Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Islamiyah Luwu Timur Matangkan Program Dakwah

28 September 2026 • Admin • 42 kali dibaca
Musyawarah Pengurus Harian DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur bersama pimpinan DPC lingkup Luwu Timur di Sorowako
Dok. Wahdah.or.id (Wahdah Islamiyah)
ASM Group
Iklan

SOROWAKO — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Luwu Timur menggelar Musyawarah Pengurus Harian (MPH) DPD bersama Musyawarah Pimpinan DPC lingkup Luwu Timur di Sorowako selama dua hari, Sabtu–Ahad (26–27/09/2026). Forum konsolidasi itu membahas penguatan dakwah, penyusunan program kerja, dan strategi pengembangan organisasi. Pesan utamanya jelas: setiap program harus disusun dari kebutuhan nyata di lapangan, dengan target yang terukur dan waktu pelaksanaan yang jelas.

Bagi warga Luwu Timur, pertemuan semacam ini jarang terdengar gaungnya. Padahal dari ruang inilah arah layanan dakwah, pembinaan keluarga, hingga gerakan sosial seperti Wahdah Peduli dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) disusun. Apa yang disepakati di Sorowako pada akhir September 2026 akan menentukan warna kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial di kecamatan-kecamatan selama periode kepengurusan berikutnya.

Wahdah Islamiyah Luwu Timur Matangkan Program Kerja

Dalam arahannya, seperti dilaporkan Wahdah.or.id, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustaz Arifuddin, ST., menekankan agar setiap program kerja disusun berdasarkan kebutuhan DPD, lengkap dengan timeline yang jelas. Menurutnya, program yang lahir dari kebutuhan dan target terukur jauh lebih mudah dievaluasi ketimbang kegiatan yang hanya mengikuti kebiasaan tahunan.

Ia juga menyoroti pentingnya perampingan struktur DPD. Tujuannya bukan mengurangi peran, melainkan memaksimalkan potensi kader di masing-masing DPC agar gerak organisasi dan aktivitas dakwah lebih efektif. Struktur yang ramping, kata dia, membuat keputusan lebih cepat sampai ke tingkat cabang dan kegiatan warga.

Tata Atur
Iklan

Perwakilan DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Ustaz Irfani, SE., MM., yang turut memberi arahan, mengingatkan pentingnya menetapkan target-target strategis dengan tetap menyesuaikan realitas dan kondisi DPD. Ia juga menekankan kemampuan problem solving dalam menghadapi dinamika organisasi, supaya setiap persoalan dihadapi dengan pendekatan yang tepat, terukur, dan berorientasi pada solusi.

Lima DPC Duduk Satu Meja, Sinergi Jadi Kunci

Musyawarah tersebut dihadiri para ketua DPC Wahdah Islamiyah lingkup Luwu Timur, yakni DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Lima cabang yang mewakili wilayah-wilayah dengan karakter berbeda: dari kawasan Danau Matano dan Sorowako, wilayah pesisir dan danau di Towuti, hingga daerah pertanian di Kalaena dan Tomoni.

Perbedaan karakter wilayah itu membuat kebutuhan dakwah tidak bisa diseragamkan. Karena itu, forum menyepakati perlunya kesamaan visi sekaligus keleluasaan cabang menyusun langkah sesuai konteksnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai, penuh keakraban, dan kekeluargaan, tetapi tetap menjadi ruang evaluasi dan pembahasan strategis.

Hasil yang ditargetkan cukup konkret: kesamaan visi, program kerja yang lebih terarah, serta penguatan sinergi antarstruktur organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan dakwah kepada masyarakat di seluruh wilayah Luwu Timur.

Ekonomi Lembaga dan Kesejahteraan Dai Masuk Prioritas

Satu hal yang menonjol dalam forum ini adalah pembahasan soal penguatan ekonomi lembaga. Ustaz Arifuddin menilai aspek tersebut perlu terus dikembangkan untuk menopang keberlangsungan program dakwah sekaligus mendukung kesejahteraan para dai yang bertugas di lapangan.

Logikanya sederhana. Selama ini banyak kegiatan keagamaan bergantung pada semangat relawan dan sumbangan tidak tetap. Dengan ekonomi lembaga yang lebih sehat, dai bisa lebih fokus membina umat tanpa terus-menerus dibayangi ketidakpastian biaya operasional, transportasi, dan kebutuhan pembinaan.

Pemerataan Dai untuk Setiap Wilayah

Dalam bidang dakwah, Ketua DPD menyampaikan perlunya pemerataan penyebaran dai untuk menunjang aktivitas dakwah di setiap DPC. Pemerataan itu diharapkan memperkuat pelayanan dakwah sekaligus memenuhi kebutuhan pembinaan umat di setiap wilayah, termasuk daerah yang selama ini jarang mendapat kunjungan pembina.

Bagi warga, pemerataan dai berdampak langsung: jadwal kajian yang lebih teratur, pembinaan keluarga yang lebih dekat, serta pendampingan keagamaan di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota. Ini bukan program yang terlihat megah, tetapi efeknya terasa harian di masjid dan majelis di desa-desa Luwu Timur. Di Lutim sendiri, penguatan layanan keagamaan sudah terlihat dari sejumlah langkah, misalnya dukungan kendaraan bagi petugas keagamaan di Wasuponda dan kegiatan keagamaan yang menggerakkan warga Sorowako.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga