Viral hari ini datang dari Beijing: Partai Komunis China mengesahkan pemecatan 33 pejabat senior dalam pleno kelima Komite Sentral ke-20 yang berakhir Kamis (29/10). Daftar yang diusir mencakup mantan anggota Politbiro Ma Xingrui dan mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia. Jumlah itu menjadi pemecatan terbesar dalam sejarah modern partai.
Viral Hari Ini: Siapa Saja Pejabat yang Dipecat
Keputusan itu tertuang dalam komunike pleno yang dirilis kantor berita Xinhua dan dikutip Reuters. Selain Ma dan Zhang, partai memberhentikan Liu Zhenli yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat.
Nama lain dalam daftar adalah Liu Jianchao, mantan kepala Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral, serta Jin Zhuanglong, mantan Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi. Ada pula Yi Huiman, mantan ketua otoritas pasar modal China.
Partai juga mencopot Li Yunze, mantan kepala badan pengawas jasa keuangan, dari jabatan di dalam partai. Pencopotan jabatan tidak selalu berarti yang bersangkutan keluar dari keanggotaan partai.
Menurut laporan India Today yang mengutip komunike, 16 dari 33 orang yang diusir berasal dari lingkungan militer. Komposisi itu menegaskan bahwa pembersihan kali ini menyentuh lapisan komando tertinggi angkatan bersenjata.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Zhang Shengmin Masuk Politbiro
Di tengah gelombang pemecatan, pleno menaikkan Jenderal Zhang Shengmin menjadi anggota Politbiro. Caixin Global menyebut promosi itu sebagai penambahan di tengah masa jabatan pertama sejak 2012.
Zhang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat sejak April tahun lalu. Sebelumnya ia dikenal sebagai pejabat anti korupsi di tubuh militer pada 2018 sampai Juli tahun ini.
Promosi ini menempatkan Zhang di lingkaran pengambilan keputusan tertinggi partai. Posisinya sebagai figur yang mengawal disiplin militer membuatnya relevan dalam upaya Xi menjaga kontrol atas angkatan bersenjata.
Dampak ke Komisi Militer Pusat
Komisi Militer Pusat biasanya berisi tujuh anggota. Setelah pemecatan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, komisi itu disebut hanya menyisakan dua anggota, yaitu Xi Jinping dan Zhang Shengmin.
Kondisi tersebut membuat beban komando dan pengawasan terkonsentrasi pada dua orang. Kekosongan kursi komisi menjadi salah satu pertanyaan besar setelah pleno berakhir.
Belum ada pengumuman resmi soal siapa yang akan mengisi kursi kosong. Dalam sistem partai, pengisian jabatan penting biasanya dibahas dalam pertemuan internal sebelum diumumkan lewat kanal resmi.
Kongres Partai 2027
Pleno juga memutuskan Kongres Nasional PKC ke-21 digelar pada paruh kedua 2027. SBS News melaporkan kongres itu akan menjadi ajang pembentukan kepemimpinan berikutnya.
Sejumlah pengamat memperkirakan Xi akan mengejar masa jabatan lima tahun keempat dalam kongres tersebut. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi yang menegaskan hal itu.
Pembersihan besar sebelum kongres bukan hal baru dalam politik China. Pola serupa muncul menjelang kongres sebelumnya, ketika sejumlah pejabat tinggi diberhentikan dan diganti figur yang dianggap loyal.
Sejarah Operasi Pembersihan
Xi memulai kampanye pemberantasan korupsi setelah menjabat pemimpin partai pada 2012. Sejak itu, ratusan pejabat dari tingkat kabupaten sampai komisi militer diperiksa dan diberhentikan.
Pada 2012, Xi menyatakan kepada pimpinan partai bahwa korupsi yang dibiarkan akan berujung pada keruntuhan partai dan negara. Kalimat itu menjadi dasar retorika kampanye yang berlanjut sampai sekarang.
Kritik terhadap kampanye ini juga muncul. Sejumlah pengamat luar menilai pembersihan tidak hanya menyasar korupsi, tetapi juga dipakai untuk menyingkirkan pejabat yang berpotensi menjadi penyeimbang kekuasaan.
Angka Kehadiran Pleno
CNN Indonesia melaporkan hanya 276 anggota yang hadir dalam pleno pekan ini. Angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan 376 anggota yang ditunjuk pada 2022.
Caixin Global mencatat pleno dihadiri 162 anggota penuh dan 117 anggota pengganti, atau total 279 kursi terisi. Perbedaan angka muncul karena cara menghitung anggota penuh dan anggota pengganti tidak selalu sama.
Data kehadiran menjadi sorotan karena menunjukkan ruang kosong di tubuh Komite Sentral. Sebagian kursi kosong berasal dari pejabat yang sebelumnya sudah diberhentikan dalam berbagai kasus disiplin.


