Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Teknologi

AMD Akuisisi World Labs, Taruhan Kecerdasan Buatan

29 September 2026 • zul • 37 kali dibaca
Fei-Fei Li, peneliti kecerdasan buatan dan pendiri World Labs, saat berbicara di forum AI for Good
Gambar: ITU Pictures, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons. Foto dokumentasi Fei-Fei Li, pendiri World Labs yang bergabung ke AMD.
ASM Group
Iklan

Jakarta – AMD menandatangani kesepakatan definitif untuk mengakuisisi World Labs, laboratorium riset model kecerdasan buatan yang dipimpin Fei-Fei Li. Pengumuman disampaikan Senin, 28 September 2026, dari kantor pusat AMD di Santa Clara, California. Nilai transaksinya sekitar 8,2 miliar dolar AS dan seluruhnya dibayar memakai saham AMD. Setelah transaksi rampung, Fei-Fei Li masuk ke jajaran eksekutif AMD sebagai executive vice president sekaligus chief scientist dan melapor langsung kepada CEO AMD, Lisa Su.

Bagi AMD, ini langkah paling besar di pasar akuisisi AI sepanjang sejarah perusahaan. CNBC mencatat akuisisi World Labs menjadi pembelian terbesar kedua AMD setelah Xilinx senilai sekitar 50 miliar dolar AS pada 2022. Bedanya, yang dibeli AMD kali ini bukan pabrik atau lini produk, melainkan tim peneliti sekaligus pemahaman soal ke arah mana model AI generasi berikutnya akan berkembang.

Apa yang Sebenarnya Dibeli AMD dari World Labs

World Labs didirikan Fei-Fei Li pada 2024 dan berkantor pusat di San Francisco. Fokusnya adalah model kecerdasan spasial, yaitu model yang bisa menghasilkan, merekonstruksi, dan menyimulasikan lingkungan tiga dimensi interaktif dari masukan teks, gambar, maupun video. Teknologi yang sama juga dipakai untuk pembelajaran dan simulasi robot.

Produk pertama mereka bernama Marble. Dalam demonstrasi bersama Lisa Su awal tahun ini, keduanya memperlihatkan Marble membentuk adegan tiga dimensi hanya dari beberapa gambar. Selain untuk pengalaman hiburan, Marble ditawarkan sebagai ruang uji bagi robot sebelum benar-benar diterjunkan ke dunia nyata.

Tata Atur
Iklan

Dua nama penting ikut bergabung bersama tim World Labs. Justin Johnson dan Ben Mildenhall tetap memimpin tim itu setelah perusahaan masuk ke AMD, bekerja bersama Fei-Fei Li membentuk organisasi riset yang menyasar posisi terdepan. Ketiganya disebut akan membangun ekosistem AI terbuka yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, platform, dan model yang bisa diakses luas.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Mengapa Kecerdasan Buatan Butuh World Model

Perdebatan soal world model belum selesai di kalangan peneliti. Istilah ini dipakai untuk banyak hal, mulai dari model bahasa yang dilatih memahami masukan visual sampai model yang mampu menjaga simulasi realitas beresolusi tinggi dalam waktu panjang.

Yang jelas, model semacam ini dianggap kunci untuk membawa kecerdasan buatan ke perangkat fisik. Robot otonom, kendaraan tanpa pengemudi, robot industri, sampai humanoid membutuhkan pemahaman ruang dan hukum fisika. Masalahnya, data untuk melatih robot serbaguna sangat sedikit, sehingga data sintetis dari world model dianggap jalan keluar yang paling masuk akal.

Di titik inilah posisi AMD terlihat. Nvidia sudah punya rangkaian world model terbuka seperti Cosmos, sementara AMD selama ini baru menawarkan model berbasis teks dan video kepada publik. Mengakuisisi World Labs membuat AMD punya kemampuan model sendiri, sekaligus pemahaman lebih dalam soal beban kerja seperti apa yang harus dilayani chip mereka beberapa tahun ke depan.

Kemitraan yang Sudah Berjalan Sejak Tahun Lalu

Langkah ini bukan kejutan penuh. World Labs menyatakan kemitraan teknis dengan AMD dimulai tahun lalu, berawal dari pelatihan model dan optimasi inferensi di GPU AMD. AMD juga sudah menanamkan investasi di World Labs sebelum kesepakatan akuisisi diumumkan. Bagi kedua pihak, kerja sama itu disebut menjadi kecocokan alami karena menyatukan ekosistem perangkat lunak, perangkat keras, model dasar, dan aplikasi.

Struktur Transaksi dan Jadwal Penyelesaian

Transaksi seluruhnya memakai saham AMD. Dalam dokumen yang disampaikan ke otoritas pasar Amerika Serikat, perjanjian penggabungan diteken pada 26 September 2026, sementara pengumumannya baru dibuka ke publik dua hari kemudian.

Jumlah saham yang diterbitkan belum ditetapkan. Perhitungannya memakai harga rata-rata tertimbang volume saham AMD di Nasdaq selama sepuluh hari bursa terakhir sebelum penutupan transaksi. Kedua perusahaan menyebut transaksi ditargetkan selesai sebelum akhir 2026, bergantung pada persetujuan regulator dan syarat penutupan yang lazim.

Selama proses itu berjalan, AMD menyatakan World Labs tetap dijalankan terpisah dari bisnis pembuatan chip. Setelah transaksi tuntas, tim World Labs melanjutkan riset model AI mereka di dalam struktur AMD.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga