Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: SLB Tomoni Latih Evakuasi Bencana

23 September 2026 • Admin • 9 kali dibaca
Simulasi kebencanaan bagi siswa SLB Tomoni, berita Luwu Timur
Gambar: Warta Lutim (warta.luwutimurkab.go.id).
ASM Group
Iklan

Berita Luwu Timur kali ini datang dari Kecamatan Tomoni. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur menggelar simulasi kebencanaan bagi orang tua dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Harapan Bangsa, Selasa (22/9/2026). Kegiatan itu menyasar kelompok yang selama ini jarang menjadi fokus pelatihan kebencanaan, yaitu penyandang disabilitas beserta keluarganya.

Simulasi tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Yayasan Save the Children Indonesia dan Yayasan Celosia Marennu Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari hari kedua Program Inisiatif Ketangguhan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Anak dan Pemuda.

Berita Luwu Timur: Simulasi untuk Kelompok Rentan

Dalam berbagai skenario bencana, penyandang disabilitas termasuk kelompok yang paling berisiko. Keterbatasan mobilitas, hambatan komunikasi, dan keterbatasan akses informasi membuat mereka lebih sulit menyelamatkan diri ketika situasi darurat terjadi. Karena itu, pelatihan yang dirancang khusus untuk mereka menjadi penting.

Program yang dijalankan di Tomoni tidak berhenti pada teori. Peserta diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi, dari mengenali tanda bahaya hingga berpindah ke titik kumpul. Orang tua dan tenaga pendidik juga dilibatkan karena merekalah pendamping terdekat siswa.

Tata Atur
Iklan

Informasi ini dihimpun dari pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan hingga artikel ini disusun belum ada laporan tambahan mengenai jumlah peserta yang hadir maupun jadwal lanjutan program tersebut.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Apa Saja yang Dilatihkan

Materi yang diberikan BPBD dan PMI mencakup pengenalan potensi risiko bencana di sekitar tempat tinggal, pertolongan pertama, prosedur evakuasi yang aman, hingga praktik penyelamatan. Semua materi itu disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.

Pendekatan inklusif menjadi kata kunci. Artinya, instruksi tidak diberikan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kemampuan setiap peserta. Pendamping berperan memastikan setiap siswa memahami apa yang harus dilakukan, sesuai kebutuhan masing-masing.

Pengenalan Risiko di Sekitar Sekolah dan Rumah

Langkah pertama dalam kesiapsiagaan adalah mengenali ancaman yang paling mungkin terjadi di sekitar tempat tinggal. Wilayah Luwu Timur memiliki beberapa jenis ancaman, mulai dari banjir, tanah longsor pada kawasan berkontur, hingga risiko yang berkaitan dengan aktivitas kegempaan.

Dengan mengenali potensi risiko itu, siswa dan orang tua bisa menentukan langkah paling masuk akal, misalnya mengetahui jalur keluar terdekat, titik kumpul yang aman, dan lokasi yang harus dihindari. Informasi sederhana semacam ini menjadi bekal pertama sebelum latihan evakuasi dilakukan.

Pertolongan Pertama dan Praktik Penyelamatan

PMI Kabupaten Luwu Timur memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pertolongan pertama. Materi ini mencakup tindakan dasar yang bisa dilakukan sebelum bantuan medis datang, seperti memastikan keamanan diri, menilai kondisi korban, dan meminta bantuan.

Praktik penyelamatan yang diajarkan juga mempertimbangkan keterbatasan peserta. Untuk siswa dengan hambatan mobilitas, teknik pendampingan berbeda dibanding peserta lain. Pendamping dilatih agar tahu cara membantu tanpa justru menambah risiko, misalnya dalam memindahkan atau menuntun siswa saat proses evakuasi.

Mengapa Pelatihan Ini Penting

Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Luwu Timur, Bannawati, menyatakan keterlibatan kelompok rentan dalam edukasi dan simulasi kebencanaan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh. Menurutnya, siswa SLB perlu dibekali pemahaman dan keterampilan dasar agar mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Ia menekankan bahwa SLB termasuk kelompok rentan yang diharapkan dapat melakukan evakuasi secara mandiri. Harapan itu hanya bisa terwujud bila siswa dan pendamping sama-sama mengetahui langkah-langkah evakuasi, bukan hanya menunggu pertolongan dari luar.

Bagi anak-anak penyandang disabilitas, latihan berulang menjadi kunci. Kemampuan mengevakuasi diri tidak terbentuk dari satu kali penjelasan, melainkan dari kebiasaan yang dilatih terus-menerus hingga menjadi respons otomatis ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga