Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Prima Eyza Apresiasi Program Pejuang Subuh

26 September 2026 • Admin • 23 kali dibaca
Prima Eyza Purnama, legislator Fraksi PAN DPRD Luwu Timur
Gambar: Ujung Jari (ujungjari.com).
ASM Group
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, menyampaikan apresiasi atas program Pejuang Subuh yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, program yang membiasakan pelajar salat Subuh berjamaah itu menjadi ikhtiar penting dalam membangun karakter generasi muda. Pandangan tersebut disampaikan Prima Eyza seperti dikutip Ujung Jari, Rabu (23/9/2026).

Bagi legislator dari daerah pemilihan Luwu Timur 5 yang meliputi Nuha dan Towuti itu, pembangunan daerah tidak cukup diukur dari bertambahnya bangunan dan ruas jalan. Ada bagian lain yang sama pentingnya, yaitu kualitas manusianya. Prima Eyza menilai Pejuang Subuh menyentuh bagian tersebut melalui pembiasaan yang sederhana tetapi berulang.

PAN Luwu Timur dan Dukungan untuk Pendidikan Karakter

Dalam keterangannya, Prima Eyza menekankan bahwa nilai penting Pejuang Subuh tidak berhenti pada kehadiran anak-anak di masjid pada waktu Subuh. Yang lebih berharga, katanya, adalah proses membangun kebiasaan baik, mulai dari belajar disiplin, menghargai waktu, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah. Menurutnya, kebiasaan semacam itu terbentuk perlahan dan membutuhkan keteladanan dari orang dewasa di sekitar anak.

“Nilai penting dari Pejuang Subuh bukan semata-mata hadirnya anak-anak di masjid saat Subuh, tetapi pada proses membangun kebiasaan baik—belajar disiplin, menghargai waktu, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah,” ujar Prima Eyza.

Tata Atur
Iklan

Prima Eyza yang dikenal sebagai praktisi pendidikan dasar itu juga mengaitkan program tersebut dengan arah pembangunan Luwu Timur secara keseluruhan. Ia berpandangan, infrastruktur fisik dan pembinaan karakter perlu berjalan bersamaan agar hasil pembangunan bisa dinikmati sekaligus dijaga oleh generasi berikutnya.

Program Pejuang Subuh di Luwu Timur

Pejuang Subuh merupakan program yang mendorong pelajar, guru, dan warga melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid. Program ini digulirkan kembali oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dan dijalankan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan dilaporkan berlangsung di sejumlah masjid, termasuk masjid besar di kawasan perkotaan dan masjid desa di kecamatan.

Karena berada di wilayah dengan bentang geografis yang beragam, dari pesisir Teluk Bone sampai desa-desa di sekitar danau, pelaksanaan program memang tidak bisa diseragamkan sepenuhnya. Hal inilah yang kemudian menjadi catatan dari Prima Eyza.

Catatan Pelaksanaan yang Adaptif

Kendati memberi dukungan penuh, anggota Komisi I DPRD Luwu Timur ini mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan secara bijaksana dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Menurutnya, kondisi geografis serta sarana pendukung yang dimiliki setiap anak dan setiap sekolah berbeda-beda.

Catatan itu masuk akal bila melihat peta Luwu Timur. Sebagian sekolah berada di kawasan perkotaan Malili dengan akses yang mudah, sementara sebagian lain berada di desa yang jaraknya puluhan kilometer dari permukiman utama. Untuk kelompok terakhir, jarak rumah ke masjid dan ketersediaan penerangan jalan menjadi hal yang perlu diperhitungkan.

Dalam pandangan Prima Eyza, dukungan terhadap program keagamaan sekaligus menjadi pengingat bahwa negara hadir dalam urusan pembentukan karakter, bukan hanya dalam urusan fisik.

Menyiapkan Manusia Unggul dari Masjid

Bagi Prima Eyza, tempat ibadah memiliki peran sosial yang luas. Masjid bukan hanya ruang salat, tetapi juga ruang belajar, ruang pertemuan warga, dan tempat anak-anak mengenal nilai kejujuran serta kepedulian. Karena itu ia menilai program yang menghidupkan kembali kebiasaan Subuh berjamaah layak mendapat dukungan, sepanjang pelaksanaannya tidak membebani keluarga dan tetap memberi ruang bagi anak untuk tumbuh tanpa tekanan.

“Pembangunan Luwu Timur tidak hanya tentang jalan dan gedung, tetapi juga mempersiapkan manusia unggul untuk masa depan. Jika dari masjid anak-anak belajar disiplin dan kebaikan, di situlah Pejuang Subuh menemukan makna sesungguhnya,” ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan posisi Prima Eyza di DPRD Luwu Timur. Selain duduk di Komisi I yang membidangi pemerintahan, ia tercatat sebagai anggota Badan Musyawarah dan Badan Kehormatan. Lewat posisi tersebut, ia beberapa kali menyoroti bagaimana kebijakan daerah sebaiknya diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan warga, termasuk ketika Fraksi PAN memberi catatan pada pembahasan Perubahan APBD 2026 di DPRD Luwu Timur.

Sinergi Legislatif dan Eksekutif

Prima Eyza berharap program-program pembinaan karakter di Luwu Timur berjalan berkelanjutan, tidak berhenti pada satu-dua kegiatan seremonial. Menurutnya, keberlanjutan hanya bisa terjadi bila ada dukungan anggaran yang terukur, koordinasi lintas perangkat daerah, dan keterlibatan orang tua di rumah.

Ia juga mendorong agar sekolah dan madrasah dilibatkan dalam evaluasi pelaksanaan, karena merekalah yang paling memahami kondisi peserta didik setiap hari. Dengan begitu, kebijakan di tingkat kabupaten bisa disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, bukan hanya dengan laporan di atas kertas.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga