Selasa, 29 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Danau Matano dan Penataan Kawasan Nuha

28 September 2026 • Admin • 20 kali dibaca
Kunjungan kerja di kawasan wisata luwu timur, Danau Matano, Kecamatan Nuha
Gambar: Kitasulsel.com (dokumentasi kunjungan kerja di Kecamatan Nuha, 27 September 2026).
ASM Group
Iklan

Desa Matano Iniaku dan Arah Geowisata Nuha

Yang menarik, potensi wisata Nuha tidak hanya berhenti di danau. Desa Matano, yang berada di kecamatan yang sama, pernah masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. Profil desa wisata itu mencatat Desa Matano memiliki sekitar 1.517 penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai petani, dengan empat dusun di dalamnya, yaitu Matano, Landangi, Kayu Tanduk, dan Bone Pute.

Profil tersebut juga menyebut desa ini punya kekhasan budaya dan jejak sejarah kerajinan pandai besi. Untuk mencapai kawasan itu, pengunjung menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari ibu kota kabupaten, lalu dilanjutkan perjalanan air menyeberangi Danau Matano kurang lebih satu jam. Rute semacam ini menjelaskan mengapa wisata di Nuha kerap disebut wisata minat khusus, bukan wisata massal yang bisa dikunjungi sambil lalu.

Di sisi lain, keberadaan kawasan taman wisata alam di sekitar Danau Matano memberi kerangka bagi pengembangan wisata yang tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Wisata alam di kawasan itu menuntut pengelolaan yang hati-hati, terutama karena danau beserta hutan di sekelilingnya menyimpan kekayaan hayati yang tidak ditemukan di tempat lain.

Catatan untuk Calon Pengunjung

Bagi warga Luwu Timur maupun tamu dari luar daerah yang berencana berkunjung, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Pertama, perjalanan menuju kawasan Nuha membutuhkan waktu, sehingga sebaiknya diperhitungkan sejak awal. Kedua, aktivitas air seperti menyusuri danau idealnya dilakukan pada pagi hari ketika cuaca lebih bersahabat dan permukaan air relatif tenang.

Tata Atur
Iklan

Ketiga, karena kawasan ini merupakan kawasan wisata alam, pengunjung perlu menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di tepian danau. Untuk informasi tarif, jam operasional, maupun layanan yang tersedia, calon pengunjung sebaiknya memastikan langsung kepada pengelola di lokasi karena SuaraLutim tidak mengutip angka yang belum terverifikasi.

Penataan fasilitas publik di Nuha, dari Lapangan Benteng sampai kawasan tepi danau, akan menentukan seberapa nyaman kawasan itu dinikmati. Bila desain penataan benar-benar dijalankan, Nuha berpeluang memperkuat posisinya sebagai wajah wisata Luwu Timur di kawasan utara, sekaligus menjaga ruang publik yang selama ini dipakai warga setiap hari.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Danau Matano bisa dikunjungi setiap saat?

Kawasan tepi danau relatif terbuka untuk dikunjungi, tetapi aktivitas air sangat bergantung pada cuaca dan kesiapan perahu maupun pemandu. Untuk kepastian waktu kunjungan, sebaiknya masyarakat menghubungi pengelola kawasan di Nuha lebih dulu.

Apa yang sedang ditata pemerintah di kawasan Nuha?

Berdasarkan kunjungan kerja 27 September 2026, penataan difokuskan pada Lapangan Benteng di Desa Nikkel: desain kawasan menyeluruh, jogging track, rumput sintetis untuk lapangan sepak bola, trotoar, serta penataan saluran besar di samping lapangan.

Bagaimana rute menuju kawasan wisata Nuha?

Pengunjung umumnya menempuh jalur darat dari Malili menuju Sorowako. Untuk kawasan Desa Matano, profil desa wisata mencatat tambahan perjalanan air menyeberangi Danau Matano sekitar satu jam. Pastikan kondisi kendaraan dan waktu tempuh sebelum berangkat.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti kabar wisata daerah lainnya, SuaraLutim juga pernah menulis soal homestay di tepi Danau Matano dan panduan menjelajah TWA Danau Mahalona. Keduanya memberi gambaran betapa besar potensi kawasan danau di Luwu Timur. Untuk agenda wisata besar yang sedang disiapkan, lihat juga catatan kami soal 3.000 tamu Harkopnas ke Sorowako.

Sumber rujukan artikel ini: Kitasulsel dan profil Desa Wisata Matano Iniaku.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga