Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Firman Udding dan Padungku Warga Kawata

24 September 2026 • Admin • 13 kali dibaca
Warga Desa Kawata Kecamatan Wasuponda Luwu Timur menggelar padungku atau pesta panen
Gambar: Ujungjari.com
ASM Group
Iklan

PAN Luwu Timur kembali menempatkan kegiatan warga sebagai bagian dari kerja legislatifnya. Kali ini, Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Luwu Timur, Firman Udding, S.IP., M.P., menghadiri padungku atau pesta panen di Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda, pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan itu menjadi ruang bertemu warga sekaligus penanda syukur petani atas hasil panen.

Dalam acara tersebut, Firman menyampaikan bahwa padungku bukan sekadar perayaan musiman. Menurutnya, kegiatan itu juga upaya menghidupkan kembali sejarah dan tradisi do Wosuponda, wilayah yang mencakup Kecamatan Wasuponda dan sekitarnya. Ia berharap tradisi ini bisa ditetapkan sebagai agenda tahunan melalui peraturan desa.

Kepala Desa Kawata, Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota dewan dalam acara warganya. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena hasil panen masyarakat setempat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Turut hadir Kapolsek Wasuponda, Iptu Tomy De’e, bersama Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

PAN Luwu Timur dan Dukungan untuk Tradisi Panen Warga

Dukungan kepada tradisi panen bukan hal baru dalam agenda warga Luwu Timur. Bagi banyak keluarga di Wasuponda, padungku adalah momen berkumpul setelah musim panen, sekaligus ajang berbagi hasil. Karena itu, ketika acara ini dibicarakan sebagai calon agenda tahunan desa, yang dibahas sebenarnya adalah soal keberlanjutan kegiatan sosial dan ekonomi warga.

Tata Atur
Iklan

Firman menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan di desa-desa. Dalam keterangannya, ia menegaskan ingin terus memperjuangkan hak-hak kesejahteraan petani, terutama ketika harga hasil pertanian dan biaya produksi menjadi persoalan sehari-hari keluarga tani.

Bagi Fraksi PAN di DPRD Luwu Timur, pola kerja seperti ini dijalankan lewat fungsi legislatif: menyerap aspirasi di daerah pemilihan, membawanya ke pembahasan anggaran, lalu mengawasi pelaksanaannya di tingkat organisasi perangkat daerah.

Aspirasi Dapil Malili-Wasuponda yang Dikawal

Firman Udding duduk sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Luwu Timur 1, yang meliputi Kecamatan Malili dan Wasuponda. Dua wilayah itu punya karakter yang berbeda: Malili sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, Wasuponda sebagai wilayah dengan basis pertanian dan peternakan yang kuat.

Dalam reses perseorangan yang digelar pada Maret 2026, sejumlah aspirasi warga tercatat. Dari sektor pertanian, warga mengusulkan bantuan sarana dan prasarana seperti bibit unggul, traktor, hingga combine harvester, serta pembangunan irigasi melalui sistem pompanisasi untuk membantu pengairan lahan di beberapa desa, termasuk Wewangriu dan Pongkeru.

Selain itu, warga menyampaikan kebutuhan ternak kambing untuk kelompok ternak di Desa Ledu-Ledu, permintaan pemasangan lampu penerangan jalan di wilayah Ledu-Ledu dan Wewangriu, serta harapan agar peningkatan jalan tani di Desa Pongkeru dan Desa Kawata masuk dalam rencana penganggaran tahun 2026.

Catatan dari Reses Perseorangan

Pada Agustus 2026, Firman kembali bertemu warga di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili. Dalam forum itu, warga menyampaikan usulan perbaikan jaringan irigasi, penyediaan air bersih, pengadaan mobiler sekolah, penataan halaman rumah ibadah, peningkatan jalan desa, dan pengadaan lampu penerangan jalan umum. Sederet usulan itu sudah dibahas SuaraLutim dalam laporan Reses Tarabbi Soroti Pelatihan Kerja.

Yang penting dicatat, aspirasi seperti ini tidak berhenti di forum reses. Setiap usulan didokumentasikan dan diteruskan kepada perangkat daerah sesuai kewenangannya, lalu diperjuangkan agar masuk pembahasan perencanaan dan penganggaran.

Usulan Warga yang Tercatat dalam Dokumen Reses

Dokumen hasil reses perseorangan yang dihimpun sekretariat dewan memperlihatkan jenis usulan yang berulang dari wilayah Malili dan Wasuponda. Daftar itu mencakup pembangunan bronjong di Dusun Kontine, Tole-tole, dan Kampung Baru Desa Kawata; lanjutan pengaspalan jalan dari Desa Kawata ke Desa Ledu-Ledu; serta fasilitasi pelatihan vokasi bagi warga Desa Kawata dan Ledu-Ledu.

Selain itu, ada usulan bantuan bibit kakao untuk kelompok tani di Desa Laskap, Pongkeru, Pasi-pasi, dan Harapan; rabat beton jalan di Dusun Labose, Desa Laskap; pembangunan plat duiker kelompok tani di Desa Tarabbi; drainase di beberapa desa; hingga mobiler untuk madrasah di Kecamatan Wasuponda.

Sebagian usulan menyentuh layanan dasar, seperti pembangunan gedung farmasi dan ruang jaga perawat di Puskesmas Lampia, pengadaan tenda serta kursi untuk kegiatan kepemudaan, dan penataan sarana pendidikan. Ada juga usulan berbasis lingkungan, misalnya hibah alat selam untuk mendukung rehabilitasi terumbu karang di kawasan konservasi perairan daerah Malili.

Ragam usulan itu menunjukkan bahwa kerja legislatif di tingkat kabupaten banyak berurusan dengan hal teknis dan berdampak langsung. Menyusunnya menjadi prioritas anggaran adalah bagian dari tugas fraksi di dewan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga