Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: Pelayanan KB Serentak Sambut WCD 2026

19 September 2026 • Admin
Rapat koordinasi pelayanan KB serentak DPPKB Kabupaten Luwu Timur menyambut World Contraception Day 2026
Gambar: Dok. Kominfo-SP Pemkab Luwu Timur via Warta Lutim

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Luwu Timur mematangkan persiapan pelayanan keluarga berencana serentak menyambut World Contraception Day tahun 2026. Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor DPPKB Luwu Timur, Jumat (4/9/2026).

Rapat tersebut melibatkan unsur fasilitas kesehatan, bidan pelayanan KB, serta Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kabupaten Luwu Timur. Fokus utama pembahasan adalah pelaksanaan pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah ini.

Berita Luwu Timur: Rakor Petakan Pelayanan MKJP

Rapat koordinasi dipimpin Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Luwu Timur, Amrullah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa koordinasi menjadi kunci agar pelayanan KB, khususnya MKJP, dapat berjalan optimal dan terkoordinasi lintas layanan.

Menurut Amrullah, rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara DPPKB, fasilitas kesehatan, bidan pelayanan KB, hingga PKB dan PLKB. Ia menilai, koordinasi dan evaluasi bersama diperlukan agar pelaksanaan pelayanan di lapangan tidak terhambat persoalan teknis maupun administrasi.

Yang terpenting dalam pelaksanaan pelayanan KB serentak, kata dia, adalah koordinasi dan kesiapan seluruh pihak. Ia ingin memastikan fasilitas kesehatan, tenaga pelayanan KB, serta PKB/PLKB bergerak secara sinergis sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Siapa Saja yang Terlibat

Pelayanan KB tidak berjalan sendiri. Ada beberapa pihak yang duduk dalam satu meja koordinasi ini:

  • Fasilitas kesehatan, sebagai tempat pelayanan KB dilaksanakan, termasuk layanan MKJP.
  • Bidan pelayanan KB, sebagai tenaga yang berhadapan langsung dengan akseptor di wilayah kerja masing-masing.
  • PKB dan PLKB, sebagai penyuluh dan petugas lapangan yang menjangkau keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
  • DPPKB Luwu Timur, sebagai pengampu program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di daerah.

Dengan pola tersebut, informasi mengenai jadwal pelayanan, jenis metode yang tersedia, hingga kebutuhan alat dan bahan kontrasepsi dapat dipetakan lebih awal sebelum pelaksanaan serentak berlangsung.

Mengapa MKJP Menjadi Perhatian

MKJP merujuk pada metode kontrasepsi yang bekerja dalam jangka panjang, seperti alat kontrasepsi dalam rahim, implan, serta metode operasi pria dan wanita. Karakteristiknya berbeda dari metode jangka pendek yang memerlukan pengulangan pemakaian dalam periode lebih singkat.

Karena sifatnya jangka panjang, pelayanan MKJP menuntut kesiapan tenaga terlatih, ketersediaan alat, serta pendampingan konseling sebelum dan sesudah pemasangan. Konseling menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar keputusan ber-KB diambil berdasarkan pemahaman yang cukup, bukan semata target layanan.

Dalam konteks itu, rapat koordinasi di Luwu Timur menyasar aspek kesiapan layanan: siapa tenaganya, di fasilitas kesehatan mana layanan digelar, dan bagaimana alur rujukan bila diperlukan. Pemetaan semacam ini membantu memastikan warga mendapatkan layanan pada tempat yang tepat tanpa harus berulang kali datang.

World Contraception Day dan Pesan Publiknya

World Contraception Day diperingati setiap 26 September. Peringatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya akses informasi dan layanan kontrasepsi yang aman serta bertanggung jawab dalam merencanakan kehamilan.

Pesan tersebut dikuatkan oleh lembaga kesehatan internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan keluarga berencana dan kontrasepsi sebagai bagian dari layanan kesehatan reproduksi yang berdampak langsung pada kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di tingkat nasional mengaitkan program KB dengan pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga.

Di tingkat daerah, peringatan WCD biasanya diisi dengan penguatan layanan, penyuluhan, dan koordinasi lintas sektor. Bagi Luwu Timur, pelayanan KB serentak menjadi salah satu bentuk konkret dari rangkaian tersebut.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga