Lutim, SuaraLutim – Wisata Luwu Timur kembali mendapat perhatian pada akhir pekan terakhir September 2026. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memanfaatkan Minggu pagi untuk berkunjung ke Kecamatan Nuha, Ahad (27/9/2026). Kunjungan itu meninjau sejumlah fasilitas umum di kawasan Sorowako, lalu ditutup dengan menyusuri perairan Danau Matano menggunakan raft bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Dalam kunjungan tersebut, bupati didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Parmudora, Bapperida, Disnakertrans, hingga Dinas PMPTSP, serta Camat Nuha Arief Fadillah Amier.
Wisata Luwu Timur: Sorowako dan Danau Matano dalam Perhatian Pemkab
Kecamatan Nuha adalah salah satu wilayah yang menyimpan dua wajah sekaligus. Di sana ada kawasan permukiman dan aktivitas industri yang padat, tetapi juga ada bentang danau purba yang selama bertahun-tahun menjadi ikon wisata Luwu Timur. Kombinasi itu membuat penataan kawasan di Nuha selalu menarik dibicarakan, terutama ketika berbicara tentang ruang publik dan daya tarik kunjungan.
Bagi warga Sorowako dan desa-desa sekitarnya, keberadaan fasilitas umum bukan hal kecil. Lapangan, trotoar, dan saluran air menentukan kenyamanan harian. Sementara bagi sektor pariwisata, kawasan tepi danau menjadi pintu masuk bagi tamu dari luar daerah yang ingin melihat langsung danau terdalam di Asia Tenggara itu.
Karena itu, kunjungan kerja yang berlangsung Ahad pagi tersebut tidak hanya berbicara soal bangunan. Ada dua agenda yang berjalan beriringan: memastikan fasilitas publik ditata, sekaligus menjaga potensi alam yang menjadi kebanggaan daerah. Pemerintah kabupaten menyebut penataan ruang publik dan pengenalan potensi kawasan perlu berjalan seiring.
Apa yang Ditinjau Bupati di Desa Nikkel?
Titik pertama yang menjadi perhatian adalah Lapangan Benteng yang berada di Desa Nikkel. Setibanya di lokasi, bupati langsung melihat kondisi lapangan beserta kawasan di sekitarnya. Ia menginginkan fasilitas tersebut tidak berhenti berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga tumbuh menjadi ruang publik yang nyaman, tertata, dan punya daya tarik bagi masyarakat.
Rencana jogging track dan rumput sintetis
Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Parmudora diminta segera menyiapkan desain penataan kawasan secara menyeluruh. Sejumlah fasilitas yang direncanakan dibenahi antara lain pembangunan jogging track, penggantian rumput lapangan sepak bola dengan rumput sintetis, serta pembangunan trotoar di sekitar kawasan. “Segera buatkan desainnya, agar cepat dibenahi,” kata Bupati Irwan dalam kunjungan tersebut.
Arahan itu menjadi penegasan agar pembenahan fasilitas publik tidak berhenti pada rencana. Menurut bupati, setiap potensi kawasan perlu segera diterjemahkan ke dalam perencanaan yang konkret supaya manfaatnya dapat dirasakan warga.
Saluran besar di samping lapangan
Selain kondisi lapangan, perhatian bupati tertuju pada saluran besar yang berada di seberang jalan, tepat di samping Lapangan Benteng. Saluran itu dinilai masih kurang tertata sehingga membutuhkan penanganan. Instansi terkait diminta segera membersihkan dan menata agar keberadaannya tidak mengurangi kenyamanan maupun estetika kawasan.
Penataan lingkungan sekitar memang menjadi bagian penting dalam membangun ruang publik yang representatif. Fasilitas utama yang baik perlu didukung lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman. Dengan begitu, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kualitas lingkungan yang menopang aktivitas masyarakat.
Danau Matano dan Daya Tarik Wisata Air di Nuha
Usai meninjau sejumlah titik fasilitas publik, agenda berlanjut ke Matano Yacht Club. Di sana, Bupati Irwan bersama Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurnadi, Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto TM, serta Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menikmati suasana pagi di kawasan Danau Matano. Mereka menggunakan raft untuk menyusuri perairan danau sembari menikmati sarapan pagi.
Momen itu berlangsung santai dan penuh keakraban. Namun dari sisi pariwisata, kegiatan tersebut memperlihatkan satu hal sederhana: Danau Matano punya daya tarik yang bisa dinikmati tanpa peralatan rumit. Perahu, raft, atau sekadar duduk di tepian danau sudah cukup bagi banyak pengunjung untuk merasakan suasana yang berbeda dari kawasan lain di Sulawesi Selatan.
Danau Matano sendiri dikenal sebagai danau tektonik purba yang berada di tepi Kecamatan Nuha. Kawasan ini juga tercatat sebagai kawasan taman wisata alam yang pengelolaannya menyatu dengan hutan di sekitarnya. Kombinasi perairan jernih dan perbukitan hijau menjadi alasan utama wisatawan datang, baik untuk menikmati panorama maupun aktivitas air.


