Sebuah gudang barang milik warga di Dusun Kebun Rami I, Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, mengalami kebakaran pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 14.10 WITA. Gudang itu merupakan bagian dari sebuah rumah warga, dan api dilaporkan membakar sejumlah barang, termasuk alat-alat motor berupa kap serta rangka motor bekas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Berita Lutim: kebakaran gudang di Desa Mandiri Tomoni
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diketahui ketika seorang anggota keluarga sedang mencuci pakaian dan mencium bau asap. Ia kemudian melihat kepulan asap dari arah gudang dan mendapati kobaran api. Pada saat yang bersamaan, seorang warga yang melintas di depan rumah juga melihat api dan memberitahukan kejadian itu.
Penghuni rumah sempat berupaya memindahkan sejumlah barang untuk memutus jalur api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Upaya awal warga semacam itu memang lazim dilakukan, namun tetap berisiko bila kobaran api sudah membesar atau berada dekat dengan bahan mudah terbakar.
Tiga unit damkar dikerahkan
Sekitar pukul 14.25 WITA atau sekitar 15 menit setelah kebakaran diketahui, mobil pemadam kebakaran Unit Tomoni tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Bantuan kemudian datang dari mobil Damkar Unit Tomoni Timur dan Unit Kalaena.
Pengerahan tiga unit pemadam dari wilayah berbeda menunjukkan pentingnya dukungan lintas unit saat terjadi kebakaran di kawasan permukiman. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.10 WITA, atau sekitar satu jam setelah api pertama kali terlihat.
Dukungan TNI dan Polri di lokasi kejadian
Personel Polsek Mangkutana bersama TNI turut membantu proses penanganan dan pengamanan di lokasi kejadian. Kehadiran aparat dibutuhkan bukan hanya untuk membantu pemadaman, tetapi juga mengatur warga yang berdatangan dan memastikan area sekitar tidak menimbulkan risiko baru.
Kerugian materi dan hal yang belum diketahui
Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp20 juta. Angka itu merupakan taksiran awal berdasarkan barang-barang yang terbakar, terutama peralatan dan komponen motor bekas yang disimpan di gudang.
Sampai pemberitaan ini disusun, penyebab pasti kebakaran belum disimpulkan. Pihak berwenang masih memerlukan informasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menarik kesimpulan sendiri sebelum ada keterangan resmi.
Rangkaian kejadian kebakaran di Luwu Timur
Peristiwa di Desa Mandiri menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran di Luwu Timur tidak hanya datang dari lahan kosong. Pada periode yang sama, kebakaran lahan juga kembali marak di sejumlah titik. Pemberitaan Luwuraya.com mencatat sekitar 16 hektare lahan terbakar dalam sehari di wilayah ini.
Kombinasi cuaca panas, angin, dan aktivitas pembakaran yang tidak terkendali membuat api cepat menyebar. Di kawasan permukiman, risiko serupa muncul dari penyimpanan barang bekas yang mudah terbakar, sambungan listrik yang tidak standar, serta kebiasaan membakar sampah saat angin kencang.


