Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

HIPMI Luwu Timur Tegaskan Pengusaha Lokal Bukan Penonton

22 September 2026 • Admin • 88 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Luwu Timur menegaskan satu hal dengan lantang: pengusaha daerah tidak boleh menjadi penonton di rumah sendiri. Sikap itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum HIPMI BPC Luwu Timur, Wahyu Maizal, SH., MH., di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke wilayah ini.

“Investasi yang masuk ke Luwu Timur harus berdampak nyata bagi pengusaha lokal. Saya tidak mau pengusaha Luwu Timur hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas pria yang akrab disapa Bung WM itu.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika organisasi. Bagi HIPMI BPC Luwu Timur, kehadiran industri berskala besar di daerah ini harus diikuti tumbuhnya pelaku usaha lokal yang mampu mengambil bagian dalam rantai pasok, bukan hanya menjadi penonton di pinggir lapangan.

HIPMI Luwu Timur: Pengusaha Lokal Bukan Penonton di Rumah Sendiri

Luwu Timur adalah salah satu kabupaten dengan aktivitas industri paling padat di Sulawesi Selatan. Selama bertahun-tahun, operasi pertambangan dan pengolahan nikel berjalan di wilayah ini, mulai dari Sorowako hingga kawasan pesisir Malili.

Tata Atur
Iklan

Namun, bagi Bung WM, pertanyaan pentingnya bukan seberapa besar investasi yang masuk, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar tinggal di tangan orang Luwu Timur. Menurut dia, kemajuan daerah harus bisa dibaca dari naiknya kelas pengusaha lokal, bukan hanya dari angka produksi perusahaan.

“Kalau investasinya besar tapi pengusaha lokal tetap jadi penonton, artinya ada yang belum beres dalam cara kita menyiapkan diri,” ujar Bung Wahyu.

Karena itu, HIPMI BPC Luwu Timur menempatkan penguatan pengusaha lokal sebagai agenda utama. Organisasi ini ingin memastikan setiap peluang yang muncul dari aktivitas industri di daerah bisa dijangkau oleh usaha-usaha yang lahir dan besar di Luwu Timur.

Komitmen Bung WM Memaksimalkan Potensi Pengusaha Lokal

Wahyu Maizal menyatakan akan berjuang memaksimalkan potensi pengusaha lokal Luwu Timur. Menurutnya, potensi itu tidak kecil: ada pengusaha muda yang bergerak di jasa konstruksi, perdagangan, transportasi, kuliner, perbengkelan, sampai layanan teknis.

“Tugas saya sebagai ketua adalah memastikan potensi itu tidak menganggur. Saya akan berjuang maksimal agar pengusaha lokal Luwu Timur mendapat ruang, akses, dan kesempatan yang layak,” kata Bung WM.

Ia menegaskan, perjuangan itu akan dijalankan lewat jalur yang benar: memperkuat kapasitas anggota, membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan dunia industri, serta mendorong kemitraan yang saling menguntungkan.

Bung Wahyu: Jangan Menunggu Proyek Datang

Dalam berbagai kesempatan, Bung WM juga mengingatkan pelaku usaha muda agar tidak pasif menunggu proyek datang menghampiri. Pengusaha lokal, katanya, harus menyiapkan diri lebih awal, mulai dari legalitas usaha, pencatatan keuangan, sampai kemampuan memenuhi standar kerja industri.

“Saya selalu bilang ke teman-teman, jangan tunggu proyek baru bergerak. Siapkan badan usaha, rapikan administrasi, dan pegang standar mutu. Tanpa itu, kita cuma bisa melihat dari jauh,” tuturnya.

Investasi Besar dan Peluang yang Harus Direbut

Dorongan HIPMI BPC Luwu Timur itu sejalan dengan gelombang pengembangan industri yang sedang berlangsung. PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sulawesi Selatan, tengah memperluas basis operasinya dari satu wilayah menuju tiga wilayah operasi melalui sejumlah proyek pertumbuhan terintegrasi.

Proyek di Sorowako memiliki nilai investasi sekitar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat dan ditargetkan beroperasi pada 2028. Sementara itu, proyek di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, bernilai sekitar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat, dan proyek di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, sekitar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat.

Angka sebesar itu membuat kebutuhan barang dan jasa pendukung ikut membengkak. Di sinilah peluang yang dimaksud Bung WM: jasa konsumsi, transportasi, perawatan alat, penyediaan material, hingga layanan teknis yang bisa dikerjakan pelaku usaha daerah.

Selain itu, sejumlah agenda besar di Luwu Timur masih berjalan, termasuk pengembangan blok tambang baru di kawasan Tanamalia dan pembahasan ihwal kesiapan energi serta kawasan industri. Semua itu membutuhkan mitra lokal yang siap kerja.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga