Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Pesawat Filipina Tabrakan, 4 Pilot Tewas

24 Oktober 2026 • zul • 35 kali dibaca
Pesawat latih SIAI-Marchetti SF-260 milik Angkatan Udara Filipina saat mengudara
Philippine Air Force, domain publik, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara, dua pesawat latih Angkatan Udara Filipina bertabrakan di udara dan jatuh di Pangkalan Udara Fernando, Kota Lipa, Provinsi Batangas, pada Jumat 23 Oktober 2026 sore. Empat pilot yang mengawaki kedua pesawat dilaporkan tewas. Insiden terjadi sekitar pukul 15.51 waktu setempat dan seluruh pesawat SF-260 sementara dihentikan dari penerbangan.

Insiden di Pangkalan Udara Fernando

Angkatan Udara Filipina menyebut peristiwa itu sebagai kecelakaan penerbangan yang tercatat pada Jumat sore. Dua pesawat baling-baling tunggal terlibat dan keduanya jatuh di dalam perimeter pangkalan. Tidak ada korban lain yang dilaporkan di luar empat pilot tersebut.

Menurut laporan kantor berita AP, kedua pesawat bertabrakan saat terbang di ketinggian rendah. Salah satu pesawat jatuh di dekat barak personel militer di dalam pangkalan. Rekaman video yang diperoleh GMA News memperlihatkan momen kedua pesawat bertabrakan di udara.

Juru bicara Angkatan Udara Filipina, Kolonel Alvin Jay Capinguian, mengatakan tim tanggap darurat langsung dikerahkan. Prioritas utama menurutnya adalah keselamatan personel yang terlibat dan warga di sekitar lokasi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memberikan bantuan.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Viral Nusantara: Pesawat Latih SF-260

Pesawat yang terlibat adalah SIAI-Marchetti SF-260, pesawat latih yang diproduksi di Italia. Angkatan Udara Filipina menggunakan tipe ini untuk pelatihan penerbang dan sejumlah misi ringan. Pesawat ini dikenal sebagai platform latihan dasar sebelum penerbang beralih ke pesawat tempur.

Seluruh armada SF-260 dihentikan sementara dari penerbangan sebagai langkah pencegahan. Keputusan itu diambil sambil menunggu hasil investigasi penyebab kecelakaan. Angkatan Udara belum merinci berapa unit SF-260 yang masih tersisa dalam armadanya.

Penghentian armada adalah prosedur lazim setelah kecelakaan penerbangan militer. Tujuannya memastikan tidak ada masalah teknis yang sama pada pesawat lain. Prosedur itu juga memberi ruang bagi tim investigasi memeriksa bagian pesawat yang tersisa.

Empat Pilot dan Proses Investigasi

Angkatan Udara Filipina menyatakan berkabung atas gugurnya empat pilot dalam kecelakaan tersebut. Pernyataan resmi disampaikan melalui akun media sosial resmi dan disampaikan kepada media. Pihak keluarga diminta diberi ruang privasi selama proses penanganan.

Investigasi sedang berjalan untuk menentukan penyebab kecelakaan, seperti dikutip Daily Tribune. Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai dugaan penyebab, baik faktor teknis maupun faktor manusia. Hasil investigasi biasanya memerlukan waktu karena melibatkan pemeriksaan bangkai pesawat dan rekaman komunikasi.

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro disebut mengonfirmasi bahwa kedua pesawat bertabrakan di udara dan hancur. Keterangan itu disampaikan kepada media penyiaran negara. Namun rincian teknis mengenai ketinggian dan manuver terakhir belum diumumkan.

Riwayat Insiden Serupa

Kecelakaan ini terjadi sekitar lima bulan setelah insiden serupa menimpa Angkatan Udara Filipina. Pada insiden sebelumnya, dua personel penerbang dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat latih. Media Filipina menyebut peristiwa itu melibatkan pesawat jenis yang sama, seperti dilaporkan The Star.

Angkatan Udara Filipina tengah menjalani modernisasi alutsista dalam beberapa tahun terakhir. Program itu mencakup pengadaan pesawat tempur ringan, helikopter, dan sistem pertahanan udara. Namun kesiapan armada latih tetap menjadi persoalan tersendiri.

Publik Filipina menyoroti keselamatan penerbangan militer setelah rangkaian insiden tersebut. DPR Filipina diminta meninjau anggaran pemeliharaan armada. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai dampak insiden terhadap jadwal pelatihan penerbang.

Apa yang Diketahui

Yang sudah dikonfirmasi, dua pesawat SF-260 bertabrakan di udara pada Jumat 23 Oktober 2026 sekitar pukul 15.51. Keduanya jatuh di dalam Pangkalan Udara Fernando, Lipa City, Batangas. Empat pilot yang berada di kedua pesawat tewas.

Tidak ada korban lain di darat. Seluruh armada SF-260 dihentikan sementara dari penerbangan. Investigasi penyebab kecelakaan sedang berlangsung dan melibatkan otoritas Angkatan Udara Filipina.

Juru bicara Angkatan Udara Filipina telah memberi keterangan resmi mengenai kronologi dasar kejadian. Menteri Pertahanan juga mengonfirmasi tabrakan di udara. Pernyataan itu menjadi rujukan utama media nasional dan internasional.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga