Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: Teh Kemasan Berbusa di Demo 28 Oktober

29 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Ilustrasi kemasan teh botol, bukan produk dalam video yang beredar
Foto: Hayabusa future via Wikimedia Commons, domain publik
ASM Group
Iklan

Viral hari ini di media sosial beredar video yang memperlihatkan kemasan teh kotak berbusa saat dibagikan di sekitar aksi 28 Oktober di Jakarta Pusat. Beberapa orang dalam video mengaku mencium aroma seperti sabun dan merasakan hal serupa saat mencoba minuman itu. Produsen Tehbotol Sosro menyatakan sedang melakukan investigasi menyeluruh, sementara kepolisian membantah membagikan minuman tersebut.

Viral Hari Ini: Video Teh Kemasan Berbusa

Video itu mulanya diunggah di Instagram lalu menyebar ke berbagai platform percakapan. Narasi yang menyertainya menyebut minuman tersebut ditemukan di sekitar lokasi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia. Dalam rekaman, seseorang mencabut sedotan yang menempel di kemasan dan memperlihatkan busa yang keluar saat kotak ditekan.

Menurut narasi yang beredar, beberapa peserta aksi sempat meminum minuman itu dan mengaku merasakan rasa seperti sabun. Sumber minuman tersebut tidak diketahui karena dibagikan oleh orang yang tidak dikenal. Klaim itu belum diverifikasi melalui pemeriksaan laboratorium atau keterangan resmi pihak berwenang.

Sejumlah warganet langsung mengaitkan peristiwa ini dengan dugaan upaya meracuni peserta aksi. Kecurigaan itu murni dugaan yang beredar di media sosial. Hingga berita ini ditulis, tidak ada satu pun keterangan resmi yang menyatakan minuman tersebut mengandung racun atau bahan berbahaya.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Pernyataan Produsen

Tehbotol Sosro menanggapi video tersebut melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya. Perusahaan menyatakan mengetahui adanya unggahan yang beredar dan menanggapi hal itu dengan serius. Mereka juga menyampaikan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan fakta yang relevan.

Dalam pernyataan itu, perusahaan menegaskan komitmen pada kualitas dan keamanan konsumen. Mereka berjanji menyampaikan informasi lebih lanjut setelah proses investigasi memberi kejelasan yang memadai. Sampai saat ini belum ada penjelasan mengenai penyebab busa atau kondisi kemasan yang dilaporkan.

Perusahaan juga belum mengumumkan apakah produk dari batch tertentu akan ditarik dari pasaran. Penarikan produk biasanya hanya dilakukan bila ada bukti kontaminasi yang terverifikasi. Tanpa bukti seperti itu, langkah paling awal adalah memeriksa sampel dan menelusuri distribusi.

Bantahan Kepolisian

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya tidak pernah membagikan teh kemasan kepada massa aksi. Menurut dia, narasi yang menyebut polisi membagikan minuman itu tidak sesuai fakta. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang dibingkai untuk mengalihkan perhatian.

Polisi menyatakan akan mengklarifikasi pihak yang menerima minuman tersebut untuk mengetahui asal produk. Langkah itu penting karena sumber barang menjadi kunci penelusuran. Tanpa keterangan dari penerima, sulit menentukan apakah busa muncul karena kondisi produk atau karena ada pihak lain yang menambahkan sesuatu.

Polda Metro Jaya juga mengamankan sejumlah orang terkait aksi pada 28 Oktober. Mereka masih diperiksa oleh penyidik, dan satu di antara mereka berstatus anak di bawah umur sehingga penanganannya diserahkan ke unit perlindungan perempuan dan anak. Redaksi tidak menuliskan identitas siapa pun yang belum berstatus tersangka.

Konteks Aksi 28 Oktober

Aksi pada 28 Oktober 2026 digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Ribuan peserta berkumpul di kawasan Jakarta Pusat dengan pengawalan aparat. Dalam keramaian seperti itu, makanan dan minuman sering dibagikan oleh berbagai pihak, termasuk kelompok yang tidak terdaftar sebagai penyelenggara. Tuntutan peserta aksi sudah dirangkum dalam liputan aksi Indonesia Sadar sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat penelusuran asal barang menjadi rumit. Tidak ada pencatatan resmi untuk minuman yang dibagikan secara sukarela. Karena itu, kepolisian mengandalkan keterangan saksi dan rekaman video untuk menyusun kronologi.

Sejumlah organisasi mahasiswa menyerukan agar peserta aksi lebih berhati-hati menerima makanan atau minuman dari orang tak dikenal. Imbauan itu bukan berarti ada bukti kontaminasi, melainkan langkah pencegahan agar kerumunan tidak menjadi sasaran provokasi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga