Lutim, SuaraLutim – PAN Luwu Timur melalui legislatornya di Daerah Pemilihan V, Muh. Rivaldi, S.H., kembali turun ke wilayah konstituen untuk menyerap aspirasi warga Kecamatan Towuti. Kunjungan kerja itu menjadi bagian dari monitoring pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 sekaligus penjaringan usulan warga yang akan dibawa ke pembahasan APBD Perubahan 2026.
Kegiatan berlangsung di Towuti pada Selasa, 1 September 2026, dan diikuti pemerintah desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, serta tokoh masyarakat. Agenda monitoring Dapil V sendiri berjalan tiga hari, dilanjutkan ke Kecamatan Nuha pada 2 September 2026 dan kegiatan lapangan pada hari berikutnya.
PAN Luwu Timur: monitoring APBD 2026 di Dapil V
Dalam pertemuan itu, Rivaldi menegaskan bahwa kunjungan ke daerah pemilihan merupakan agenda rutin DPRD Luwu Timur. Tujuannya memastikan program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah tepat sasaran, sekaligus mengetahui kebutuhan warga dari sumber langsung di lapangan.
“Ini agenda DPRD untuk monitoring APBD 2026. Kami di Dapil V kembali ke wilayah untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Rivaldi, seperti dilaporkan Koranta.id.
Muh. Rivaldi adalah legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Luwu Timur periode 2024–2029. Ia menjabat Ketua Fraksi PAN dan memimpin Komisi III yang membidangi pembangunan. Daerah pemilihannya mencakup Kecamatan Nuha dan Kecamatan Towuti. Dua Kecamatan itu memang menjadi wilayah pesisir danau yang terus tumbuh, dengan kebutuhan infrastruktur dasar yang tidak kecil.
Aspirasi yang muncul di Towuti
Fokus utama usulan warga mengarah pada infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan publik. Beberapa aspirasi yang dicatat legislator PAN Luwu Timur itu antara lain:
- Pembangunan dan peningkatan jalan tani serta jalan produksi.
- Penanganan jembatan yang menghubungkan kawasan permukiman dan lahan usaha warga.
- Pemenuhan sarana pendidikan, termasuk kebutuhan kendaraan operasional sejumlah sekolah.
- Perbaikan fasilitas puskesmas, penambahan jenis layanan, dan peningkatan pelayanan rawat inap.
Menurut Rivaldi, usulan semacam itu tidak bisa ditunda karena bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga. Jalan produksi, misalnya, menentukan berapa lama petani mengangkut hasil kebun dari lahan menuju titik pengumpulan atau pasar.
Jalan produksi dinilai paling menentukan
Dalam pertemuan itu Rivaldi menempatkan jalan produksi sebagai salah satu prioritas yang paling mendesak. Alasannya sederhana: akses jalan yang layak memangkas biaya angkut dan menekan risiko hasil pertanian rusak di perjalanan.
“Jalan tani dan jalan produksi bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kalau aksesnya baik, petani lebih mudah mengangkut hasil. Ini juga akan mendorong peningkatan ekonomi,” jelasnya.
Pernyataan itu sejalan dengan catatan DPRD Luwu Timur yang mendorong jalan produksi menjadi prioritas pembangunan di Towuti, sebagaimana dilaporkan Narasi Tana Luwu. Akses jalan yang memadai disebut mempermudah petani membawa hasil dari lahan menuju titik pengumpulan maupun pasar, sehingga pembangunan infrastruktur perlu diukur dari dampaknya terhadap ekonomi warga.
Pendidikan dan kesehatan ikut jadi catatan
Selain infrastruktur, dua sektor pelayanan dasar turut dibahas. Di bidang pendidikan, sejumlah sekolah menyampaikan kebutuhan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional yang selama ini menjadi kendala ketika sekolah harus mengikuti kegiatan di luar sekolah atau menjemput bantuan pengajaran.
Di bidang kesehatan, warga mengusulkan perbaikan fasilitas puskesmas, penambahan jenis layanan, hingga peningkatan pelayanan rawat inap. Usulan ini muncul dari kebutuhan wilayah yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan rujukan cukup jauh, terutama dari desa-desa di pesisir Towuti.
Aspirasi pendidikan dan kesehatan memang menjadi dua isu yang berulang dalam kegiatan penjaringan aspirasi di Dapil V. Pada kegiatan serupa di awal periode, Fraksi PAN juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga pendidik dan penguatan layanan puskesmas di wilayah terpencil, seperti yang terekam dalam artikel PAN Luwu Timur: Fraksi PAN Beri Masukan APBD-P 2026.


