanan kereta karena ancaman serangan drone. Angka itu disampaikan operator kereta nasional kepada AFP. Beban evakuasi sebesar itu menunjukkan gangguan operasional yang berlangsung hampir setiap hari.
Kereta juga menjadi tulang punggung evakuasi warga dari wilayah dekat garis depan. Sebagian besar evakuasi berlangsung di wilayah selatan dan timur seperti Odesa, Dnipro, dan Zaporizhzhia. Karena itu, gangguan di satu stasiun besar bisa merambat ke jalur lain dalam hitungan jam.
Stasiun Dnipro sendiri merupakan simpul perjalanan penting di Ukraina tengah timur. Dari kota itu, penumpang melanjutkan perjalanan ke Zaporizhzhia, Kharkiv, dan sejumlah kota lain. Serangan pada jam sibuk memaksa operator menyusun ulang jadwal dan rute alternatif.


