SOROWAKO — Bantuan zakat di Luwu Timur tidak selalu berhenti pada beras dan paket sembako. Di balik penyaluran yang terlihat sederhana, ada rangkaian program yang dirancang agar penerima manfaat berhenti bergantung pada bantuan: pelatihan keterampilan, tambahan modal usaha, hingga pendampingan usaha kecil. Pola itu dibawa Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), lembaga amil zakat nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah, yang bekerja dengan lima pilar program. Jejaknya bisa ditemui di Luwu Timur, salah satunya ketika tim WIZ Luwu Timur bersama relawan Wahdah Peduli Nuha bergerak membantu warga terdampak musibah di Sorowako. Artikel ini merangkum bagaimana zakat Luwu Timur dikelola, apa saja programnya, dan bagaimana warga ikut ambil bagian.
Zakat Luwu Timur dan Cita-Cita Mustahik yang Mandiri
Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan. Dalam pengelolaan modern, ia menjadi alat pemerataan: dana dari muzaki dihimpun lembaga amil, lalu disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat. Arah akhirnya bukan hanya menutup kebutuhan hari ini, melainkan memperbaiki keadaan penerima agar tidak selamanya berada di sisi penerima.
Di Luwu Timur, denyut pengelolaan itu terlihat dari laporan lembaga amil. BAZNAS Kabupaten Luwu Timur melaporkan pelaksanaan audit laporan keuangan tahun 2025 pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan muzaki. Audit semacam itu penting dibaca warga: ia menentukan apakah dana yang disalurkan benar-benar tertata dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selain bantuan konsumtif, lembaga itu menjalankan program pemberdayaan, antara lain penguatan usaha ibu muallaf di Kecamatan Towuti pada 7 Agustus 2026. Bantuan kebutuhan dasar tetap berjalan: bantuan biaya hidup untuk warga lanjut usia di Desa Baruga, Kecamatan Towuti, pada 9 Agustus 2026, serta bantuan biaya berobat bagi warga Towuti dan Tomoni sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Lima Pilar Program WIZ
WIZ mengelompokkan kerjanya ke dalam lima pilar yang seluruhnya bisa dicek pada laman resmi lembaga. Rumpun program ini menjadi kerangka agar penyaluran tidak berjalan sendiri-sendiri:
- Berkah Hidayah (dakwah) — pemberdayaan dai lewat Da’iQu, distribusi Al-Qur’an lewat Tebar Al-Qur’an Nusantara, RumahQu sebagai rumah tahfizh, pembinaan muallaf, dan Tahfidz Community.
- Berkah Juara (pendidikan) — Beasiswa Da’i, Sekolah Guru Tahfizh, IBES (Islamic Boarding Entrepreneur School), beasiswa santri tahfizh BEST, Berarti untuk beasiswa prestasi, dan bantuan alat sekolah TAS.
- Berkah Sehat (kesehatan) — program Berkemas berupa bantuan biaya pengobatan dan edukasi hidup sehat, layanan ambulance gratis bagi duafa, serta khitanan massal.
- Berkah Mandiri (ekonomi) — pelatihan keterampilan dan bisnis, bantuan modal usaha, penyediaan sarana produksi, dan pendampingan usaha mikro lewat Perintis, Bina Usaha Mikro Nusantara, dan Wirausaha Ibu Mandiri.
- Berkah Peduli (kemanusiaan) — santunan yatim dan duafa, kegiatan lingkungan seperti penanaman mangrove dan gerakan pantai bersih, serta respons kemanusiaan: mitigasi, rescue, rehabilitasi, pelatihan relawan, dan trauma healing.
Kerangka lima rumpun itu bukan klaim pengelola semata. BAZNAS RI bersama LAZ WIZ membahas capaian penyaluran nasional melalui lima pilar tersebut dalam konsolidasi pada Jumat, 26 September 2025. Ada juga Berkah Ramadhan yang berjalan musiman mengikuti kebutuhan bulan suci.
Berkah Mandiri: Ketika Zakat Menjadi Modal Usaha
Pilar ekonomi paling mudah diuji hasilnya. Pada Rabu, 9 September 2026, WIZ bersama Yotta menyalurkan bantuan modal dan sarana usaha kepada lima pelaku usaha mikro di Kota Makassar dan Kabupaten Pinrang. Penerimanya beragam: seorang penjahit, pedagang pakaian, usaha servis jam tangan, usaha minuman, dan pedagang siomay keliling yang menerima satu unit gerobak usaha baru.
“Kami ingin hadir menguatkan ikhtiar para pelaku usaha mikro. Bantuan modal dan sarana seperti gerobak baru ini diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi benar-benar menjadi pemicu agar usaha mereka berkembang dan semakin produktif,” kata Fasilitator Program WIZ, Muhammad Dwi Aprinandhi, seperti dikutip laman resmi WIZ.
WIZ juga menyelenggarakan Kelas UMKM bersama Umarayn yang pada angkatan kedua menyasar pemahaman branding dan promosi bagi pelaku usaha kecil. Dua contoh itu menunjukkan pola yang sama: modal ditemani pendampingan. Pola ini relevan bagi pedagang pasar, pengrajin, dan usaha rumahan di Malili, Nuha, serta Towuti yang butuh tambahan modal sekaligus pengetahuan mengelola usaha, seperti yang juga disorot di rubrik ekonomi SuaraLutim.


