Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Protes Biaya Hidup Meluas di Eropa

25 Oktober 2026 • zul • 31 kali dibaca
Ilustrasi demonstran di Barcelona, Spanyol, pada aksi tahun 2019
Jordi Gili, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara kali ini datang dari Eropa, tempat gelombang protes biaya hidup meluas dari Prancis ke Italia, Portugal, dan Spanyol dalam dua hari terakhir. Aksi di Italia berakhir bentrok di tiga kota, sementara kamp protes perumahan di Lisbon dibubarkan polisi pada Minggu dini hari. Pemerintah di beberapa negara menambah personel keamanan untuk mencegah kerusuhan baru.

Viral Nusantara: Gelombang Protes Meluas

Reuters melaporkan demonstrasi menentang perang dan kenaikan biaya hidup berlangsung di kota-kota besar Italia pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Aksi itu terjadi sepekan setelah kerusuhan melanda sejumlah kota di negara tersebut. Pemerintah telah menyiapkan pengamanan ketat sejak pagi.

Gelombang protes tidak berhenti di Italia. Di Portugal, polisi membubarkan kamp protes perumahan di pusat kota Lisbon. Di Spanyol, demonstrasi di Barcelona berakhir ricuh. Sementara di Albania, ribuan warga turun ke jalan menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur.

Pola tuntutannya mirip: harga kebutuhan pokok naik, upah tidak mengejar, dan biaya tempat tinggal semakin tidak terjangkau. Keluhan yang sama muncul di negara dengan kondisi ekonomi berbeda, sehingga aksi mudah menyebar melalui media sosial.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Italia: Turin, Roma, dan Bologna Ricuh

Menurut laporan Reuters, demonstrasi di Italia berlangsung ricuh di Turin, Roma, dan Bologna. Di Milan, aksi sebagian besar berlangsung damai. Petugas keamanan dikerahkan dalam jumlah besar dan banyak toko memilih tutup untuk menghindari kerusakan.

Di Roma, sebagian pengunjuk rasa memaksa masuk ke area Colosseum sebelum rombongan melanjutkan long march ke pusat kota. Ketegangan meningkat menjelang malam dan aparat menggunakan meriam air untuk membubarkan massa. Laporan Reuters menyebut 11 orang dilaporkan ke pihak berwenang dan 96 orang dibawa ke kantor polisi, termasuk enam anak di bawah umur.

Di Bologna, sekitar 1.000 orang berkumpul di Piazza del Nettuno sebelum berjalan ke pusat kota. Pengunjuk rasa melempar botol, batu, dan petasan ke arah petugas. Bentrokan juga terjadi di Turin ketika massa mencoba menerobos barisan polisi, lalu meluas ke kawasan Aurora.

Portugal: Kamp Perumahan di Lisbon Dibubarkan

Di Lisbon, polisi membubarkan kamp protes perumahan di Alun-alun Rossio pada Minggu dini hari. Sebelumnya petugas memperingatkan agar tenda dibongkar, dengan ancaman pembongkaran paksa dan tuduhan pembangkangan bagi yang melawan. Sejumlah penangkapan dilakukan dan beberapa cedera ringan dilaporkan, meski jumlah pastinya belum tersedia.

Para pengunjuk rasa mendirikan lebih dari 100 tenda setelah aksi pada Sabtu yang diikuti ribuan orang di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota. Aksi itu menyoroti krisis keterjangkauan hunian yang menurut laporan detikcom termasuk paling parah di Eropa.

Harga properti di Portugal telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sementara harga sewa untuk kontrak baru hampir dua kali lipat. Kelompok anak muda menjadi pihak paling terdampak karena pendapatan mereka tidak tumbuh secepat harga rumah dan sewa.

Spanyol: Barcelona Berakhir Bentrok

Di Barcelona, demonstrasi anti-pemerintah berakhir ricuh pada Sabtu, 24 Oktober. CNN Indonesia melaporkan aksi itu diwarnai penjarahan toko dan perabotan yang dibakar. Kerusuhan membuat kawasan pusat kota ditutup sementara.

Barcelona memang menjadi titik api protes di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, baik karena isu politik kawasan maupun biaya hidup. Kombinasi keduanya membuat aksi mudah berkembang menjadi bentrokan dengan aparat. Polisi setempat belum merilis jumlah penangkapan secara lengkap.

Pemerintah Spanyol menghadapi tekanan ganda: menjaga ketertiban sekaligus menjawab keluhan ekonomi. Tanpa respons kebijakan yang terlihat, unjuk rasa diperkirakan berlanjut pada pekan berikutnya, terutama di kota-kota dengan harga sewa tinggi.

Albania: Tuntutan PM Mundur

Di Tirana, ribuan warga Albania berdemonstrasi menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur. Aksi dipicu biaya hidup tinggi yang dinilai tidak sebanding dengan pendapatan rata-rata. Demonstrasi ini menambah daftar negara Eropa yang menghadapi tekanan sosial serupa.

Albania bukan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, tetapi kenaikan harga pangan dan energi terasa tajam bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Banyak warga muda memilih merantau, sehingga tuntutan perbaikan ekonomi juga terkait upaya menahan migrasi keluar.

Pemerintah Albania belum mengumumkan langkah konkret setelah aksi tersebut. Reaksi resmi yang ditunggu publik adalah paket bantuan sosial atau penyesuaian upah, yang selama ini menjadi jawaban umum pemerintah di kawasan terhadap protes biaya hidup.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga