Viral nusantara di kalangan pemasar hari ini adalah perubahan setelan iklan di ChatGPT. OpenAI menyalakan fitur creative enhancements secara otomatis untuk kampanye baru dan lama mulai akhir Oktober 2026. Artinya, sistem bisa menulis ulang judul, deskripsi, bahasa, ukuran gambar, bahkan mengarahkan klik ke halaman lain di situs pengiklan.
Viral Nusantara: Iklan Ditulis Ulang Tanpa Persetujuan
Perubahan ini bukan sekadar penambahan tombol. Sebelumnya, fitur penyusunan iklan dari situs merek meminta pengiklan meninjau dan menyetujui setiap versi sebelum tayang. Pada setelan baru, persetujuan per versi dihapus.
Halaman bantuan OpenAI menyebut creative enhancements bisa memakai konteks percakapan atau minat pengguna sebagai bahan. Iklan yang sudah ada dan isi halaman tujuan juga menjadi masukan. Variasi bisa disiapkan lebih dulu atau dibuat saat percakapan berlangsung.
Yang paling terasa adalah hilangnya pratinjau menyeluruh. Pengiklan bisa melihat iklan yang mereka tulis, tetapi tidak setiap versi yang dilihat pengguna. The Keyword menyebut konsekuensi terbesar justru ada pada perubahan URL tujuan.
OpenAI menegaskan iklan tidak memengaruhi jawaban ChatGPT. Iklan tetap dipisahkan dan diberi label jelas. Pemisahan itu penting karena posisi iklan berada di dalam antarmuka percakapan yang sama.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa Saja yang Bisa Diubah Sistem
Paling tidak ada empat elemen iklan yang bisa disentuh. Pertama, judul dan deskripsi baru atau versi perbaikan. Kedua, penerjemahan teks iklan ke bahasa lain. Ketiga, pengubahan ukuran gambar agar sesuai format.
Keempat, optimasi URL tujuan. Klik dari iklan yang sudah disesuaikan bisa mendarat di halaman lain di situs pengiklan yang dinilai relevan. Halaman itu belum tentu halaman yang dipilih untuk kampanye tersebut.
Contoh resmi yang dipublikasikan OpenAI memperlihatkan pola itu. Iklan berjudul “Fresh groceries delivered” diubah menjadi “Groceries for quick weeknight dinners” saat muncul di percakapan soal makan malam cepat. Tawarannya sama, kalimatnya berbeda.
Perubahan bahasa punya implikasi sendiri. Kampanye berbahasa Indonesia bisa tampil dalam bahasa lain bila sistem menilai konteks percakapan menghendaki. Bagi merek dengan gaya bahasa ketat, ini bukan perkara kecil.
Cara Kerja dan Sumber Bahannya
Sistem mengambil tiga bahan utama. Konteks percakapan atau minat pengguna menjadi penentu nada dan sudut pesan. Iklan yang sudah ada menjadi kerangka. Halaman tujuan menjadi sumber klaim dan detail produk.
Karena halaman tujuan dibaca, kualitas halaman ikut menentukan hasil. Halaman yang penuh klaim berlebihan berpotensi menghasilkan versi iklan yang ikut berlebihan. Sebaliknya, halaman yang rapi memberi bahan yang lebih aman.
OpenAI menyarankan pengiklan menyiapkan informasi sumber yang akurat agar hasil enhancement tidak melenceng. Saran itu terdengar sederhana, tetapi menuntut disiplin editorial di sisi pengiklan. Tidak semua tim pemasaran punya alur verifikasi seperti itu.
Variasi bisa dibuat real time mengikuti percakapan. Konsekuensinya, dua pengguna dengan pertanyaan berbeda bisa melihat versi iklan yang berbeda pada menit yang sama. Pengiklan hanya melihat sebagian dari variasi tersebut.
Tanggal Berlaku dan Perbedaan Informasi
Ada dua tanggal yang beredar untuk perubahan yang sama. Email OpenAI kepada pengiklan menyebut Jumat, 30 Oktober 2026, khusus untuk kampanye self-serve. Halaman bantuan OpenAI mencantumkan Kamis, 29 Oktober 2026.
Perbedaan itu dilaporkan AdvertisingDay dan Search Engine Roundtable. Email membatasi cakupan pada kampanye self-serve, sementara halaman bantuan tidak memakai pembatas itu. Sampai kini belum ada penjelasan resmi soal selisih tersebut.
Bagi pengiklan, jalan aman adalah menganggap tanggal paling awal sebagai tenggat. Opt-out sebelum 29 Oktober mencakup kedua versi tanggal. Jika belum dilakukan, setelan masih bisa diubah kapan saja di Ads Manager.
Setelan lama yang sudah dimatikan tetap dipertahankan. Pengaturan tingkat kampanye juga diprioritaskan di atas setelan akun. Artinya, pengiklan bisa memilih menyalakan fitur hanya pada kampanye tertentu sebagai uji coba.


