Pelajaran Zakat Produktif dari Kecamatan Malili
Bagaimana zakat produktif bekerja di daerah sudah diteliti untuk Luwu Timur. Jurnal Berita Sosial UIN Alauddin Makassar (Vol. 10 No. 2, 2025, halaman 84–97) memuat studi tentang strategi BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi kaum duafa melalui program zakat produktif di Kecamatan Malili.
Penelitian itu memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan lewat observasi, wawancara dengan pimpinan dan pegawai BAZNAS, tokoh masyarakat, serta enam penerima manfaat, ditambah dokumentasi lapangan. Hasilnya, pemberdayaan berjalan sesuai mekanisme: penghimpunan zakat dari muzaki, lalu penyaluran dan pemanfaatan dana untuk program produktif. Untuk menjadi sasaran, mustahik dapat mengajukan proposal atau dijaring langsung oleh pengelola.
Ukuran keberhasilannya bukan besar uang yang diterima, melainkan naiknya modal usaha dan meningkatnya kemandirian ekonomi penerima. Peneliti merekomendasikan tiga hal: pendampingan dan pelatihan keterampilan terus ditambah agar produk yang dijual mengikuti kebutuhan pasar, fasilitasi jaringan usaha diperluas bersama mitra, dan sasaran penerima diperluas ke janda serta anak yatim yang punya potensi berusaha tetapi tidak memiliki modal.
WIZ Luwu Timur, Relawan, dan Kebutuhan Nyata di Daerah
Di sisi kerelawanan, WIZ Luwu Timur bekerja bersama Tim Wahdah Peduli Nuha. Ketika kebakaran melanda kawasan pemukiman di Sorowako pada Rabu, 27 Agustus 2025 dan merusak puluhan rumah, relawan hadir sejak hari pertama: mendata warga, membantu evakuasi barang, lalu menyalurkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan kebutuhan harian. Penyaluran tahap pertama diserahkan di posko induk pemerintah dan diterima petugas lapangan di lokasi.
Selain menyalurkan bantuan, relawan membersihkan puing bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain. Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha menyebut bantuan itu sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, sementara koordinator Wahdah Peduli Nuha berharap warga bisa segera bangkit menata kembali kehidupannya.
Keduanya menyatakan komitmen untuk terus hadir, baik saat bencana maupun lewat program pemberdayaan jangka panjang — pola yang sama seperti yang sudah tergambar pada liputan sebelumnya tentang jaringan kepedulian warga. Relawan menutup kebutuhan mendesak; program ekonomi menahan agar keluarga tidak kembali ke titik yang sama.
Cara Warga Luwu Timur Berperan
Bagi yang ingin menunaikan zakat, infak, atau sedekah, salurkan melalui lembaga resmi. WIZ adalah LAZNAS berdasarkan SK Kementerian Agama RI No. 1209/2024 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor AHU-0015326.AH.01.04 Tahun 2022. Untuk lingkup kabupaten, BAZNAS Kabupaten Luwu Timur menjadi kanal yang paling dekat dijangkau warga.
Sebelum menyalurkan dana, pastikan nomor rekening dan kanal layanan benar-benar tercantum di laman resmi lembaga, bukan dari pesan berantai. Selain berdonasi, warga bisa menyumbang tenaga sebagai relawan, mengikuti kegiatan pembinaan, atau membantu mengedukasi tetangga soal cara menunaikan zakat yang benar. Bagi pelaku usaha mikro yang butuh tambahan modal, jalurnya adalah mengajukan proposal sederhana berisi jenis usaha, kebutuhan, dan rencana pengembangan, lalu mengikuti pelatihan yang disediakan lembaga pengelola.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah WIZ dan BAZNAS lembaga yang sama?
Tidak. BAZNAS adalah badan amil zakat yang berjalan dari tingkat nasional hingga kabupaten, sedangkan WIZ adalah lembaga amil zakat nasional swasta ber-SK Kementerian Agama RI No. 1209/2024. Di Luwu Timur keduanya aktif: BAZNAS Kabupaten Luwu Timur lewat program kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan, sementara WIZ Luwu Timur berjalan bersama relawan Wahdah Peduli.
Bagaimana mustahik bisa mengajukan bantuan usaha?
Berdasarkan studi di Kecamatan Malili, mustahik dapat menyampaikan proposal atau dijaring langsung oleh pengelola. Yang dinilai adalah kesesuaian kebutuhan dan potensi usaha; keberhasilannya diukur dari pertambahan modal usaha serta kemandirian ekonomi penerima.
Di mana penyaluran zakat bisa diperiksa?
Lewat kanal resmi lembaga: kanal informasi BAZNAS Kabupaten Luwu Timur dan laman WIZ, termasuk laporan keuangan dan berita penyaluran. Untuk musibah, penyaluran sering melewati posko pemerintah, sehingga data penerima bisa dicocokkan langsung di lokasi.
Yang Diukur dari Zakat adalah Keadaan Warga
Perdebatan soal zakat biasanya berhenti pada angka himpunan dan jumlah paket bantuan. Padahal ukuran yang lebih jujur adalah keadaan keluarga penerima setelah bantuan berjalan: apakah usaha kecilnya bertambah modal, apakah anaknya bisa lanjut sekolah, apakah kesehatannya tertangani. Rangkaian program dakwah dan pemberdayaan Wahdah Luwu Timur bersama para relawan menyiapkan jalan untuk menjawab pertanyaan itu.
Sumber: laman resmi WIZ (wiz.or.id), laporan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Luwu Timur, laporan resmi Wahdah Islamiyah (wahdah.or.id), serta Jurnal Berita Sosial UIN Alauddin Makassar Vol. 10 No. 2 (2025).
Gambar: Dok. WIZ (wiz.or.id).


