Jejak Sosial WIZ Luwu Timur dan Wahdah Peduli Nuha
Semangat yang dibahas di Sorowako sebenarnya sudah lama dipraktikkan. Sebelumnya, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan bagi warga terdampak musibah kebakaran di Sorowako. Bantuan berupa sembako, perlengkapan kebutuhan harian, serta bantuan mendesak lain diserahkan pada Jumat (28/08/2025).
Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustaz Sugiyat, menyampaikan bahwa penyaluran tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah, semoga mereka diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya seperti dikutip Wahdah.or.id.
Penyaluran bantuan tahap pertama diserahkan di posko induk pemerintah dan diterima petugas lapangan di lokasi. Tim Wahdah Peduli Nuha turun langsung bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain untuk membersihkan puing-puing rumah warga terdampak: mengangkut sisa material yang hangus terbakar dan menata kembali area sekitar rumah.
Koordinator Wahdah Peduli Nuha, Ustaz Sunandar, berharap aksi bersih-bersih itu membuat warga bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupannya. Kegiatan tersebut juga menjadi dukungan moral agar korban musibah tidak merasa menghadapi ujian sendirian. WIZ Luwu Timur dan Tim Wahdah Peduli Nuha menyatakan komitmen untuk terus hadir, baik saat bencana maupun dalam program pemberdayaan jangka panjang.
Program pemberdayaan itu penting karena musibah biasanya menyisakan persoalan ekonomi yang panjang. Peran lembaga zakat seperti WIZ, yang berkiprah sebagai lembaga amil zakat nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah (lihat wiz.or.id), berada di titik itu: menghimpun dan menyalurkan dana umat agar tepat sasaran.
Fondasi yang Dibangun Sejak Pengukuhan Pengurus
Konsolidasi di Sorowako bukan langkah pertama. Pada Ahad (08/11/2025), DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur mengukuhkan 52 pengurus periode 2025–2030 di Hotel Duta Inn Sorowako. Saat itu, para peserta memakai seragam batik biru sebagai penanda kekompakan, dan arahan yang muncul juga soal soliditas serta kemandirian dakwah.
Melalui perwakilan DPW Wahdah Sulsel, disebutkan sejumlah fokus lembaga di era digitalisasi, antara lain pendidikan, gerakan sejuta dai, ketahanan keluarga, dan kemandirian ekonomi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi upgrading agar pengurus mendapat bekal tambahan dalam mengemban amanah. MPH gabungan September 2026 adalah kelanjutan dari fondasi itu: memastikan struktur yang sudah dikukuhkan benar-benar bekerja dan terukur.
Apa Artinya bagi Warga Luwu Timur
Bagi warga yang tidak terlibat langsung di organisasi, hasil musyawarah seperti ini tetap relevan. Ada beberapa hal yang bisa diharapkan ke depan.
- Layanan keagamaan lebih merata. Pemerataan dai diarahkan agar wilayah yang jauh dari pusat kecamatan juga mendapat pembinaan rutin.
- Program sosial yang berbasis kebutuhan. Karena tiap program wajib punya target dan timeline, bantuan sosial maupun kegiatan pembinaan lebih mudah dievaluasi publik.
- Kolaborasi lintas lembaga. Pengalaman penanganan pascakebakaran di Sorowako menunjukkan relawan Wahdah Peduli bekerja bersama pemerintah, aparat, dan komunitas warga, menyusul pola penanganan bantuan sosial seperti pada penyaluran bantuan pangan untuk warga Luwu Timur.
- Penguatan ekonomi umat. Perhatian pada ekonomi lembaga dan kesejahteraan dai berkaitan erat dengan keberlanjutan program yang menyentuh warga.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Di mana kegiatan MPH gabungan DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur berlangsung?
Kegiatan berlangsung di Sorowako, selama dua hari, Sabtu–Ahad (26–27/09/2026), dihadiri pengurus harian DPD dan pimpinan DPC lingkup Luwu Timur.
DPC mana saja yang hadir?
Musyawarah dihadiri para ketua DPC Wahdah Islamiyah lingkup Luwu Timur, yaitu DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni.
Apa kaitan WIZ Luwu Timur dengan Wahdah Islamiyah Luwu Timur?
WIZ atau Wahdah Inspirasi Zakat adalah lembaga amil zakat nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah. Di Luwu Timur, WIZ berkiprah bersama relawan Wahdah Peduli dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak musibah, seperti yang dilakukan di Sorowako bersama Tim Wahdah Peduli Nuha.
Menyusun Langkah Berikutnya
Musyawarah di Sorowako menutup dengan komitmen bersama: program yang terarah, struktur yang ramping, dai yang merata, dan ekonomi lembaga yang lebih kuat. Semua ini bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu pelayanan kepada warga Luwu Timur.
Kegiatan sosial-keagamaan yang pernah berjalan di wilayah ini menunjukkan bahwa kehadiran organisasi keagamaan bukan sekadar rutinitas kajian. Ketika warga tertimpa musibah, relawan datang lebih dulu; ketika pembinaan dibutuhkan, dai dijadwalkan berkunjung. Yang dibutuhkan sekarang adalah memastikan denyut itu terus terjaga — dan MPH gabungan di Sorowako menempatkan hal tersebut sebagai agenda kerja yang harus diukur, bukan sekadar diucapkan.
Gambar: Dok. Wahdah.or.id (Wahdah Islamiyah).


